Blog ini adalah blog spesifik yang khusus mendiskusikan masalah apakah Yesus itu Tuhan atau sekedar manusia biasa. Pemilik Blog ini, paling tidak sampai detik ini, percaya bahwa Yesus adalah manusia saja.
Semua isi postingan blog ini saling terkait dan selalu mengarah pada pemahaman bahwa Yesus itu adalah manusia. Sebagian besar postingan blog ini tidak terkait dengan waktu, artinya selalu uptodate untuk dibaca oleh siapapun, bahkan sekalipun Anda baru pertamakali ini mengakses blog ini. Dijamin pasti mengasyikkan, tentu saja buat orang yang penasaran dan senang berfikir..
Sebaiknya Anda membaca sebanyak-banyaknya postingan, komentar dan jawaban yang sudah ada supaya Anda tidak memberikan komentar yang berulang dan tidak terjadi salah pengertian..
Karena, teman-teman yang menganggap Yesus itu Tuhan adalah penganut Agama Katolik/Kristen maka:
- Tidak diperkenankan menggunakan argumen-argumen yang berasal dari kitab suci atau keimanan agama non Katolik/Protestan.
Yang diperkenakan adalah menggunakan argumen:
- “pikiran polos” yaitu pikiran seperti pikiran anak kecil yang polos yang selalu bertanya untuk memahami sesuatu. Pikiran yang tanpa prasangka dan tidak memasukkan iman sebagai dasar berargumen.. Atau;
- Buku-buku dari akademisi, yang tidak berasal dari lingkungan penganut agama non Katolik/Protestan
Masalah etika; dilarang menggunakan kata-kata / kalimat-kalimat cacian…



Sampeyan ini tidak adil artinya mau menang sendiri … Teman2 Kristen yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, tentu akan mengadakan argument yang berasal dari literatur2 Kristen.
Kalau hal itu tidak diperbolehkan maka posting yang masuk hanyalah posting2 yang mendukung pendapat sampeyan.
Yup, yang kayak gua ini pasti gak bisa komen.
walah…sebuah logika berpikir yang aneh.
dan tentu saja akan sia – sia.
selamat berjuang sampai titik darah penghabisan kawan. dan semoga jalanmu dilapangkan olehNYA.
Bagus sekali blog ini. untuk direnungi oleh manusia yang masih bisa berpikir.
ini berarti BLOG monolog!, bukan dialog bung!!!! silahkan pake toa, kalau mau bermonolog ria!
Yesus adalah 100% Allah dan 100% manusia.
hard to imagine? maybe
tapi mungkin kita bisa kaji pelan-pelan, dan kalau boleh quote dari alkitab, saya akan berikan sebagian dari pemahaman saya tentang topik ini. pemahaman tiap-tiap orang selalu berbeda, baik sedikit ataupun banyak, jadi variasi dalam pemikiran dan pemahaman adalah suatu hal yang bisa dimaklumi. tetapi kitab suci harus tetap menjadi pedoman.
apa maksud saya menulis Yesus = 100% Allah 100% manusia?
karena banyak orang yang bingung.. sebagian berkata: Yesus itu Tuhan dan jadi manusianya itu cuma kiasan (menghilangkan sifat manusiaNya); sebagian berkata: Yesus itu manusia lalu jadi Tuhan. keduanya tidak tepat. Yesus adalah Allah, dan manusia secara utuh pada saat bersamaan. Kita lihat dasar alkitabnya.
“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” (Yoh 1:1) –> Yesus, Firman hidup, adalah Allah. (Yohanes memakai sebutan ‘Firman’ disini untuk Yesus)
“Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya” (Yoh 1:14) –> Yesus menjadi manusia. (bagian Anak Tunggal Allah tidak saya cantumkan, dari pada OOT malah bahas tritunggal.. itu pembahasan lain lagi..)
Kita sebagai manusia, tidak mungkin menyelamatkan diri kita sendiri, karena kita sudah busuk di dalam (rotten to the core). Seorang yang terjatuh dalam pasir hisap, tidak mungkin menolong orang yang sama-sama terjatuh dalam pasir hisap. Jadi siapa yang bisa menyelamatkan?
Yesus!
karena itulah, Yesus yang adalah Allah, karena kemuliaan dan kasih setia-Nya kepada manusia, mau meninggalkan kemuliaanNya itu, dan turun ke dunia menjadi manusia. Tapi Yesus berbeda– Dia tidak berdosa. karena Dia adalah Allah, dia tahu kehendak Allah, dan Dia sendiri adalah Firman itu. Dia tidak berada di dalam pasir hisap! Dan Dia rela, untuk mati di kayu salib, sebuah hukuman mati dan penghinaan yang paling parah pada masa itu, untuk menanggung dosa-dosa kita, yang lalu, saat ini dan masa yang akan datang.
Karena itulah, ke-Tuhanan dan ke-manusiaan Yesus, adalah penting, dan dia adalah Tuhan 100% dan manusia 100%
kenapa harus minta maaf bro? =D
perbedaan pendapat adalah hal yang biasa dan diskusi yang membangun akan sama-sama membuat pemikiran kita bertumbuh =)
saya bisa memahami penolakan saudara bahwa argumen saya tidak atau belum menunjukkan bahwa Yesus itu Tuhan.
Tapi argumen saudara untuk menolak argumen saya juga tidak menunjukkan bahwa Yesus itu bukan Tuhan.
ini cuma sedikit dari apa yang logika saya yang terbatas bisa pikirkan (i’m always open to discussion =) either here or japri).
Tapi kita sendiri bisa lihat bahwa kalau memang Yesus itu bukan Tuhan, dan Dia tidak datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia, lalu mati di kayu salib, dan bangkit,
kenapa bisa terdapat banyak sekali pengikut-pengikutNya di waktu itu yang mau mati demi mempertahankan keyakinan mereka akan berita yang mereka sebarkan? Kalau memang berita yang mereka sebarkan itu memang karangan mereka sendiri, dan adalah kebohongan, kenapa mereka sampai mau disalib terbalik, disalib tanpa paku sehingga harus mati pelan2 dalam 2 hari dan jadi tontonan, direbus, dipenggal, dikuliti, dijadikan makanan harimau, dirajam, mati untuk kebohongan itu? Is a lie worth dying for?
Di comment sebelumnya kan anda menyebutkan nih, bahwa anda yakin bahwa Tuhan yang akan menyelamatkan, kalau boleh tahu dari pendapat saudara, menurut saudara bagaimana cara yang mungkin dipakai oleh Tuhan?
nimbrung mas,
judul anda kayak’a sudah sangat ketinggalan jaman d,
another thought?
ini masalah klasik mas, hampir seumur sama kekristenan itu sendiri, n g pernah habis dibahas.
nuwun
nb. ngapain juga saya ikutan y….???
Nimbrung nich..nanggapi Mas Kristo …kenapa Tuhan harus menjadi manusia kan lebih baik menciptakan manusia Biar jadi penolong manusia..kan lebih simpel!?gampangannya gini aja deh kalo kita mau menggembala bebek masa harus jadi Bebek kan lebih baik sewa orang buat nggembala tu bebek!Asli 100 % akal dari seorang yang awam!
Yang namanya iman gak bisa di-logika-in,
semua doktrin agama punya bagian yang gak bisa dijelasin sama logika, itu namanya iman.
Kalo dasarnya gak percaya yang gak percaya, dan yang percaya akan tetap percaya. Kalo diomongin yang bisa abis2. gak akan ada titik temu. Jadi yang terjadi yang terjadilah.
ngekor bang!, begini saya ini orang goblok alias bodho tapi berusaha ngerti!, yang jadi heran saya itu masalah dosa warisan kalo hutang masih mungkin ada yang mewarisi tapi kalo dosa diwariskan enak bener kayaknya ya?, entar saya mau wariskan dosa saya sama sampeyan, mau gak?
mau tau nih :
1. Menurut Anda siapa yang menyusun Alkitab?
2. Darimana pengetahuan itu berasal?
3. Siapa/apa Tuhan itu (atau bagaimana deskripsi Tuhan, jelas gak ya pertanyaannya?)?
mungkin sementara itu dulu dah. Thanks!
@ Hans
Tambahan dikit neeh..
Tuhan juga yang menciptakan malaikat dan satan..
Tuhan tidak akan pernah kalah sedetikpun dari yang namanya satan dan temen-temennya.. kenapa? karena satan itu juga ciptaan Tuhan..
Jadi kalau ada suatu keyakinan yang menggambarkan bahwa Tuhan harus berkelahi melawan satan (kejahatan) itu buat saya sangat menggelikan sekali..
Gimana gak geli, kan satan itu ciptaan Tuhan? satan itu tidak selevel dengan Tuhan.. apalagi sejenis.. Tuhan sebagai pencipta tidak masuk akal bisa dikalahkan ciptaannya yang gak selevel itu..
Kejahatan adalah suatu sikap yang dipilih oleh satan dan temen-temennya.. dan tentu saja dipilih juga oleh sebagian kita manusia ..
Sikap adalah pilihan yang boleh jadi diambil secara sadar atau tidak sadar..
GBU..
jika kejahatan adalah sikap, yang diambil secara sadar, apakah dasarnya sikap tersebut?
Satan sebenarnya melakukan apa yang Dia perintahkan, dan sepenuhnya patuh pada perintah-Nya. Tidak ada kemungkinan lain dari pada itu.
Tidak ada ruang yang luput dari Kuasa-Nya. Bahkan aku bukannya tuan bagi keinginanku sendiri. ~~ Begitukah ?
Memang ada beribu cara pandang Manusia terhadap Tuhan, tapi coba dipikir sekali lagi, apakah sudah benar cara pandang itu?
Memang kita melihat cara pandang yang “memandang” Yesus adalah Tuhan juga belum bisa dibenarkan melalui ilmiah. Memang tidak masuk akal.
Tapi itulah kebaikan dan keajaiban Tuhan.
Ingat, manusia tidak bisa mengerti jalan Tuhan. Ada seribu cara menuju Roma, ada Jutaan cara Tuhan menuju dunia dan salah satunya dengan menjadi manusia.
Kalau memang saudara bilang Yesus itu adalah manusia, MEMANG Yesus adalah manusia waktu di dunia. Dia memang 100% manusia, Alkitab’pun mencatat ini, tapi sekarang karena Dia sudah bangkit, jadi dia bukan manusia lagi.
Kalau berbicara tentang Setan, memang terkadang tidak masuk akal, karena setan awalnya juga ciptaan Tuhan yang bernama Lucifer.
Tapi sekarang coba pikirkan, dan renungkan sejenak, Salah SIAPA sampai-sampai Lucifer itu diusir dari Surga???
dan Tuhan tidak pernah bermaksud untuk melawan Setan. Tidak ada ayat yang mencatat bahwa TUHAN menantang Setan untuk tarung atau berkelahi.
Yang Tuhan katakan hanya bahwa Tuhan membenci semua tingkah laku setan dan perbuatannya itu yang penuh dengan dosa.
kalau pada akhir zaman’pun setan harus berperang melawan Tuhan, itu JUGA salahnya Setan, kok maunya melawan Tuhan? Padahal dia sudah tahu ga bakalan menang?? Coba direnungkan sekali lagi.
Waw, benar2 responsif sekali ya panjenengan iki…
Mugo-mugo panjenengan kalih kulo biso saling sharing seputar esensi kepercayaan terhadap yang Satu.
.
Salam,
sepertinya anda ini orang yang sangat pinter
sangat prospektif,….dan imaginatif
tapi sayangnya anda keblinger ……
wah2. kita harus tau konsep sistim ketuhanan, sebelum anda menjudg tuhan
Enaknya da web blog nya deh?Jd Qt sesama umat beragama bs beradu argumentasi?
Gmana?
Tp saya cm ngusul loh..
boleh kenalan dulu bang!
mungkin ngak kalo kita diskusi lebih mendalam mengenai perjalanan mencari iman yang sejati ….
karena kebanyakan orang sekarang merasa nyaman dan aman dengan keberadaannya sekarang.
bagi saya perjalanan dan pertanyaan yang selalu kita ajukan atas sebuah kebenaran lebih membuktikan bahwa kita serius untuk mendalami dan lebih memahaminya …
thanx salam zuo
bagi saya sendiri, yesus itu memang bukan tuhan.
kalau dia dikatakan 100% manusia dan 100% tuhan kita kan jadi bingung, kapan yesus dikatakan manusia dan kapan dikatakan tuhan?
apakah setiap saat waktu dia manusia dia juga adalah tuhan? bagaimana kalau dia makan, tidur, atau sedang bersembunyi dibalik batu untuk buang air besar misalnya, siapakah yg akan menjaga alam semesta? apakah tuhan yg lain?
kalau memang ada tuhan yg lain berarti ada banyak tuhan dong. ada yg disorga dan ada yg lagi jalan2 di bumi. trus kapan menyatunya, kan bingung…
hal ini lebih dipertegas lagi dgn teriakan yesus sebelum disalib “eli..eli lama sabakhtani” dalam konteksnya dia protes kenapa tuhan meninggalkannya.
artinya dalam hal ini kita mendapatkan dua tuhan. satu, tuhan yg pergi meninggalkan tuhan yg lain, dan kedua, tuhan yg lemah dan bisa disalib oleh manusia tanpa dapat menolong dirinya sendiri tapi dipercaya bisa menyelamatkan seluruh umat manusia.
tuhan memang banyak kok mas, tapi yang maha segalanya cuma satu aja,
mau jadi apapun, mau ngapain aja, terserah DIA, kan DIA yang maha segalanya, bukan manusia, suka-suka DIA toh?
soal 100% dll itu kan pemahaman dan pengenalan atau penjelasan manusia, mencoba menjawab manusia lain yang cuma berhenti di soal siapa atau apa DIA itu, bukan mencoba mengenal lebih jauh dan menghayati atau menghidupinya.
Kemudian bila manusia menjadi maha tahu, pertanyaan saya, bukankah manusia juga kemudian membuat dirinya menjadi tuhan?
Mas untungnya apa sih??? Nyariin Bukti kalo Yesus bukan Tuhan biar orang2 Kristen pada murtad dan jadi mualaf???
Atau ingin mengabarkan kalo islam satu2nya kebenaran???!!!
kalo memang demikian, kabarkan dengan baik, dengan tanpa membuat pertentangan, dengan tanpa menyalahkan, dengan tanpa kebencian, dengan tanpa cari kesalahan, dengan tanpa perang, dengan tanpa bom! bisa nggak kira2??? Kebenaran walau ditutupi tetap benar… Cuma Iblis yang memakai cara2 kotor penuh hasutan untuk menyebarkan pengarunya!!!!
Anda pernah belajar filsafat ilmu nggak? kalo otak anda mampu, tolong belajar dulu, bahwa logika dan kebenaran harus bersifat umum. mengenal siapa tuhan bisa melalui penalaran sederhana dalam tahap ontologi, epistimologi dan aksiologi. coba pelajari lewat hal yang nyata?
Apakah Ajaran Islam adalah ajaran Tuhan??? Jawab ini baru komentari agama orang lain????
hghgfadasdaasddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddd
dasssssssssssssssssssss
dassssssssssssdasdasdad
saddddddddddd
sssssssssssssssssssssssssssssss
sdaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
dsaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaadsadasdaadad
dsaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaddad
adssssssssss
daasdqqqqqq
Halo,
Pertama2, saya termasuk orang yang percaya kalau Yesus adalah Tuhan. Akan tetapi saya sangat menghargai pendapat Anda.
Saya punya pertanyaan untuk Anda. Jika suatu hari Anda benar2 bisa membuktikan kalo Yesus bukan Tuhan lalu apa maknanya buat hidup Anda? Apakah hidup Anda akan menjadi lebih baik? Apa yang akan Anda lakukan sesudahnya?
Terus terang saya juga pernah mempertanyakan hal yang kurang lebih sama mengenai hal ini. Akan tetapi pada akhirnya saya dihadapkan pada sebuah pilihan. Apakah saya akan menganggap Yesus sebagai Tuhan atau sebagai manusia bisa? Dan saya memilih Yesus sebagai Tuhan saya. Mungkin ini yang dikatakan iman.
GBU
Lama tidak berkunjung ke blog ini.
1)Tuhan tidak mungkin tidak masuk akal, seperti Tuhan berada dalam wujud manusia, benar?
2)Menurut Anda semua yang ada di dunia harus/pasti bisa di-logika, begitu?
3)Setiap apa yang ada dalam hidup manusia bisa didekati/dijelaskan dengan logika, benar?
4)Menurut saya setiap orang pernah merasakan ketika dia akan berbuat sesuatu yang salah maka akan ada perasaan tidak nyaman/gelisah/takut/was-was(kecuali kebangetan orangnya!). apakah ini bisa dijelaskan secara logika/ilmiah? karena saya tidak tahu bagaimana menjelaskannya secara ilmiah atau memang tidak mungkin?
5)Benar gak ya kalo saya menangkap bahwa inti dari pembicaraan di blog ini adalah mencoba me-logikan-kan Tuhan atau mencoba mengenal Tuhan dengan berawal dari logika?
6)Jika memang iya, apakah pantas dan memungkinkan mengenal Tuhan dengan berawal dari logika?
7)Jika pada poin 4 tidak bisa juga dijelaskan secara logika/ilmiah maka menurut saya Tuhan juga tidak pantas dikenal dengan berawal dari logika sebab manusia saja tidak dapat dikenal penuh dengan logika.salah?
Tambahan comment di atas :
Ini saya copy-paste dari comment #24 “Tapi Yesus sendiri tidak pernah menyatakan dirinya adalah Tuhan.. Jadi Yesus bukan manusia gila.. Justru dia tahu bahwa dia bukan tuhan karena dia hanyalah jalan menuju Tuhan Bapa.” apakah ini berarti Anda percaya juga Yesus adalah jalan kepada Bapa dan menerima bagian yang mengatakan “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup”?
he he he ikut nimbrung lagi ahh… untuk mas ajie, ngamuk nih yee.. saya yakin maksud hati yang buat blog ini adalah baik adanya: karena memang membahas masalah yesus itu tuhan ato manusia, intinya hanya pada percaya secara hati nurani atau secara logika aza. ngga usah emosi karena biar bagaimanapun orang yang percaya bahwa yesus itu tuhan, banyak koq. apalah artinya kalo marah2 seperti ini, btw utk penulis lanjut terus karena ini bisa menambah wawasan kita kepada pengetahuan akan tuhan… semoga mahluk berbahagia………
Saudaraku semua, kalau kita ingin mendapatkan makna dari suatu pembicaraan sebaiknya dan alangkah bijaksananya kalau kita sampaikan sesuai dengan kontek dasarnya dan secara runtut, sebab akibat, hakekat akhirnya, sebab antara perjanjian lama nobuat Allah dan perjanjian baru merupakan pemenuhan dari pada nobuat tersebut, kalau kalian semua ngomong atas dasar wudele dewe yang sia – sia………
BLOG YANG BAGUS
SALAM DARI JUNIOR
” 1. Tidak diperkenankan menggunakan argumen-argumen yang berasal dari kitab suci atau keimanan agama non Katolik/Protestan.”
“Yang diperkenakan adalah menggunakan argumen:
1. “pikiran polos” yaitu pikiran seperti pikiran anak kecil yang polos yang selalu bertanya untuk memahami sesuatu. Pikiran yang tanpa prasangka dan tidak memasukkan iman sebagai dasar berargumen.. Atau;”
HAHAHAHAHAHAHAHAHA
LUCUUUUUU!!! Kekekekek
itu saja sudah cukup menerangkan Hehehehe
la 200% artinya yg bener 100% yang salah 100%
kalo 100% =1, 1 + 1 = 2 maka lahirlah yang ke 3 roh kudus
semuanya 300 % daskumumetmas !!!!!!!!!!!!!!!!!!!
akal-akalanya sopo ni ????
dulu waktu manusia jadi terkena dosa oleh adam hawa kita jadi bisa terkena maut
dulu jaman abraham dan musa untuk menghilangkan dosa itu diperlukan kurban domba domba itu harus laki laki dan tidak boleh bercacat dengan itu dosa manusia dapat hilang namun itu hanya sementara
lalu Allah karena begitu cintanya kepada manusia
manusia datang ke dunia untuk menebus dosa manusia
manusia itu harus bersih dari dosa dan juga harus sempurna tidak ada manusia yang sempurna
lalu Allah menjelma menjadi manusia Yesus
Dia rela mengorbankan nyawanya untuk manusia agar manusia tidak menemui maut itu merupakan kurban final maka Yesus disebut isa almasih
maaf yang buat blog ini mbok mikir pake otak
kalo g ada Yesus kita g akan bisa pergi ke surga
Yesus kelahirannya sudah diramalkan sejak nabi musa Yesaya
Percayalah maka engkau dan seluruh isi rumahmu akan diselamatkan
Hallo dan salam sejahtera
Senang rasanya berkunjung ke blog anda, karena tulisan2 kritis seperti ini diperlukan untuk memperkuat iman kepada Tuhan Yesus.
Itulah kelebihan dari agama Kristen yang selalu membuka diri untuk di-kritisi/di-uji oleh siapa dan dimana saja.
yang saya yakin semakin di-uji/di-kritisi, akan semakin membuka kebenaran sejati akan Tuhan Yesus.
Seperti yang selalu Anda ulangi dalam artikel/jawaban Anda, bahwa “Tuhan adalah Tuhan dan Yesus adalah manusia..
Tidak masuk akal Tuhan menjadi manusia dan tidak masuk akal manusia menjadi Tuhan” maka saya berkesimpulan bahwa Anda juga adalah seorang yang percaya akan adanya kuasa Tuhan/Allah, dengan demikian saya masih bisa mencoba menyumbangkan pikiran, lain halnya kalau diskusi dengan orang Atheis, maka pasti tidak akan ada ujung dan pangkal.
Kalau saya melihat tulisan2 anda, dasar argumen Anda meragukan ke-Tuhanan Yesus adalah logika dasar manusia dan keraguan terhadap Alkitab, karena anda yakin telah ada perubahan/penambahan yg disengajai di Alkitab dengan tujuan utk men-Tuhan-kan Yesus. Maka dgn demikian saya tidak akan membahas Alkitab, karena pertama saya masih sangat dangkal pemahaman di Alkitab dan ke-dua, Alkitab menjadi tidak relevan karena anda tidak mempercayai-nya / meragukan-nya.
Oke berangkat dari sama-sama percaya bahwa ada Kuasa Tuhan/Pencipta/Allah di Dunia ini,
Tuhan/Allah sebagai “Maha Pencipta” dan “Maha Kuasa” telah menciptakan bumi beserta isinya kemudian menciptakan “Manusia” untuk menguasai bumi dan isinya, tujuan-nya untuk apa? bukankah Tuhan/Allah itu “Maha Sempurna” maka tanpa ada manusia juga ga apa2 kog. secara logika polos, tidak akan ada jawaban-nya bukan?
Membaca beberapa artikel dari agama Islam dan Kristen yang mencoba mengupas Tujuan penciptaan manusia, dapat disimpulkan bahwa Tuhan/Allah menciptakan manusia adalah untuk menunjukkan eksistensi-nya. Mungkin jawaban itu benar, mungkin juga salah.
namun tidak ada bukti juga bahwa cerita saya tidak benar, dimana di-akhir cerita versi saya, akan menjawab pertanyaan mengapa Yesus adalah manusia sekaligus Tuhan.
nah, karena tidak ada jawaban yang pasti, maka tidak ada salahnya saya mengutarakan jawaban dari versi saya sendiri walaupun ada fantasinya
Mohon maaf jika, tulisan saya ini begitu panjang (karena kurang bisa/fasih dalam menulis, jadi mungkin kesan-nya bertele-tele)
Tujuan Penciptaan Manusia
—————————
Awal mula sebelum adanya Manusia dan bumi, tentunya kita setuju bahwa hanya ada Zat tertinggi Tuhan/Allah beserta malaikat2nya, semua malaikat hidup dalam kesempurnaan bersama Tuhan/Allah, kecuali kelompok malaikat yang bernama Iblis cs.
Kelompok ini selalu berusaha bersaing dengan Tuhan/Allah (mungkin saking tidak adanya kerjaan di Surga, karena sudah sempurna semua, maka timbul dengki di hati sekelompok malaikat).
Tuhan/Allah sebagai zat tertinggi tentu-nya sangat mudah melawan Iblis CS tersebut, tinggal berfirman saja maka wuis….Iblis cs akan berubah jadi burung belibis.
Tapi Tuhan/Allah tidak mau menggunakan kekuasaan untuk memberangus setiap pemberontakan (emang Tuhan kita itu Diktator apa?) karena jika bisa menghancurkan Iblis CS dengan kekuasaan saja, apakah bisa menjamin bahwa tidak akan timbul kelompok Iblis lain dari Malaikat yg lain? karena ternyata Malaikat itu tetap tidak sempurna, hanya ada satu yang “Maha Sempurna” yaitu Tuhan/Allah sendiri.
Untuk itulah maka diciptakan-Nya sesuatu yang berbeda dengan Malaikat, kalau malaikat itu diciptakan dalam keadaan instant (seperti mie-instant) begitu diciptakan langsung memiliki kuasa namun tidak Sempurna seperti Tuhan/Allah, sehingga masih memiliki rasa dengki seperti iblis CS.
maka manusia diciptakan dari titik awal, supaya melalui suatu PROSES pematangan manusia bisa menerima hikmad Tuhan/Allah dengan sempurna, sehingga suatu saat nanti manusia yang sudah matang secara rohani akan bergabung menjadi Malaikat bersama dengan Tuhan/Allah, yang walaupun
tetap tidak sempurna seperti Tuhan/Allah, tapi sudah mendekati wujud Tuhan/Allah (sehingga tidak ada dengki/iri lagi seperti malaikat instant, Iblis CS).
Mengapa Yesus adalah manusia sekaligus Tuhan?
————————————————–
tahap proses pematangan awal, manusia ditempatkan di taman-eden bersama2 malaikat dan Tuhan/Allah, tapi ternyata Iblis CS tidak tinggal diam, maka dengan segala upaya, manusia awal diajari rasa dengki ingin bersaing dengan Tuhan sehingga melakukan dosa dengan melawan larangan Tuhan.
akibatnya Tuhan merasa proses pematangan manusia harus lebih keras lagi, maka ditempatkanlah manusia di bumi ini,namun dibekali dengan isi bumi untuk dikuasai manusia selama proses pematangan-nya, namun saat itu benih2 Iblis juga sudah bersemayam didalam hati manusia.
Nah, sejarah manusia mulai terjadi….dari jaman Nabi Musa…sampai jaman sebelum Yesus, tidak terhitung banyaknya Nabi2 (dari kalangan manusia sendiri) yang diutus oleh Tuhan untuk memberikan hikmad kepada manusia, namun seperti yang kita baca, manusia selalu memberontak terhadap hikmad Tuhan, tentunya kita berpikir kog Tuhan mau ya..meluangkan waktu mengutus Nabi2 untuk memberikan hikmad pada Manusia,
kenapa Tuhan tidak langsung tunjukkan kuasanya sehingga manusia ketakutan dan langsung menyembah Tuhan, atau Kenapa Tuhan tidak mengutus Malaikat saja sebagai Nabi, supaya manusia langsung melihat dan percaya,
sekali lagi, Tuhan tidak mau instant tapi mau manusia melalui PROSES pematangan. dengan menggunakan Nabi dari kalangan manusia sendiri maka diharapkan Nabi tersebut akan lebih dapat diterima oleh manusia biasa sehingga proses pematangan dari dalam diri manusia bisa terjadi.
Tuhan maunya manusia menerima Tuhan karena benar2 dari dalam hatinya, bukan karena takut (walaupun para Nabi akhirnya banyak menakut-nakuti manusia yg tidak mau bertobat, seperti yg kita baca dalam Alkitab)
akan tetapi dasar manusia yang sudah memiliki benih iblis, tetap memberontak terus, dan nabi yang diutus Tuhan tetap seorang manusia biasa, yang walaupun diberikan kuasa Tuhan, tidak sedikit yang malah ikut jatuh kedalam dosa. dan manusia kurang merasakan ke-Tuhanan dalam diri nabi itu sendiri, karena memiliki banyak ketidak-sempurnaan, yang walaupun mengajarkan kebaikan tapi tetap bisa melakukan dosa.
Karena itulah Tuhan/Allah merasa PROSES PEMATANGAN manusia harus dilakukan dengan cara/kriteria (dalam bahasa sehari2) :
1.Tetap harus melakukan pendekatan Manusia ke Manusia, supaya manusia memperoleh hikmad Tuhan dari dalam, sehingga yg diutus harus tetap wujud manusia
2.Orang yang diutus tersebut harus bebas dari dosa (dosa asal kek, dosa dunia kek, pokok-nya semua dosa)
3.Orang yang diutus tersebut harus memiliki kuasa Surgawi / Kuasa Allah
4.Orang yang diutus tersebut harus mengorbankan dirinya pada akhir tugasnya, supaya manusia melihat sendiri, betapa orang yg di Utus oleh Tuhan yg tidak berdosa sama sekali, dan memiliki kuasa Surgawi, rela mati demi per-tobatan / proses pematangan manusia.
Karena tidak mungkin ada manusia di bumi ini yg bisa memenuhi kriteria tersebut diatas, maka Tuhan/Allah menurunkan roh-nya sendiri kedalam rahim perawan Maria, supaya dilahirkan dalam wujud manusia yang dinamakan Yesus (butir no.1 diatas terpenuhi), karena itu Yesus disebut sebagai Anak Manusia dan Anak Allah, anak manusia karena memang dilahirkan sebagai wujud manusia dan Anak Allah karena dilahirkan dengan Roh Allah sendiri.
Nah karena berasal dari roh Allah dan dilahirkan melalui Perawan, maka Yesus tidak akan memiliki dosa asal, dan dosa lain2nya (butir no.2).
dan Tentunya sebagai roh Allah sendiri Yesus memiliki kuasa2 Surgawi, sehingga bisa melakukan penyembuhan dan mukzijat (butir no.3).
dan akhirnya Yesus mengorbankan diri-Nya di Kayu Salib supaya manusia bisa melihat dan sadar akan dosa2nya dan mau menerima hikmad Allah, dan bisa menjadi
bahan referensi iman bagi manusia-manusia yang lahir setelah jaman Yesus (butir no.4)
Nah setelah Roh Allah turun untuk membantu PROSES PEMATANGAN manusia sendiri dalam wujud manusia Yesus, maka manusia diberikan rentang waktu yang cukup panjang untuk bertobat dan menerima hikmad Allah (selama kehidupan kita di Bumi ini), yang mana merupakan kesempatan terakhir kita, jika tetap bandel maka begitu kita sudah bye-bye(mati) dari dunia ini, maka kesempatan bertobat kita juga hilang, maka bersiap-siaplah kita menghadapi pengadilan akhir yang akan dilakukan sendiri
oleh Tuhan Yesus sendiri, tapi Yesus yang sudah dalam Wujud ALLAH sendiri.
dengan demikian tidak ada yang tidak mungkin dengan “Tuhan adalah Yesus dan Yesus adalah Tuhan, sangat masuk akal Tuhan menjadi manusia, TAPI MEMANG TIDAK
MASUK AKAL, MANUSIA BISA MENJADI TUHAN”
ini hanyalah perenungan pribadi saya sendiri, yang mudah2an bisa menjawab keraguan saudara akan ke-Tuhanan Yesus.
GBU
Dear Pemilik blog,
Senang rasanya mendapatkan comment anda atas opini yg ada.
tapi sebelum mulai bahas yang lain, saya ingin comment sedikit mengenai tulisan reply anda soal Kristen yg terbuka untuk di-kritisi.
saya rasa tulisan saya tidak berlebih-lebihan kog, buktinya SAAT INI diantara semua agama, hanya agama Kristen yang boleh dengan bebas dibahas/diuji dimana saja dan oleh siapa saja, tanpa ada tekanan dari otoritas gereja ataupun tekanan dari penganut2nya.
Soal Sejarah jumlah orang Kristen yang mati demi keyakinan nya, itu juga benar adanya, dan hal itu diakui dan disesali oleh Otoritas Gereja sendiri, bahwa pada jaman dulu (terutama saat perang salib), Gereja dan penganut Kristen memang melakukan kesalahan2 yang tidak pantas dan tidak sesuai dengan ajaran Yesus Kristus oleh karena itulah Otoritas Kristen saat ini menjadi sangat terbuka untuk dikritisi, jadi pendek kata, telah belajar dari kesalahan fanatisme sempit, maka sekarang menjadi terbuka untuk di-kritisi.
Kemudian menurut saya, anda kurang fair terhadap penilaian anda sendiri, anda selalu menuntut logika yg bisa dibuktikan secara manusiawi, menuntut bukti-bukti konkrit seakan-akan teori keTuhanan bisa dibuktikan secara eksakta (pasti). Padahal masalah yang anda angkat adalah masalah yg berhubungan dengan ke-Tuhanan, yg pasti di ujung pembuktian akan berhubungan dengan iman.
Mengapa anda tidak fair? contoh, anda selalu menggunakan buku2 referensi yg menurut anda sejalan dengan jalan pemikiran anda, sekarang kalau saya tanyakan kembali kepada anda bukti apa yg anda punya bahwa penulis yang menulis buku tersebut adalah benar sesuai fakta? apakah ada satupun penulis yg bisa membuktikan bahwa tulisannya akurat? terus terang kita semua sebagai manusia hanya bisa meraba2 dan menyakini dengan iman (tapi bukan iman tanpa logika, melainkan Logika dengan iman).
Atau contoh lain, anda mengatakan bahwa anda percaya adanya Tuhan/Allah sang pencipta, sekarang saya tanyakan kembali apa buktinya ada Sang Pencipta? padahal mungkin bertentangan dengan teori evolusi yang kita pelajari waktu sekolah. dan kalau mau dicari buku-buku yang menentang adanya Sang Pencipta, saya rasa akan banyak sekali buku-buku tersebut. Trus apakah anda bisa buktikan secara pasti ada Sang Pencipta?
Anda mengatakan bahwa:
“Anda memulainya dari Tuhan kemudian berusaha membuktikan bahwa Tuhan adalah Yesus. Saya cuma mau bilang penjelasan apapun yang dimulai dari Tuhan kemudian diarahkan ke suatu kesimpulan bahwa Yesus itu Tuhan pastilah menggunakan logika Iman bukan logika polos.. ”
Padahal anda menanyakan sesuatu yang di mulai dari Yesus dan minta pembuktian sebagai Tuhan, lah apa bedanya dengan comment anda diatas? saya hanya mulai pembahasan dari sisi Tuhan kemudian dijabarkan ke sisi Yesus, sedangkan anda bertanya dari sisi Yesus kemudian minta di buktikan ke sisi Tuhan? begitu sudah ketemu pembahasan akan Tuhan maka hanya Logika+Iman yang bisa jalan.
Jadi, kesimpulan saya, kalau kita ingin membahas sesuatu yang tidak bisa kita jangkau secara logika manusia sampai ke akar, maka kita harus menggunakan pendekatan logika-iman, tapi bukan untuk pertentangan, melainkan untuk kekayaan iman kita masing2, terserah pada keyakinan kita masing-masing, seperti kata anda, itu adalah Pilihan.
dan tulisan saya :
“dengan demikian tidak ada yang tidak mungkin dengan “Tuhan adalah Yesus dan Yesus adalah Tuhan, sangat masuk akal Tuhan menjadi manusia, TAPI MEMANG TIDAK
MASUK AKAL, MANUSIA BISA MENJADI TUHAN”
memiliki arti bahwa bahwa Tuhan sebagai yang “Maha”, tentu sangat mungkin kalau Dia menjadi manusia dengan kehendak-NYA. tapi kita sebagai manusia sangat tidak mungkin bisa menjadi Tuhan. itu saja…..
Kalau renungan saya tidak menjawab keraguan anda akan ke Tuhanan Yesus ya memang tidak papa, karena kalau sesuai keyakinan saya Yesus adalah Tuhan, maka seperti kata GusDur Tuhan tidak perlu dibela kok, dan saya memang tidak membela Yesus sebagai Tuhan, tapi hanya menuliskan suatu pendapat pribadi saya, karena itu dalam tulisan saya tidak pernah ada caci-maki, dan tidak pernah saya mencoba menjelekkan agama-agama lain diluar keyakinan saya.
GBU
Dear pemilik blog,
sorry diluar konteks….
karena saya adalah orang yg awam didalam menulis di blog, dsb…..bisa tolong informasikan cara me-reply suatu tulisan? atau begini, bagaimana caranya membuat tulisan menjadi BOLD, supaya bisa dibedakan mana yg merupakan kutipan dari comment terdahulu dan mana yg merupakan tulisan reply-nya.
Contoh seperti yg anda tulis sebagai reply terhadap tulisan saya, semua tulisan anda dibuat dalam huruf BOLD, jadi orang gampang membedakan mana comment anda, dan mana yg merupakan tulisan dari orang lain. atau feature itu hanya untuk pemilik blog?
Mohon maaf, karena saya benar2 tidak tahu caranya….maklum ga pernah ikut2an nulis di blog…..ini pengalaman yg pertama.
Thx sebelumnya
GBU
Dear Pemilik blog,
saya hanya ingin comment lagi beberapa hal aja:
tulisan anda
“Mungkin gak juga kalee.. Kalau sikap ‘terbuka untuk dikritisi’ ada hubungannya gak dengan caci maki yang dilakukan saudara kita umat kristen kepada orang lain?
Coba mas, searching2 deh.. Lihat2 juga di Youtube deh..
Sekarang caci maki dan hinaan penganut agama (apapun) udah jadi perkataan yang umum kita lihat, minimal di belantara internet ini.”
Anda betul bahwa banyak penganut (hampir dari semua agama) melakukan caci maki di internet, itu adalah kenyataan.
tapi yang saya tulis adalah
“Otoritas Kristen saat ini menjadi sangat terbuka untuk dikritisi, jadi pendek kata, telah belajar dari kesalahan fanatisme sempit, maka sekarang menjadi terbuka untuk di-kritisi”
Jadi Otoritas Kristen-nya yg saya maksud (sikap resmi Gereja baik Katolik maupun Protestan), kalau penganut2nya yang melakukan caci maki itu sudah wilayah pribadi masing2.
tapi minimal dengan sikap Otoritas Kristen yang terbuka, maka akan menjadi panduan bagi sebagian besar umat Kristen utk tidak melakukan hal2 tersebut.
Kemudian soal kita beda arah, anda menggunakan pendekatan dari sisi manusia kemudian mencoba untuk membenturkan ke sisi Tuhan,
kalau dengan pendekatan seperti itu, lalu anda mengharapkan bukti konkrit atau logis
(logis menurut siapa? apakah karena pikiran seseorang kritis trus menjadi benar?) maka saya rasa pencarian anda akan tidak
menemukan hasil yang memuaskan.
dan saya tetap mengatakan anda tidak fair, karena seperti yg anda tulis, anda percaya ada kuasa Tuhan, karena tidak mungkin alam semesta yang demikian rumit tapi harmonis bisa disebabkan oleh
kebetulan saja.
itu adalah suatu kesimpulan iman bukan? karena tidak ada bukti/logika yg mendukung, maka anda menggunakan kata “TIDAK MUNGKIN”.
padahal kalau anda keukeuh menggunakan pendekatan logika polos / kritis, harusnya anda adalah pendukung teori Darwin, karena saat ini
hanya pendekatan logis Teori Darwin yang mendekati dari sisi pemikiran Ilmiah/logika, bukan Iman. Bukti2 arkeologi memang tidak/belum ada yg mendukung Teori Darwin,
tapi bukankah seperti anda membaca buku2 yg menurut anda pengarang-nya sangat logis dan kritis walau tidak bisa dibuktikan secara pasti.
(kalau menurut saya, anda percaya buku tsb hanya karena sejalan dengan pikiran anda) buku2 sudah anda jadikan sebagai satu pijakan argumen.
maka kenapa teori darwin yg sudah begitu logis dan kritis tidak anda jadikan pijakan? bukankah demikian?
Tapi kenyataan-nya kan tidak bukan? berarti anda masih termasuk golongan LOGIKA+IMAN, hanya saja anda tidak percaya Yesus adalah Tuhan,
dan itu bukan berarti anda adalah seorang pemikir logika-polos tapi anda adalah seorang Logika+Iman.
karena begitu menyangkut penjelasan Kuasa Tuhan, anda akan kembali pada satu “Kesimpulan Iman”, bahwa tidak mungkin bisa terjadi kalau bukan karena Kuasa Tuhan.
Jadi kita sebenarnya adalah satu arah, hanya beda keyakinan (dan bukan logika yg membedakan kita, tapi keyakinan Iman yg membedakan kita).
Posting cerita saya sebelumnya, memang sengaja saya buat2 dengan fantasi2, hal ini saya tujukan untuk membangkitkan argumen anda,
karena saya ingin melihat di posisi manakah anda, makanya sengaja saya
ceritakan fantasi soal penciptaan manusia, karena sampai titik itu orang pasti akan kembali pada kesimpulan Iman.
sebenarnya masih banyak yg ingin saya jawab dari comment anda, tapi karena susah sekali untuk reply dengan pembeda comment dan reply (harus mengetikkan kode2 tag tertentu), jadi
saya hanya menjawab yang seperlunya saja.
Oke, senang berdiskusi dengan anda, saya harus segera kembali bekerja (kembali ke rutinitas)
mudah2an para netters yg sering mencaci maki dalam diskusi agama, bisa mencontoh blog anda
tetap berdiskusi dengan prinsip keyakinan masing2, tapi tidak menggunakan kata2/argumen yg kasar dan tidak mundukung tujuan diskusi itu sendiri
karena pada akhirnya, biarlah para pembaca / pengunjung blog yang menarik kesimpulan pribadi sendiri2.
GBU
waduh maaf, salah kode, jadi semua BOLD, mohon maaf sebesar2nya, keliatannya garis miring penutupnya terbalik
Dear Pemilik blog,
saya hanya ingin comment lagi beberapa hal aja:
tulisan anda:
“Mungkin gak juga kalee.. Kalau sikap ‘terbuka untuk dikritisi’ ada hubungannya gak dengan caci maki yang dilakukan saudara kita umat kristen kepada orang lain?
Coba mas, searching2 deh.. Lihat2 juga di Youtube deh..
Sekarang caci maki dan hinaan penganut agama (apapun) udah jadi perkataan yang umum kita lihat, minimal di belantara internet ini.”
Anda betul bahwa banyak penganut (hampir dari semua agama) melakukan caci maki di internet, itu adalah kenyataan.
tapi yang saya tulis adalah
“Otoritas Kristen saat ini menjadi sangat terbuka untuk dikritisi, jadi pendek kata, telah belajar dari kesalahan fanatisme sempit, maka sekarang menjadi terbuka untuk di-kritisi”
Jadi Otoritas Kristen-nya yg saya maksud (sikap resmi Gereja baik Katolik maupun Protestan), kalau penganut2nya yang melakukan caci maki itu sudah wilayah pribadi masing2.
tapi minimal dengan sikap Otoritas Kristen yang terbuka, maka akan menjadi panduan bagi sebagian besar umat Kristen utk tidak melakukan hal2 tersebut.
Kemudian soal kita beda arah, anda menggunakan pendekatan dari sisi manusia kemudian mencoba untuk membenturkan ke sisi Tuhan,
kalau dengan pendekatan seperti itu, lalu anda mengharapkan bukti konkrit atau logis
(logis menurut siapa? apakah karena pikiran seseorang kritis trus menjadi benar?) maka saya rasa pencarian anda akan tidak menemukan hasil yang memuaskan.
dan saya tetap mengatakan anda tidak fair, karena seperti yg anda tulis, anda percaya ada kuasa Tuhan, karena tidak mungkin alam semesta yang demikian rumit tapi harmonis bisa disebabkan oleh
kebetulan saja.
itu adalah suatu kesimpulan iman bukan? karena tidak ada bukti/logika yg mendukung, maka anda menggunakan kata “TIDAK MUNGKIN”.
padahal kalau anda keukeuh menggunakan pendekatan logika polos / kritis, harusnya anda adalah pendukung teori Darwin, karena saat ini hanya pendekatan logis Teori Darwin yang mendekati dari sisi pemikiran Ilmiah/logika, bukan Iman.
Bukti2 arkeologi memang tidak/belum ada yg mendukung Teori Darwin, tapi bukankah seperti anda membaca buku2 yg menurut anda pengarang-nya sangat logis dan kritis walau tidak bisa dibuktikan secara pasti.
(kalau menurut saya, anda percaya buku tsb hanya karena sejalan dengan pikiran anda) buku2 sudah anda jadikan sebagai satu pijakan argumen.
maka kenapa teori darwin yg sudah begitu logis dan kritis tidak anda jadikan pijakan? bukankah demikian?
Tapi kenyataan-nya kan tidak bukan? berarti anda masih termasuk golongan LOGIKA+IMAN, hanya saja anda tidak percaya Yesus adalah Tuhan, dan itu bukan berarti anda adalah seorang pemikir logika-polos tapi anda adalah seorang Logika+Iman.
karena begitu menyangkut penjelasan Kuasa Tuhan, anda akan kembali pada satu “Kesimpulan Iman”, bahwa tidak mungkin bisa terjadi kalau bukan karena Kuasa Tuhan.
Jadi kita sebenarnya adalah satu arah, hanya beda keyakinan (dan bukan logika yg membedakan kita, tapi keyakinan Iman yg membedakan kita).
Posting cerita saya sebelumnya, memang sengaja saya buat2 dengan fantasi2, hal ini saya tujukan untuk membangkitkan argumen anda, karena saya ingin melihat di posisi manakah anda, makanya sengaja saya ceritakan fantasi soal penciptaan manusia, karena sampai titik itu orang pasti akan kembali pada kesimpulan Iman.
sebenarnya masih banyak yg ingin saya jawab dari comment anda, tapi karena susah sekali untuk reply dengan pembeda comment dan reply (harus mengetikkan kode2 tertentu), jadi
saya hanya menjawab yang seperlunya saja.
Oke, senang berdiskusi dengan anda, saya harus segera kembali bekerja (kembali ke rutinitas)
mudah2an para netters yg sering mencaci maki dalam diskusi agama, bisa mencontoh blog anda
tetap berdiskusi dengan prinsip keyakinan masing2, tapi tidak menggunakan kata2/argumen yg kasar dan tidak mundukung tujuan diskusi itu sendiri
karena pada akhirnya, biarlah para pembaca / pengunjung blog yang menarik kesimpulan pribadi sendiri2.
GBU
wah ga mau juga padahal dah pake
……isi ketikan
sorry sekali lagi
shalom, dikitab suci agama apa saja diajarkan bahwa dunia ini diciptakan oleh “Sang Pencipta”, TUHAN/ALLAH/YAHWEH/BAPA. Dia maha kuasa dan tidak ada yang dapat disetarakan dengan Nya.
Tuhan tidak lahir kebumi dan karena tidak dapat disetarakan dengan apapun, mustahil Dia lahir sebagai manusia. kalau Dia jadi manusia dan berada dibumi, siapa yang mengatur/memerintahkan dunia ini? karena dunia ini bukan hanya bumi.
Tuhan yang maha kuasa tidak mungkin mati, apalagi mati dikayu salib. masa’ Tuhan mati? yang benar aja?!
Jadi tidak masuk akal banget Tuhan jadi manusia!
Siapa Yesus? nah kalau ini baru manusia! Dia berada 9 bulan dikandungan perawan Maria dan lahir sebagai manusia. Dia besar sebagai manusia dan melakukan pekerjaanNya sebagai manusia serta mati atas penganiayaan kelompok orang yang tidak sepaham denganNya.
Jadi Yesus bukanlah Tuhan tetapi manusia. tapi manusia yang bagaimana? nah kalau ini saya katakan Dia adalah manusia yang luar biasa! kenapa? Dia tercatat tidak pernah berbuat dosa, penuh kasih dan rela mati dikayu salib untuk keimananNya, bangkit dan terangkat kesurga. dalam sejarah dunia ini belum ada manusia yang seperti Dia!
Jadi Yesus bukan Tuhan melainkan Manusia yang luar biasa!
GBU
Hay..hay.. boleh nanya ga??? sampean pernah baca alkitab? =)
logika dan rasio tidak akan pernah sejalan.
cuma dengan iman kita mampu meyakini Tuhan itu ada dan telah datang ke dalam dunia untuk menyelamatkan orang yang berdosa dan pada masa yang entah kapan tapi pasti Tuhan akan datng kembali untuk menghakimi semua orang di muka bumi ini.
i pray to God to touch your heart as He touch my heart. GBU.
logika dan rasio tidak akan pernah sejalan dengan agama.
sama halnya dengan cinta yang takkan pernah sejalan dengan logika.
cuma dengan iman kita mampu meyakini Tuhan itu ada
dan telah datang ke dalam dunia untuk menyelamatkan orang yang berdosa dan pada masa yang entah kapan tapi pasti Tuhan akan datng kembali untuk menghakimi semua orang di muka bumi ini.
i pray to God to touch your heart as He touch my heart. GBU.
Yesus manusia? Silakan lihat film dokumenter BBC (Discovery Channel) “Jesus Son of GOd” di sana dibahas semua sisi kemanusiaan Yesus.
@daniel
Dia maha kuasa dan tidak ada yang dapat disetarakan dengan Nya.
Tuhan tidak lahir kebumi dan karena tidak dapat disetarakan dengan apapun, mustahil Dia lahir sebagai manusia. kalau Dia jadi manusia dan berada dibumi, siapa yang mengatur/memerintahkan dunia ini? karena dunia ini bukan hanya bumi.
Tuhan yang maha kuasa tidak mungkin mati, apalagi mati dikayu salib. masa’ Tuhan mati? yang benar aja?!
Lho.. katanya Tuhan maha Kuasa,masa nggak bisa datang ke bumi menjadi manusia sambil tetap di “surga” mengatur alam semesta…
Ya benar Tuhan tidak mati, yang mati di kayu salib adalah MANUSIA Yesus, bukan TUHAN Yesus…
Tuhan tidak bisa beranak? he he.. pohon pisang itu tidak beristri/bersuami juga BISA beranak mas…, apa Tuhan kalah sama pohon pisang?!
aku mau nanya nih.
1. saat Yesus dibabtis, ada suara dari langit, Inilah anakku dan kepadanya lah aku berkenan. suara siapakah itu?
2. saat Yesus berdo’a, Dia berdo’a kepada siapa?
3. saat Yesus teriak di kayu salib, “Eli, Eli, lama sabakhtani?”berteriak kpd siapakah dia?
4. saat Yesus dibangkitkan dari kematian, siapakah yang membangkitkannya?
5. saat Yesus berkata, aku adalah utusan. siapa yang mengutus dia?
dari hanya 5 pertanyaan ini terjawab sudah bahwa Yesus bukanlah Yahweh. karena:
a. yang bersuara dari langit adalah Yahweh
b. Yesus berdoa kepada Yahweh
c. Yesus berteriak kepada Yahweh
d. yang membangkitkan Yesus dari kematian adalah Yahweh
e. yang mengutus Yesus kedunia ini adalah Yahweh.
dan disorga ada dua takhta :
Wahyu 22:3 Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,
disini digambarkan ada 2 takhta yaitu Takhta Yahweh dan Takhta Yesus.
Yahweh Bapa kita adalah maha dahsyat dan luar biasa dan Dia lah yang menciptakan semuanya termasuk Yesus.
wah berarti kalo gak boleh pake kitab suci mnapun ya mbah…??
kayaknya sampeyan perlu mengeksplore dari buku “Teologi Sistematik” (penulisnya lupa hehe…) nanti tak kasih tau lagi ya…….
emang sih…otak waras gak bakalan percaya Tuhan manusia, manusia Tuhan (homo ausios yng digagas bapak2 gereja)….
eh numpamg tanya nuat Mas Kristo: di ayat mana di Bbel yang mengatakan Yesus itu 100% Tuhan dan 100% manusia? kayaknya ide Yesus 100% Tuhan 100% manusia itu ciptaan bapak2 gereja karena bingung soal hubungan Yesus dengan Tuhan….mungkin sampeyan perlu baca sejarah trinitas dan konsili2 gereja…
Mantap brur, diskusi disini sangat menarik ……. lanjut !
numpang comment neh..
saya punya pendapat pribadi yang ingin dishare kepada kawan-kawan
menurut saya iman dan logika haruslah berjalan bersamaan
begini…
seseorang yang lahir dari keluarga yang mempunyai suatu keyakinan tertentu akan memandang bahwa hal itu memang benar karena dia telah “didoktrin” untuk mempercayai hal tersebut.
contoh:
bagi keluarga atheis mungkin akan “mendoktrinkan” anaknya bahwa tuhan itu tidak ada,
atau bagi keluarga kristen akan “mendoktrinkan” bahwa yesus adalah tuhan.
tentunya bagi orang yang hanya mengandalkan iman 100% mengganggap bahwa hal tersebut memang benar, dan apabila ada seseorang yang menentangnya maka orang tersebut dapat dikatakan sesat.
contoh disini:
A seorang anak beragama kristen yang lahir dan dibesarkan dilingkungan yang meyakini bahwa yesus=tuhan, maka apabila ada seorang teman (B) yang berbeda keyakinan (misal: atheis) yang menganggap yesus bukan tuhan (bahkan meyakini bahwa tuhan itu tidak ada) maka dia akan dianggap sebagai seorang yang sesat.
tapi bagaimana bila A lahir dari keluarga atheis, atau yang lainnya?
apakah A akan mengganggap bahwa yesus=tuhan??
saya rasa jawabannya tidak. karena ia tidak “didoktrinkan” bahwa yesus=tuhan
coba posisikan diri anda menjadi A. apabila anda berasal dari keluarga yang tidak meyakini bahwa yesus=tuhan, apakah anda masih dapat berbicara bahwa memang yesus=tuhan?
untuk itu dalam meyakini suatu keyakinan harus dilandasi dengan logika juga untuk mendapatkan suatu kebenaran..
kita harus mencari data dari fakta-fakta sejarah yang ada
setelah data-data tersebut terkumpul, kemudian kita analisis.
sehingga dari fakta-fakta yang ada kita dapat mengetahui bahwa yang selama ini kita yakini itu betul atau tidak..
apabila hanya mengandalkan iman 100% menurut saya hanya akan “dibutakan” oleh iman anda sendiri..
mungkin beberapa dari anda akan mengatakan bahwa saya harus mendapat wahyu dari tuhan agar saya semakin beriman..
beberapa dari teman2 mungkin ada yang pernah mengalami pengalaman “spiritual” sehingga semakin yakin bahwa yesus=tuhan.
menurut saya itu karena pengalaman yang anda dapatkan “kebetulan” sejalan dengan apa yang anda yakini.
tapi bagaimana seandainya pengalaman “spiritual” yang teman2 dapatkan bukan berasal dari keyakinan yang selama ini anda pegang teguh?? bagaimana apabila pengalaman tersebut melibatkan agama lain?? apakah anda akan percaya agama anda sendiri atau agama yang memberikan pengalaman “spiritual” tersebut??
contoh:
anda adalah seorang kristen yang taat, akan tetapi anda sakit dan tidak dapat disembuhkan, baik oleh dokter maupun oleh pendeta. kemudian datang seorang haji yang mendoakan anda sehingga anda sehat kembali.
pengalaman tersebut melibatkan agama yang bukan anda anut, sehingga pengalaman tersebut seolah-olah merupakan wahyu dari tuhan. apakah anda akan berpindah agama?? mungkin saja (dan itu terjadi pada teman saya, contoh di atas adalah contoh nyata).
jadi pendapat saya suatu keyakinan harus dilandasi dengan logika bukan hanya dengan iman semata.
tetapi sebaliknya, jangan meyakini suatu agama hanya di dasarkan kepada logika saja. karena di dalam suatu agama ada yang tidak dapat dijelaskan dengan logika.
contoh:
darimana bumi berasal?
apabila hanya digunakan logika akan menjawab dengan teori big bang
“bumi berasal dari debu2 diluar angkasa yang berputar sehingga memadat.. bla bla bla, dst”
nah sekarang darimana debu2 di luar angkasa berasal kalau bukan ada yang menciptakan??
hal itu tidak akan dapat dipikirkan dengan nalar manusia.
apabila anda bersikeras untuk menemukannya kemungkinan anda akan mejadi gila (seperti salah satu murid dari guru saya)
maap klo kepanjangan
ini hanya buah pemikiran dari saya, dan sebagai bahan renungan
saya hanya bermaksud mengutarakan kepada kawan2 apa yang saya pikirkan, tidak ada maksud lain dari postingan saya
thx
GBU
gkmin.net yth:
Lho.. katanya Tuhan maha Kuasa,masa nggak bisa datang ke bumi menjadi manusia sambil tetap di “surga” mengatur alam semesta…
Yah itulah namanya iman, kita tidak bisa memaksakan orang untuk percaya kepada iman yang kta anut. aku mengimani bahwa Tuhanku adalah Yahweh dan dia tidak lahir menjadi manusia sambil tetap di surga mengatur alam semesta. karena Yesus jelas berkata bahwa Ia adalah utusan Bapa (Yahweh).
Ya benar Tuhan tidak mati, yang mati di kayu salib adalah MANUSIA Yesus, bukan TUHAN Yesus…
apakah bedanya manusia Yesus dengan Tuhan Yesus? berarti ini juga suatu aliran yang mengimani Yesus adalah 100% manusia dan 100% Tuhan?
Tuhan tidak bisa beranak? he he.. pohon pisang itu tidak beristri/bersuami juga BISA beranak mas…, apa Tuhan kalah sama pohon pisang?!
anak disini adalah suatu simbol ciptaan, karena aku juga anak Tuhan karena aku adalah ciptaan Yahweh.
tapi yang jelas bagiku adalah Yesus bukan Yahweh.
Ikutan berpikir polos dan berlogika : Nabi Ibrahim menghancurkan seluruh patung berhala, kecuali satu yang paling besar dan mengalungkan sebuah kapak di leher patung tersebut. Ketika ditanya apakh dia yang menghancurkan patung-patung tersebut, Nabi Ibrahim menunjuk patung yang paling besar itu yang menghancurkannya. Satu pelajaran buat kita . . . Seorang Nabi sekaliber Nabi Ibrahim saja menggunakan logika untuk mencari Tuhan yang akan diimaninya, dari menganggap siang kemudian malam kemudian matahari kemudian bulan kemudian bintang kemudian yang lainnya akhirnya sampai pada pencariannya adalah Tuhan yang menciptakan segala sesuatu. Saya setuju dengan Yesusmanusia bahwa iman harus berdasarkan logika / akal, satu-satunya kelebihan manusia dari makhluk lainnya.
wallahu alam bissawab
Saya heran, sebagai pemikir bebas dan berani membuat topik yang “menarik” mengenai Yeshua Hamashiach, kenapa Anda tidak berani menampilkan nama asli Anda ?
Syalom,
Sebaiknya anda mempelajari dulu mengenai penjelmaan atau inkarnasi baik didalam Injil Yoh pasal 1 maupun tulisan2 Rasul Paulus. Jadi ketika kita memandang Yesus, kita harus menyadari 2 nature dari Yesus yaitu sebelum penjelmaan inilah yang dsb Tuhan Yesus dan sesudah penjelmaan , inilah yang dapat disebut Anak manusia. Kita tidak boleh mengabaikan ke-Illahian Yesus ketika melihat kemanusiaan Yesus, demikian juga sebaliknya, kita tidak boleh mengabaikan kemanusiaan Yesus karena Ia Illahi.