Memahami kemungkinan terjadinya distorsi pada isi Perjanjian Baru..

Saya baru saja selesai membaca buku “Misquoting Jesus – Kesalahan Penyalinan Dalam Kitab Suci Perjanjian Baru” karangan Bart D. Ehrman, dialih bahasakan oleh Tome Beka dengan Editor Lorens Olanama SVD, dan diterbitkan oleh Gramedia tahun 2006.

Saya akan meringkaskan penjelasan proses penyalinan ulang perjanjian baru yang diuraikan di buku tersebut. Lebih bagus, beli aja deh.. buagus banget.. dijamin..

Salah satu kesimpulan utama dari buku itu adalah bahwa telah terjadi perubahan (sengaja atau tidak sengaja) pada manuskrip-manuskrip perjanjian baru yang dimiliki. Untuk hal ini, akan disediakan postingan khusus..

Namun, selain itu, menurut saya terdapat juga kemungkinan besar distorsi yang terjadi pada penulisan pertama Perjanjian Baru tersebut.

Kenapa? karena ada rentang waktu yang cukup lama yaitu sekitar 40 tahun antara Yesus wafat dengan penulisan Injil tertua yaitu Injil Markus. Sedangkan di jaman informasi yang seperti sekarang aja, proses terjadinya distorsi informasi tidak harus menunggu sampai puluhan tahun tapi bisa bulanan, mingguan bahkan harian. Apalagi berita artis kalee..
Singkatnya, Injil Markus sebagai Injil yang pertama ditulis; kira2 ditulis sekitar tahun 70-an M. Injil Matius, kurang lebih pada periode yang sama dengan Injil Lukas sekitar tahun 80-90 M, dan Injil Yohanes ditulis sekitar 90-100 M.

Nah, Yesus wafat sekitar tahun 30M awal. Jadi berselisih sekitar 40 tahun. Lumayan lama kan? Kita pasti maklum pasti akan banyak distorsi tentang pemahaman Yesus..

Pada saat itu pengajaran dilakukan melalui lisan, belum ada orang yang mencatat ucapan dan hal-hal yang dialami oleh Yesus. Artinya, kemungkinan besar, setiap pendengarnya mempunyai pemahaman yang berbeda tentang apa yang pernah diucapkan dan dialami Yesus. Bahkan muridnya yang 12 itu sekalipun.

Hal itu bisa dianalogkan kalau ada 4 orang yang selalu berjalan bersama2 dengan gajah, masing masing disetiap sudut gajah tersebut.
Hasil pengamatan orang yang berjalan disebelah kiri gajah kemungkinan besar serupa dengan hasil pengamatan orang yang berjalan disebelah kanan belakang Gajah. Pengalaman mereka mungkin saja berbeda, misal orang yang berjalan disebelah kiri gajah pernah ditendang sang gajah, tapi orang yang berjalan disebelah kanan belakang gajah belum pernah..
Tapi hasil pengamatan kedua orang yang berjalan dibelakang gajah pasti akan banyak berbeda dengan hasil pengamatan 2 orang yang berjalan di kanan depan dan kiri depan gajah.

Prinsipnya sulit untuk meniadakan kemungkinan besar tidak terjadinya distorsi karena Injil Markus ditulis sekitar 40 tahun setelah Yesus wafat.

Contoh yang paling jelas terlihat pada Injil Lukas, dimana penulis Injil Lukas menyatakan bahwa dia menulis Injil tersebut berdasarkan sumber saksi mata dan Injil perdana, yaitu Injil Markus.

Ini saya kutipkan tulisan dari Ben Witherington III di bukunya “Apa yang Telah Mereka Lakukan pada Yesus? Bantahan terhadap Teori-teori Aneh dan Sejarah “Ngawur” tentang Yesus” (2007):

halaman 132 paragraf pertama dibawah judul “Bunda Maria dalam Injil Lukas”:
Dalam prakata historisnya di Lukas 1:1-4, Lukas memberitahu kita bahwa ia mengandalkan kesaksian para saksi matadan pemberita firman perdana. Penulis Injil Markus kelihatannya termasuk pada golongan yang kedua, tapi apa yang disebut kategori pertama ini?

halaman 133 paragraf pertama kalimat ke-3:
Bentuk prolog Lukas 1:1-4 dengan jelas menunjukkan bahwa ia berusaha menulis sebagai seorang sejarawan Helenistis, yaitu yang memiliki kemampuan retorika yang bagus.

Kutipan tersebut jelas menggambarkan bahwa penulis Injil Lukas bukan saksi mata kehidupan Yesus, tapi mengandalkan pada saksi mata dan Injil perdana yaitu Injil Markus.

Untuk mendapatkan pemahaman tentang Yesus dan pernyataan-pernyataan yang tepat yang disampaikan Yesus, maka diperlukan saksi mata yang lengkap.

Bahkan biarpun saksi matanya itu adalah Maria sendiri, pasti tidak akan didapatkan pemahaman yang tepat. Kenapa? Tingkat pemahaman Maria, fakta bahwa Maria tidak selalu beserta Yesus diseluruh tahun kehidupan Yesus dan Maria bukan murid langsung Yesus yang mendapatkan pengajaran yang utuh dan lengkap.

Dalam kondisi seperti itu, walau kita tidak bisa bilang bahwa kita tidak bisa mempercayai 100%, kita juga tidak bisa bilang percaya 100% kan?

Jadi pertanyaannya adalah: bagaimana caranya kita bisa memastikan kalau semua isi Injil Lukas (baca: Perjanjian Baru) persis sama dengan apa yang diucapkan dan dialami Yesus?
Bagaimana pendapat Anda?

Iklan

3 Comments »

  1. 1
    henryeka Says:

    Wah2 kenapa agama ini selalu kontroversial ya. keren juga..

    kontroversialnya emang keren.. kalau agamanya sih, tergantung sama siapa yang ngomong. 😀

    bener juga mungkin anda harus menyarankan agar Tuhan menulis injilnya sendiri.

    Wah gak bakalan berani tuch.. gila apa gua? Berani gak bro?

    yang kepikiran sich destorsi itu mungkin terjadi. seberpa besar errornya, ga ada yang tau? Kalau salah itu bakal repot. lah kalo bener gimana.

    makanya saya gak berani bilang bahwa saya gak bisa mempercayai Alkitab 100% tapi saya juga gak bisa bilang bahwa saya mempercayai Alkitab 100%.. sounds fair gak?

    Hayo? Kan si Lukas udah nyari temen buat nulis bareng, si Matius, si Markus, si Yohanes juga.. jadi ada referensi.

    Bukan nari temen buat tulis bareng.. baca postingan saya yang berhubungan dengan Alkitab deh..

    ada blogrollnya juga tuch..

    Wah boleh juga tuh..

  2. 2
    ibrahim Says:

    saya tertarik dengan tulisan anda tentanga injil sudah tidak asli

    trimakasih dah tertarik

    apakah dasar hukum atau fakta tentang asli,dan tidak asli.

    Saya gak tahu dasar hukum tentang keaslian kitab suci.

    Kalau faktanya, kira2 begini:

    Kita contohin Injil Markus aja ya. InjilMarkus adalah Injil tertua kalau dilihat dari perkiraan tahun penulisannya pertama kali, yaitu sekitar tahun 70an. Tetapi, salinan yang kita miliki sekarang, paling tua, berasal dari abad ke tiga. Injil Markus yang kita baca sekarang ini, apapun bahasanya, berasal dari salinan yang ditulis pada abad ke-3.

    Kalau menurut kamu yang asli itu Injil Markus yang ditulis pertamakali di tahun 70an tapi kita gak miliki sekarang, ATAU salinan Injil Markus dari abad ke-3 yang tertua yang telah ditemukan ?

    Benarkah adam manusia yang pertama dimuka bumi ini ?faktanya apa?
    pendapat anda?

    Ada banyak pendapat tuh..

    Cuma saya bingung dengan pertanyaan kamu itu.. apa sih kaitannya dengan isi postingan berjudul “Memahami kemungkinan terjadinya distorsi pada isi Perjanjian Baru.. ” yang sekarang sedang kamu komentarin ini sih?

    sepertinya anda seorang peneliti berikan jawaban anda atas pertanyaanku

    Saya bukan peneliti kok, cuma sekedar orang yang suka bertanya..

  3. 3
    redmail Says:

    jelas nya “baca” kitab suci alquran…


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: