Tujuan Blog ini…

Blog ini adalah blog spesifik yang khusus mendiskusikan masalah apakah Yesus itu Tuhan atau sekedar manusia biasa. Pemilik Blog ini, paling tidak sampai detik ini, percaya bahwa Yesus adalah manusia saja.

Semua isi postingan blog ini saling terkait dan selalu mengarah pada pemahaman bahwa Yesus itu adalah manusia. Sebagian besar postingan blog ini tidak terkait dengan waktu, artinya selalu uptodate untuk dibaca oleh siapapun, bahkan sekalipun Anda baru pertamakali ini mengakses blog ini. Dijamin pasti mengasyikkan, tentu saja buat orang yang penasaran dan senang berfikir..

Sebaiknya Anda membaca sebanyak-banyaknya postingan, komentar dan jawaban yang sudah ada supaya Anda tidak memberikan komentar yang berulang dan tidak terjadi salah pengertian..

Karena, teman-teman yang menganggap Yesus itu Tuhan adalah penganut Agama Katolik/Kristen maka:

  1. Tidak diperkenankan menggunakan argumen-argumen yang berasal dari kitab suci atau keimanan agama non Katolik/Protestan.

Yang diperkenakan adalah menggunakan argumen:

  1. “pikiran polos” yaitu pikiran seperti pikiran anak kecil yang polos yang selalu bertanya untuk memahami sesuatu. Pikiran yang tanpa prasangka dan tidak memasukkan iman sebagai dasar berargumen.. Atau;
  2. Buku-buku dari akademisi, yang tidak berasal dari lingkungan penganut agama non Katolik/Protestan

Masalah etika; dilarang menggunakan kata-kata / kalimat-kalimat cacian…

58 Comments

  1. 1
    cbodho Says:

    Sampeyan ini tidak adil artinya mau menang sendiri … Teman2 Kristen yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, tentu akan mengadakan argument yang berasal dari literatur2 Kristen.

    Mas, kalau yang sampeyan maksud literatur itu adalah Alkitab, mendingan gak usah.. percuma.. iman gak bisa diperdebatkan..
    Tapi kalau yang dimaksud literatur itu adalah buku-buku dari akademisi kristen, ya silahkan.. dengan senang hati..

    Kalau hal itu tidak diperbolehkan maka posting yang masuk hanyalah posting2 yang mendukung pendapat sampeyan.

    Realitanya gak kayak gitu kok.. Eksplor aja sendiri deh..
    Tentu saja sing wani eksplor itu cuma wong yg brani lihat dan memahami perbedaan.. Peace yo..

  2. 2

    Yup, yang kayak gua ini pasti gak bisa komen. :)

    Gak apa-apa.. Makasih udah mampir..

  3. 3
    asbindro Says:

    walah…sebuah logika berpikir yang aneh.

    gak juga ah.. Tiap orang aneh biasanya nganggap orang lain aneh juga :) :) :) Mungkin bedanya ada aneh yang reguler dan yang irreguler :)

    Aneh yang reguler itu karena sudah begitu regulernya sehingga sampai gak sadar kalau aneh :)

    Peace ah..

    dan tentu saja akan sia – sia.

    Cuma beda perspektif aja untuk bilang sia-sia atau enggak..

    selamat berjuang sampai titik darah penghabisan kawan. dan semoga jalanmu dilapangkan olehNYA.

    Terimakasih.. Peace lagi ah..

  4. 4
    kemosabe Says:

    Bagus sekali blog ini. untuk direnungi oleh manusia yang masih bisa berpikir.

    Koreksi dikit nih.. Bukan berarti orang yang gak baca blog ini atau gak merenungi isi blog ini adalah orang yang gak bisa berfikir kan?

  5. 5
    batakbesarpilatya Says:

    ini berarti BLOG monolog!, bukan dialog bung!!!! silahkan pake toa, kalau mau bermonolog ria!

    Bang, tolong dong dijelasin BLOG monolog dan BLOG dialog.. apa bedanya, apa samanya, apa kelebihan dan kekurangannya.. Terimakasih Bang..

  6. 6
    Kristo Says:

    Yesus adalah 100% Allah dan 100% manusia.

    hard to imagine? maybe

    susah difahami pakai logika.. dan itu bukannya maybe lagi tapi 100% true

    tapi mungkin kita bisa kaji pelan-pelan, dan kalau boleh quote dari alkitab, saya akan berikan sebagian dari pemahaman saya tentang topik ini. pemahaman tiap-tiap orang selalu berbeda, baik sedikit ataupun banyak, jadi variasi dalam pemikiran dan pemahaman adalah suatu hal yang bisa dimaklumi. tetapi kitab suci harus tetap menjadi pedoman.

    apa maksud saya menulis Yesus = 100% Allah 100% manusia?
    karena banyak orang yang bingung.. sebagian berkata: Yesus itu Tuhan dan jadi manusianya itu cuma kiasan (menghilangkan sifat manusiaNya); sebagian berkata: Yesus itu manusia lalu jadi Tuhan. keduanya tidak tepat. Yesus adalah Allah, dan manusia secara utuh pada saat bersamaan. Kita lihat dasar alkitabnya.

    “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” (Yoh 1:1) –> Yesus, Firman hidup, adalah Allah. (Yohanes memakai sebutan ‘Firman’ disini untuk Yesus)

    “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya” (Yoh 1:14) –> Yesus menjadi manusia. (bagian Anak Tunggal Allah tidak saya cantumkan, dari pada OOT malah bahas tritunggal.. itu pembahasan lain lagi..)

    Kalau Anda menggunakan alkitab, maka saran saya : coba deh kita pelajari dan fahami asal muasal alkitab itu, supaya Anda punya dasar yang kuat untuk percaya atau tidak percaya apakah Yesus itu 100% manusia atau 100% Tuhan atau sebagian manusia dan sebagian Tuhan atau 100% manusia dan 100% Tuhan

    Kita sebagai manusia, tidak mungkin menyelamatkan diri kita sendiri, karena kita sudah busuk di dalam (rotten to the core). Seorang yang terjatuh dalam pasir hisap, tidak mungkin menolong orang yang sama-sama terjatuh dalam pasir hisap. Jadi siapa yang bisa menyelamatkan?

    Saya setuju perumpamaan Anda.. dan itu tidak eksklusif untuk mendukung logika iman Anda bahwa Yesus itu Tuhan… ya nggak sih..

    Yesus!

    Nah kalau ini saya tidak setuju.. Karena Anda tidak memberikan saya pembuktian yang masuk akal.. yang menggunakan logika..
    Saya setuju yang menyelematkan itu pasti Tuhan.. tapi pasti bukan manusia.. Karena Yesus itu 100% manusia (faktanya begitu!) maka yang menyelamatkan saya pasti bukan Yesus tapi Tuhan..

    karena itulah, Yesus yang adalah Allah, karena kemuliaan dan kasih setia-Nya kepada manusia, mau meninggalkan kemuliaanNya itu, dan turun ke dunia menjadi manusia. Tapi Yesus berbeda– Dia tidak berdosa. karena Dia adalah Allah, dia tahu kehendak Allah, dan Dia sendiri adalah Firman itu. Dia tidak berada di dalam pasir hisap! Dan Dia rela, untuk mati di kayu salib, sebuah hukuman mati dan penghinaan yang paling parah pada masa itu, untuk menanggung dosa-dosa kita, yang lalu, saat ini dan masa yang akan datang.

    no comment deh.. komentar saya bisa panjang.. dan sudah ada di postingan saya yang lain.. coba baca deh..

    Karena itulah, ke-Tuhanan dan ke-manusiaan Yesus, adalah penting, dan dia adalah Tuhan 100% dan manusia 100%

    Aduh maaf deh ya.. gak masuk akal.. Tapi saya menghargai keimanan Anda.. GBU

  7. 7
    Kristo Says:

    kenapa harus minta maaf bro? =D
    perbedaan pendapat adalah hal yang biasa dan diskusi yang membangun akan sama-sama membuat pemikiran kita bertumbuh =)

    siip kalo gitu..

    saya bisa memahami penolakan saudara bahwa argumen saya tidak atau belum menunjukkan bahwa Yesus itu Tuhan.

    terimakasih udah mengerti cara berfikir saya..

    Tapi argumen saudara untuk menolak argumen saya juga tidak menunjukkan bahwa Yesus itu bukan Tuhan.

    Kalau argumen saya yang dimaksud itu yang mana ya?

    ini cuma sedikit dari apa yang logika saya yang terbatas bisa pikirkan (i’m always open to discussion =) either here or japri).

    Lebih baik kita diskusi disini aja ya.. gak usah japri..

    Tapi kita sendiri bisa lihat bahwa kalau memang Yesus itu bukan Tuhan, dan Dia tidak datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia, lalu mati di kayu salib, dan bangkit,

    (maaf dipotongnya disini..) “menyelamatkan manusia” itu bahasa iman gak bisa diargumentasikan.. kalau anda memiliki keyakinan tertentu atas kalimat “mati di kayu salib”, maka sekali lagi itu bahasa iman dan gak bisa diargumentasikan..

    Tapi yang pasti itu, yesus itu manusia.. berbentuk janin dan lahir menjadi bayi.. tumbuh menjadi dewasa dan akhirnya wafat.. memiliki rasa lapar, sedih bahkan kebelet pup segala.. Apakah Anda memiliki argumentasi logika untuk membuktikan bahwa manusia yang bernama yesus itu adalah Tuhan?

    kenapa bisa terdapat banyak sekali pengikut-pengikutNya di waktu itu yang mau mati demi mempertahankan keyakinan mereka akan berita yang mereka sebarkan? Kalau memang berita yang mereka sebarkan itu memang karangan mereka sendiri, dan adalah kebohongan, kenapa mereka sampai mau disalib terbalik, disalib tanpa paku sehingga harus mati pelan2 dalam 2 hari dan jadi tontonan, direbus, dipenggal, dikuliti, dijadikan makanan harimau, dirajam, mati untuk kebohongan itu? Is a lie worth dying for?

    Wah kalau “yang mau mati demi mempertahankan keyakinan mereka” mah banyak sekali gak mesti orang yang percaya Yesus itu Tuhan.. Banyak orang yang tidak menyembah Yesus sebagai Tuhan juga mau mati demi keyakinannya itu.. jadi gak relevan.. terlalu dramatis banget kesannya..

    Cara matinya “direbus, dipenggal, dikuliti, dijadikan makanan harimau, dirajam” ? baca-baca buku soal penganut agama lain, kisah matinya juga gak kalah tragis kok demi mempertahankan apa yang diyakininya.. Jadi, gak relevan lagi tuh..

    Menurut saya, itu semata-mata masalah orang yang sangat yakin pada apa yang dipercayainya bukan masalah apakah yang dipercayainya itu benar atau salah.. gitu nggak sih..

    Di comment sebelumnya kan anda menyebutkan nih, bahwa anda yakin bahwa Tuhan yang akan menyelamatkan, kalau boleh tahu dari pendapat saudara, menurut saudara bagaimana cara yang mungkin dipakai oleh Tuhan?

    Kalau gak salah di salah satu jawaban saya atas komentar rekan Garfield, saya bilang kira-kira : kalau memang Tuhan mau menyelamatkan kita umat manusia, kan Dia tinggal bikin pengumuman: Hai semua manusia, yang sudah mati, yang masih hidup dan yang akan lahir… Semua dosa kalian saya ampuni..” Thats it..

    GBU…

  8. 8
    manusiajawa Says:

    nimbrung mas,

    monggo…

    judul anda kayak’a sudah sangat ketinggalan jaman d,
    another thought?

    Mungkin jadi begini barangkali: Just another old-fashion thought about Yesus ? Bener gak tuh bahasa inggrisnya ya?
    eniwei.. sepertinya banyak sudut pandang dan fikiran yang mengalami daur ulang deh.. termasuk yang di blog ini.. Atau temanya jadi Just another recycle thought about Yesus ? :D

    ini masalah klasik mas, hampir seumur sama kekristenan itu sendiri, n g pernah habis dibahas.

    Iya.. klasik buanget.. blog ini cuma jadi bagian kecil saja..
    yach keberadaan blog ini juga menunjukkan bahwa topik ini memang gak pernah habis dibahas.. :D

    nuwun

    sami-sami..

    nb. ngapain juga saya ikutan y….??? :-x

    :D :D IIW neeh.. Iso Iso Wae..

  9. 9
    pencari Tuhan Says:

    Nimbrung nich..nanggapi Mas Kristo …kenapa Tuhan harus menjadi manusia kan lebih baik menciptakan manusia Biar jadi penolong manusia..kan lebih simpel!?gampangannya gini aja deh kalo kita mau menggembala bebek masa harus jadi Bebek kan lebih baik sewa orang buat nggembala tu bebek!Asli 100 % akal dari seorang yang awam!

  10. 10
    nick Says:

    Yang namanya iman gak bisa di-logika-in,

    gak bisa di logikain itu persisnya gimana? kalau menurut saya, iman harus berdasarkan logika, minimal sampai batas maksimal logika itu sendiri..

    Misal:

    Kenapa saya harus percaya bahwa manusia yang bernama Yesus itu adalah Tuhan..?
    Karena Injil ngomong begitu..

    Kenapa saya harus percaya Injil?
    Karena itu tulisan penulis yang diilhami Roh Kudus..

    Kenapa saya harus percaya Roh Kudus?
    Karena Injil bilang begitu..

    Kenapa saya harus percaya Injil?
    Muter terus deh.. kalo orang jawa bilangnya mbulet..

    Kesimpulannya:

    kamu harus percaya A karena B.. dan Kamu harus percaya B karena kamu harus percaya A
    Saya gak bisa tuh harus percaya dengan pola seperti itu..

    Kalau logika permisalan saya:

    Kenapa saya harus percaya bahwa manusia yang bernama Yesus itu adalah Tuhan..?
    Wah saya tidak percaya deh.. karena faktanya yang tidak bisa dibantah, dia adalah manusia biasa yang hidup dari janin, bayi dan dewasa lalu wafat..

    Tapi di Injil bilang begitu..
    Wah saya gak bisa percaya 100% pada kebenaran isi Alkitab walau saya juga tidak bisa bilang bahwa isi Alkitab itu salah semua.. Karena Injil paling tua adalah Injil Markus itu dibuat sekitar tahun 70M sedangkan Yesus wafat tahun 30M.. Udah gitu, Injil Markus yang kita punya sekarang adalah salinannya yang dibuat sekitar tahun 200an Masehi.. Coba cari & baca postingan saya soal itu deh..

    Tapi penulis Injil itu diilhami oleh Tuhan..
    Wah saya juga tidak bisa percaya tuh.. kenapa? karena Injil yang kita miliki itu ditemukan salinannya di beberapa lokasi geografis yang berjauhan dan berasal dari tahun yang sama.. Nah, isinya ada yang beda.. mulai dari yang beti (beda tipis) sampai dengan yang bete (beda tebel).. dan itu bisa dimengerti, karena salinan itu ditulis oleh penyalin yang berbeda-beda.. gak ada kamus, desktop publishing dan percetakan

    Gimana menurut kamu?

    semua doktrin agama punya bagian yang gak bisa dijelasin sama logika, itu namanya iman.

    Semua doktrin agama harusnya bisa dijelaskan dengan logika.. minimal didekati dengan logika..
    Cuma bedanya, kita mau mengejar keimanan itu, pake logika, sejauh mana..

    Misal:

    Saya percaya Yesus itu Tuhan
    Kenapa?
    Ya pokoknya karena saya percaya.. geto..
    iman tuh gak bisa dilogikain tau!
    emang situ mau apa?

    atau
    Saya percaya Yesus itu Tuhan
    Kenapa?
    Karena Injil bilang begitu..
    Kenapa kamu percaya Injil?
    Ya pokoknya karena saya percaya.. geto..
    iman tuh gak bisa dilogikain tau!
    emang situ mau apa?

    Kalo dasarnya gak percaya yang gak percaya, dan yang percaya akan tetap percaya. Kalo diomongin yang bisa abis2. gak akan ada titik temu. Jadi yang terjadi yang terjadilah.

    Coba misalnya kamu mau meyakinkan orang buta warna yang melihat bendera merah putih kelihatan berwarna biru pitih..
    Kalau orang buta warna itu bilang: “terserah situ mau bilang apa, pokoknya bendera kita itu biru putih.. masak saya harus gak percaya pada mata saya sendiri! Jangan-jangan mata situ gak bener kali”

    Kalau dia memutuskan untuk menolak untuk berargumen, maka selesai sudah.. dan dia melihat bendera kita sampai akhir hidupnya itu adalah biru putih..

    Satu-satunya cara, ya dengan ilmu pengetahuan (baca:logika).. misal: tunjukkin contoh berbagai warna dengan tulisan nama warnanya, jelasin tentang buta warna, anter ke dokter mata dst..

    Gimana pendapat kamu?

  11. 11
    sen Says:

    ngekor bang!, begini saya ini orang goblok alias bodho tapi berusaha ngerti!, yang jadi heran saya itu masalah dosa warisan kalo hutang masih mungkin ada yang mewarisi tapi kalo dosa diwariskan enak bener kayaknya ya?, entar saya mau wariskan dosa saya sama sampeyan, mau gak?

    Ya jangan gitu Mas.. Wong saya gak salah sama sampean.. kok dosanya mau dikasih ke aku…. :)
    baidewei.. menurutku gak ada orang goblok di dunia ini.. yang ada cuma belum tahu dan sudah tahu… ngono ora mas?

  12. 12
    Hans Says:

    mau tau nih :
    1. Menurut Anda siapa yang menyusun Alkitab?

    Coba baca tulisan-tulisan ini dulu ya..
    Tulisan terkait:

    1. Siapakah Bart D. Ehrman yang menulis buku “Misquoting Yesus”
    2. (Sambungan ke-1) Siapakah Bart D. Ehrman yang menulis buku “Misquoting Yesus”
    3. (Sambungan ke-2) Siapakah Bart D. Ehrman yang menulis buku “Misquoting Yesus”
    4. (Sambungan ke-3) Siapakah Bart D. Ehrman yang menulis buku “Misquoting Yesus”
    5. (Sambungan ke-4) Siapakah Bart D. Ehrman yang menulis buku “Misquoting Yesus”
    6. (Sambungan ke-5) Siapakah Bart D. Ehrman yang menulis buku “Misquoting Yesus”
    7. (Sambungan ke-6) Siapakah Bart D. Ehrman yang menulis buku “Misquoting Yesus”

    2. Darimana pengetahuan itu berasal?

    Maksudnya ‘pengetahuan’ itu yang mana neeh.. pengetahuan secara umum atau pengetahuan tentang jawaban yang nomor 1 diatas

    Kalau pengetahuan secara umum ya didapat melalui proses pembelajaran yang dilakukan oleh manusia baik secara tidak sengaja atau sengaja.. Pembelajaran itu merupakan proses interaksi antara panca indra dan seluruh komponen yang kita miliki dengan hal-hal lain..

    Misal, anak kecil tertarik melihat cahaya lilin (trigernya dari mata) lalu berusaha memegang api lilin lalu dia merasa kepanasan (trigernya kulit).. Kemudian dia menyimpulkan bahwa api lilin itu menarik untuk dilihat tapi panas kalau dipegang.. Ini proses pembelajaran yang tidak disengaja atau tidak direncanakan..

    Kalau pembelajaranyang direncanakan, misalnya kamu pergi sekolah.. ikut bantuin ortu bisnis.. dll..

    3. Siapa/apa Tuhan itu (atau bagaimana deskripsi Tuhan, jelas gak ya pertanyaannya?)?

    Tuhan itu pencipta segala-galanya.. Pencipta kita manusia, mahluk halus, dan alam semesta..
    Jadi singkatnya Tuhan itu gak bakalan sama dengan yang diciptakannya bahkan dengan apa yang pernah kita lihat dan tahu.. Apa-apa yang pernah kita lihat dan tahu adalah ciptaan Tuhan..

    Misalnya, ada seorang manusia dari antartika (misalnya) bilang kalau dia adalah Tuhan.. Karena dia berbentuk manusia, berdaging, punya jeroan (jantung, hati dan kawan-kawan), dia tumbuh dari janin, bayi, manusia dewasa, sampai wafat, maka bisa dipastikan kalau dia cuma seorang manusia.. bahkan sekalipun tidak punya ayah..

    Atau misalnya, ada seekor ular raksasa (misal ular naga) bisa bicara dan bilang kalau dia adalah Tuhan.. Karena dia berbentuk ular, berdaging, punya jeroan (jantung, hati dan kawan-kawan), dia tumbuh dari anak ular hingga dewasa, sampai wafat, maka bisa dipastikan dia cuma seekor ular..

    Tuhan, pastilah bisa melihat tapi bukan berarti harus memiliki alat untuk melihat berbentuk mata yang sama persis dengan yang dimiliki manusia, dan pastilah bisa mendengar tapi bukan berarti harus memiliki alat untuk mendengar berbentuk kuping yang sama persis dengan yang dimiliki manusia..

    Menurut saya tidak ada yang tahu bentuk Tuhan yang sebenarnya.. Bukan berarti Tuhan tidak berbentuk, tapi kita tidak tahu bentuknya seperti apa..

    mungkin sementara itu dulu dah. Thanks!

    Thanks juga udah mampir..

    Ditunggu diskusinya..

  13. 13
    yesusmanusia Says:

    @ Hans

    Tambahan dikit neeh..

    Tuhan juga yang menciptakan malaikat dan satan..

    Tuhan tidak akan pernah kalah sedetikpun dari yang namanya satan dan temen-temennya.. kenapa? karena satan itu juga ciptaan Tuhan..

    Jadi kalau ada suatu keyakinan yang menggambarkan bahwa Tuhan harus berkelahi melawan satan (kejahatan) itu buat saya sangat menggelikan sekali..

    Gimana gak geli, kan satan itu ciptaan Tuhan? satan itu tidak selevel dengan Tuhan.. apalagi sejenis.. Tuhan sebagai pencipta tidak masuk akal bisa dikalahkan ciptaannya yang gak selevel itu..

    Kejahatan adalah suatu sikap yang dipilih oleh satan dan temen-temennya.. dan tentu saja dipilih juga oleh sebagian kita manusia ..

    Sikap adalah pilihan yang boleh jadi diambil secara sadar atau tidak sadar..

    GBU..

  14. 14
    emmy21 Says:

    jika kejahatan adalah sikap, yang diambil secara sadar, apakah dasarnya sikap tersebut?

    Contoh paling mudah dasar suatu sikap jahat adalah ketidakpuasan, kebencian, ketidakcukupan, kecemburuan dan iri.. Jika itu terjadi, maka otak kamu di drive untuk berkreasi membuat segala suatu bentuk tindakan, perilaku dan kegiatan yang jahat..

  15. 15
    emmy21 Says:

    Satan sebenarnya melakukan apa yang Dia perintahkan, dan sepenuhnya patuh pada perintah-Nya. Tidak ada kemungkinan lain dari pada itu.

    Kala menurut saya gak gitu mbak.. Setan sudah memilih sikap apa yang akan dia jalani..
    Tuhan tidak menciptakan suasana kehidupan yang penuh dengan kejahatan.. kejahatan itu timbul dari setan atau orang yang berbuat jahat..

    Tuhan tidak membuat setan atau orang jahat..
    Tuhan membuat setan atau orang dengan default setting tertentu dan bukan setting untuk jadi jahat..
    Sikap jahat datang kemudian ketika dia berinteraksi dengan kehidupan disekelilingnya..

    Jadi, menurut saya, sikap jahat atau baik itu pilihan.. bisa secara sadar atau tidak..

    Bahkan, sikap kita mau percaya pada Tuhan atau tidak itu juga pilihan.. mau percaya kalau Tuhan itu wujudnya manusia atau bukan, itu juga pilihan..
    Apakah dengan adanya kebebasan untuk memilih maka Kuasa Tuhan berkurang? tentu saja tidak..

    Apakah dengan adanya orang jahat maka Kasih Tuhan berkurang ? tentu saja tidak.. Karena sikap jahat itu pilihan.. dan Tuhan akan selalu mengingatkan orang jahat itu untuk kembali kepadaNya dengan cara memberikan pesan-pesan melalui kejadian-kejadian yang dialami langsung atau tidak langsung oleh orang jahat itu.. Dan terserah kepada orang jahat itu mau pilih sikap gimana.. sekali lagi : bebas, bebas dan bebas..

    Kenapa? karena, sekali lagi menurut logika saya, Tuhan memberikan kebebasan sepenuhnya kepada setan & manusia untuk memilih sikap.. dan Tuhan akan lihat siapa sebenarnya yang benar-benar sayang kepadaNya dan seturut denganNya..

    Jadi kita diberi hidup ini sebetulnya sedang menjalani seleksi alam.. dan jangan lupa, ada time limitnya yaitu kematian.. dimana kita gak bisa masukkin koin supaya bisa reload lagi alias game over

    Tidak ada ruang yang luput dari Kuasa-Nya. Bahkan aku bukannya tuan bagi keinginanku sendiri. ~~ Begitukah ?

    Kalo menurutku sih enggak tuh..
    Kamu menjadi tuan bagi keinginanmu sendiri.. dan itu tidak ada hubungannya dengan pernyataan “Tidak ada ruang yang luput dari Kuasa-Nya”..

    Keinginanmu datang dari interaksi antara dirimu dengan lingkungan dan kehidupan yang kamu temui.. Lalu, silahkan bersikaplah.. kamu harus ngapain.. Kalau kamu kesulitan, maka bicaralah dengan Tuhan..
    Sekalipun kita sedang menjalani seleksi, Tuhan akan mau menolong kamu agar sukses menjalani seleksi ini karena Kasih dan SayangNya

  16. 16
    fantasyforever Says:

    Memang ada beribu cara pandang Manusia terhadap Tuhan, tapi coba dipikir sekali lagi, apakah sudah benar cara pandang itu?

    Yuk sama-sama kita diskusikan cara pandang saya dan cara pandang kamu.. Gimana?

    Memang kita melihat cara pandang yang “memandang” Yesus adalah Tuhan juga belum bisa dibenarkan melalui ilmiah. Memang tidak masuk akal.

    Yakin nih dengan pendapatnya?

    Tapi itulah kebaikan dan keajaiban Tuhan.

    Kalau kamu anggap Tuhan yang jadi janin-bayi-anak2-dewasa-wafat adalah keajaiban Tuhan, komentar saya sederhana aja: keajaiban Tuhan tidaklah mungkin dalam bentuk yang menghancurkan diriNya sendiri..

    Kalau kamu anggap Tuhan yang jadi janin-bayi-anak2-dewasa-wafat adalah kebaikan Tuhan, komentar saya sederhana aja: kebaikan Tuhan tidaklah mungkin dalam bentuk yang menghancurkan diriNya sendiri..

    Menurut pendapat subyektif saya, Tuhan akan hadir dalam kehidupan kita dengan cara-cara yang bisa diterima logika kita semua, mahluk ciptaanNya
    Apakah bukan suatu keajaiban jika Tuhan turun ke bumi langsung dalam bentuk yang kelihatan dimata kita seperti manusia, tapi sebetulnya bukan ? Itu juga keajaiban tapi bisa dimengerti oleh akal..

    Tapi jika dia berubah bentuk menjadi janin, tumbuh menjadi bayi dalam kandungan seorang manusia, lahir sebagai bayi, tumbuh menjadi anak2, dewasa dan wafat itu memang ajaib tapi tidak bisa diterima akal.. kenapa? karena cara seperti itu justru menghancurkan diriNya sendiri..
    Kalau kamu berkeyakinan bahwa cara seperti itu tidak akan menghancurkan diriNya sendiri karena keajaibanNya.. maka komentar saya sederhana aja: kamu berusaha berlindung atas pemahaman kamu pada sesuatu yang tidak masuk akal..

    Logika sederhana:
    1. seorang bayi lahir.. mukanya mirip ular dan kulitnya bersisik seperti ular.. maka sudah pasti dia itu tetep bayi manusia biasa..cuma karena sesuatu hal, tampilan fisiknya kelitahan seperti ular..
    2. misal kamu manusia super sakti lalu kamu memutuskan untuk menjadi harimau.. apa yang kira-kira kamu lakukan? apakah kamu mau menjadi janin harimau, lalu hidup di salahsatu perut harimau betina, lalu dilahirkan, lalu diajar berburu dan terbiasa makan daging mentah binatang hasil buruan? Enggak kan? karena begitu jadi janin harimau, kamu akan kehilangan kesaktian dan kemanusiaan kamu..
    Yang paling logis adalah kamu merubah tampilan kamu menjadi harimau.. melakukan sesuatu dengan kemampuan kamu sebagai harimau.. lalu balik lagi jadi manusia.. Gak mungkinkan kamu hidup selama-lamanya dalam bentuk harimau? dan mati dalam keadaan sedang dalam tampilan sebagai harimau?

    Ingat, manusia tidak bisa mengerti jalan Tuhan. Ada seribu cara menuju Roma, ada Jutaan cara Tuhan menuju dunia dan salah satunya dengan menjadi manusia.

    Sekali lagi, kalaupun Tuhan mau hadir di bumi ciptaanNya yang tidak-abadi ini, gak logis dengan cara dia menjadi janin-bayi-anak2-dewasa-wafat karena cara itu akan menghancurkan diriNya sendiri..

    Kalau memang saudara bilang Yesus itu adalah manusia, MEMANG Yesus adalah manusia waktu di dunia. Dia memang 100% manusia, Alkitab’pun mencatat ini, tapi sekarang karena Dia sudah bangkit, jadi dia bukan manusia lagi.

    Setuju banget.. sama seperti Yesus, kamu dan saya kalau sudah mati juga bukan manusia lagi.. dan kita semua akan bangkit.. dan saya, kamu, Yesus adalah manusia

    Kalau berbicara tentang Setan, memang terkadang tidak masuk akal, karena setan awalnya juga ciptaan Tuhan yang bernama Lucifer.

    Kalau menurut saya: semua yang ada, selain Tuhan, adalah ciptaan Tuhan.. dan setan memang ciptaan Tuhan.. dan itu masuk akal kok..

    Tapi sekarang coba pikirkan, dan renungkan sejenak, Salah SIAPA sampai-sampai Lucifer itu diusir dari Surga???

    ya salah Licifer lah.. masak salahnya Tuhan? masak salahnya Adam? Masak salahnya Eva? masak salahnya buah terlarang?

    dan Tuhan tidak pernah bermaksud untuk melawan Setan. Tidak ada ayat yang mencatat bahwa TUHAN menantang Setan untuk tarung atau berkelahi.

    Saya gak pernah bilang Tuhan menantang Setan.. dan itu gak logis dan gak mungkin terjadi.. kan Tuhan tinggal matiin itu setan selesai perkara.. Tentu akan mudah bagi Tuhan untuk menciptakan setan dan menghilangkannya

    Yang Tuhan katakan hanya bahwa Tuhan membenci semua tingkah laku setan dan perbuatannya itu yang penuh dengan dosa.

    setuju..

    kalau pada akhir zaman’pun setan harus berperang melawan Tuhan, itu JUGA salahnya Setan, kok maunya melawan Tuhan? Padahal dia sudah tahu ga bakalan menang?? Coba direnungkan sekali lagi.

    kan dikomentar saya sebelumnya yang kamu komentari sekarang ini, saya udah bilang kalau gak masuk akal, setan melawan Tuhan..

    Kalau kita sepakat soal itu coba baca Matius 4:8-11 deh:

    4:8 Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,
    4:9 dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.”
    4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”
    4:11 Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.

    Gimana pendapat kamu, Gak mungkinkan Yesus itu Tuhan?

    GBU…

  17. 17
    ariss_ Says:

    Waw, benar2 responsif sekali ya panjenengan iki…

    maksute responsif itu piye mas?

    Mugo-mugo panjenengan kalih kulo biso saling sharing seputar esensi kepercayaan terhadap yang Satu.

    amiinnn.. aku seneng sharing kok.. jangan japri ya..

    .
    Salam,

    Salam juga…

  18. 18
    tasmerah Says:

    sepertinya anda ini orang yang sangat pinter
    sangat prospektif,….dan imaginatif


    Memang saya bukan orang pinter kok.. cuma kebanyakan baca barangkali..
    Dari mulai baca buku ala standing party di toko buku sampai beli bukunya..

    Buat saya, toko buku itu seperti tempat makan parasmanan.. :) kita tinggal milih makanan/buku mana yang paling kita sukai.. tapi kalau makanannya (baca: bukunya) mebutuhkan waktu lama untuk dihabiskan atau butuh suasana yang lebih nyaman untuk memakannya (baca: membacanya).. yah terpaksa deh dibeli.. dibawa pulang.. dihabiskan dirumah..

    Yuuk kita sering-sering parasmanan di toko buku :)

    Kalau soal imajinatif itu mungkin dampak dari baca buku dan berfikir.. yang penting tidak menghayal dan melantur..

  19. 19
    tasmerah Says:

    tapi sayangnya anda keblinger ……

    Nah karena saya bukan orang pinter dan gak pernah baca buku yang ada urusannya dengan keblinger, maka tolong dong dijelasin kenapa saya dibilang keblinger.. please…

  20. 20
    the Master Says:

    wah2. kita harus tau konsep sistim ketuhanan, sebelum anda menjudg tuhan

    Bos Master, maksudnya konsep ketuhanan yang mana neeh? karena setiap agama punya konsep ketuhanannya masing-masing..

    Makanya saya yang bodoh ini memberanikan diri pakai logika polos saja.. sepolos pikiran seorang anak kecil yang ingin mengetahui sesuatu..

    Baidewei, konsep ketuhanan ala Bos Master seperti apa ya?

  21. 21
    No name Says:

    Enaknya da web blog nya deh?Jd Qt sesama umat beragama bs beradu argumentasi?
    Gmana?

    Buat aja sendiri.. Gimana? Tapi dijamin kusut deh.. apalagi kalau udah pada maen emosi2an..

    Tp saya cm ngusul loh..

    Saya juga cuma ngusul tuch.. Gimana, mau bikin webnya gak?

  22. 22
    zuo Says:

    boleh kenalan dulu bang!

    Tentu saja boleh..
    Salam kenal Zuo..

    mungkin ngak kalo kita diskusi lebih mendalam mengenai perjalanan mencari iman yang sejati ….

    Dengan senang hati.. Tapi jangan japri.. langsung di blog ini aja..

    karena kebanyakan orang sekarang merasa nyaman dan aman dengan keberadaannya sekarang.

    Memang sih mungkin aja sebagian dari saudara kita yang sudah merasa nyaman dan aman itu kebetulan sudah menyembah Tuhan yang benar.. dari sudut pandang probabilita maksudnya..
    Tapi, bisa juga sebagian dari saudara kita tersebut berada di jalan yang tidak tepat.. Kita juga begitu..

    Cuma masalahnya.. gimana kita (siapapun kita, walaupun sudah merasa aman dan nyaman dengan keyakinan kita sekarang) bisa tahu bahwa Tuhan yang sekarang ini kita sembah itu benar-benar Tuhan yang sebenar-benarnya Tuhan?

    Karena, menurut saya, pembuktian paling tidak bisa dibantah adalah pada saat kita mati dan bertemu Tuhan yang sebenarnya.. Tapi itu kan berarti sudah terlambat..

    Nah karena itu, saya akan selalu berusaha terbuka untuk mencari dan menerima kebenaran.. yang mungkin saya belum tahu.. Menurut pendapat subyektif saya, sikap saya itulah yang membuat saya menjadi lebih tenang untuk menyongsong kematian.. dengan sikap seperti itu, secara matematis saya fikir saya sudah memperkecil kemungkinan saya salah memilih Tuhan..

    Saya sangat kuatir kalau pas mati ternyata baru tahu bahwa saya salah menyembah Tuhan selama saya hidup..

    Kalau ternyata dengan sikap saya yang terbuka untuk mencari kebenaran, saya malah menyembah Tuhan yang salah, maka saya akan memohon kepada Tuhan yang ternyata Tuhan yang sebenarnya itu supaya saya diampuni.. karena saya sudah mempergunakan akal budi dan semua alat dan petunjuk yang telah Dia berikan kepada saya untuk mengenal, menyembah dan menyayangiNya..
    Saya akan minta ampun atas kebodohan saya.. dan… saya percaya pada Kasih Tuhan yang tidak berbatas.. dan saya telah berusaha dan melakukan apapun yang mungkin saya bisa lakukan untuk mengenalNya..

    bagi saya perjalanan dan pertanyaan yang selalu kita ajukan atas sebuah kebenaran lebih membuktikan bahwa kita serius untuk mendalami dan lebih memahaminya …

    lebih jauh lagi.. saya gak mau nanti pas mati baru tahu kalau Tuhan yang saya selama ini saya sembah ternyata bukan Tuhan yang saya temui.. :)

    thanx salam zuo

    Terimakasih dan salam juga

  23. 23
    landy Says:

    bagi saya sendiri, yesus itu memang bukan tuhan.

    sama dong..

    kalau dia dikatakan 100% manusia dan 100% tuhan kita kan jadi bingung, kapan yesus dikatakan manusia dan kapan dikatakan tuhan?

    iya juga sih..
    Apakah Yesus itu Tuhan pada saat sebelum lahir jadi manusia dan setelah meninggal?
    Tapi ketika jadi manusia, kan Yesus pernah melakukan keajaiban2 seperti menghidupkan kembali orang yang sudah meninggal.. pertanyaannya adalah apakah pada saat itu Yesus itu merangkap sekaligus sebagai Tuhan & manusia ? emang susah memahaminya pake logika..

    Btw, coba cari buku karangan Frans Donald berjudul “Menjawab Doktrin Tritunggal: Perihal ke-allah-an Yesus”.. disana diuraikan bahwa alkitab itu gak pernah bilang trinitas atau Yesus itu Tuhan..

    apakah setiap saat waktu dia manusia dia juga adalah tuhan? bagaimana kalau dia makan, tidur, atau sedang bersembunyi dibalik batu untuk buang air besar misalnya, siapakah yg akan menjaga alam semesta? apakah tuhan yg lain?

    wah jadi pusing deh..

    kalau memang ada tuhan yg lain berarti ada banyak tuhan dong. ada yg disorga dan ada yg lagi jalan2 di bumi. trus kapan menyatunya, kan bingung…

    iya juga ya.. no comment ah..

    hal ini lebih dipertegas lagi dgn teriakan yesus sebelum disalib “eli..eli lama sabakhtani” dalam konteksnya dia protes kenapa tuhan meninggalkannya.

    no comment lagi ah..

    artinya dalam hal ini kita mendapatkan dua tuhan. satu, tuhan yg pergi meninggalkan tuhan yg lain, dan kedua, tuhan yg lemah dan bisa disalib oleh manusia tanpa dapat menolong dirinya sendiri tapi dipercaya bisa menyelamatkan seluruh umat manusia.

    no comment terakhir neeh..

  24. 24
    manusiajawa Says:

    tuhan memang banyak kok mas, tapi yang maha segalanya cuma satu aja,

    ikut nimbrung neeh..
    menurut saya yang namanya Tuhan itu ya yang maha segalanya, jadi ya memang cuma satu aja.. yang lain-lain itu bukan Tuhan.. Mungkin kita berbeda definisi tentang Tuhan.. sehingga Anda bisa bilang bahwa selain Tuhan yang Maha Segalanya dan cuma satu itu, adalah Tuhan juga..

    mau jadi apapun, mau ngapain aja, terserah DIA, kan DIA yang maha segalanya, bukan manusia, suka-suka DIA toh?

    Setuju aja.. tapi walaupun suka-suka Dia dan Dia penuh Kuasa, gak mungkin lah Dia menghancurkan diriNya sendiri.. misal bunuh diri atau merubah dirinya menjadi janin yang merupakan ciptaanNya sendiri..

    Maksud saya, kita gak bisa begitu saja langsung percaya terhadap semua kejadian atau perbuatan yang diatasnamakan sebagai perbuatan Tuhan..

    soal 100% dll itu kan pemahaman dan pengenalan atau penjelasan manusia, mencoba menjawab manusia lain yang cuma berhenti di soal siapa atau apa DIA itu, bukan mencoba mengenal lebih jauh dan menghayati atau menghidupinya.

    Mas, kalau buat saya sangat penting sekali berusaha memahami dan mengenali Tuhan yang akan saya sembah.. saya akan terus melakukanNya seumur hidup saya.. tapi sorry ya, bukan berarti hal itu lalu diartikan saya tidak “menghayati atau menghidupinya”

    Lagi pula saya gak mau sampai “menghayati atau menghidupi” Tuhan yang ternyata bukan Tuhan yang sebenar-benarnya Tuhan.. Mungkin disini kita berbeda ya Mas?

    Kemudian bila manusia menjadi maha tahu, pertanyaan saya, bukankah manusia juga kemudian membuat dirinya menjadi tuhan?

    Mas kalimat Mas tersebut saya anggap sebagai bahasa sastra tapi dari sudut pandang logika: gak akan pernah manusia itu menjadi maha tahu, karena akan selalu ada, dan banyak, hal-hal yang manusia tidak ketahui.. Jadi kalau ada manusia membuat dirinya menjadi Tuhan maka kita patut mengasihaninya.. kalau gak waras ya gila barangkali tuh manusia..

    Tapi Yesus sendiri tidak pernah menyatakan dirinya adalah Tuhan.. Jadi Yesus bukan manusia gila.. Justru dia tahu bahwa dia bukan tuhan karena dia hanyalah jalan menuju Tuhan Bapa.

    Coba cari bahasannya di buku karangan Frans Donald berjudul “Menjawab Doktrin Tritunggal: Perihal ke-allah-an Yesus”..

  25. 25
    Ajie Says:

    Mas untungnya apa sih??? Nyariin Bukti kalo Yesus bukan Tuhan biar orang2 Kristen pada murtad dan jadi mualaf???

    buat diri sendiri.. baca deh semua postingan2 saya dulu yach!

    Atau ingin mengabarkan kalo islam satu2nya kebenaran???!!!

    Mas saya cuma membahas bahwa Tuhan gak mungkin jadi manusia dan manusia gak mungkin jadi Tuhan.. Itu aja.. saya gak ngomongin agama secara keseluruhan..

    Btw, yang nyembah Tuhan yang bukan manusia itu gak cuma orang Islam kok.. ada kaum ebionit, ada kaum arian, gereja unitarian universal termasuk gereja kristen tauhid, saksi yahova, Yahudi, dan saya ;)

    Mas, fyi, ada banyak komentar yang saya tahan alias tidak saya tampilkan karena isinya gak sesuai dengan blog ini.. Secara umum, asal email itu bisa dikelompokkan sbb:
    1. Temen-temen Islam yang berharap saya masuk agama islam
    2. Temen-temen Islam yang berfikir saya sebenarnya adalah orang islam
    3. Temen-temen Kristen yang berfikir saya sebenarnya adalah orang islam
    4. Temen-temen Kristen yang berfikir saya Kristen yang sesat

    Jadi, menurut saya, dari pada menduga-duga.. lebih baik kasih argumen aja kalau ada postingan saya yang menurut kamu gak masuk akal.. gak usah pindahin isi diskusinya ke topik-topik lain..

    Gimana?

    kalo memang demikian, kabarkan dengan baik, dengan tanpa membuat pertentangan, dengan tanpa menyalahkan, dengan tanpa kebencian, dengan tanpa cari kesalahan, dengan tanpa perang, dengan tanpa bom! bisa nggak kira2??? Kebenaran walau ditutupi tetap benar… Cuma Iblis yang memakai cara2 kotor penuh hasutan untuk menyebarkan pengarunya!!!!


    Mas, jangan emosi gitu deh..

    Misalnya mas lihat saya pakai baju terbalik.. lalu mas bilang ke saya, “mas bajunya terbalik tuh..”
    apakah saya akan bilang bahwa mas ajie cari-cari kesalahan saya? gak kan?

    Atau, karena mas ajie takut menyinggung perasaan saya, lalu mas aji bilang ke temen saya, “tolong bilangin tuh, pakai bajunya terbalik”
    apakah trus saya bilang bahwa mas aji pakai cara-cara kotor penuh hasutan?

    Tambahan 27 Mei 2008
    Kan lebih baik mas aji tetep bilangin saya kalau baju saya terbalik secara langsung atau tidak langsung, bener gak mas? Eh siapa tahu ternyata baju yang saya pakai memang modelnya sekilas seperti baju terbalik atau memang modelnya bisa dipakai bolak balik..

    Santai aja mas.. kasih argumen aja, yang logis, ke isi postingan yang mas aji gak setuju..

    Terus terang saya salut dengan rekan garfield, bagaimana diskusi yang dia dan saya lakukan.. dan saya yakin iman rekan garfield bertambah kuat.. MGB garfield..

    Anda pernah belajar filsafat ilmu nggak? kalo otak anda mampu, tolong belajar dulu, bahwa logika dan kebenaran harus bersifat umum. mengenal siapa tuhan bisa melalui penalaran sederhana dalam tahap ontologi, epistimologi dan aksiologi. coba pelajari lewat hal yang nyata?

    mas, filsafat aja ada alirannya.. mau filsafat barat atau timur misalnya.. Saya sih cuma orang kecil gak ngerti filsafat2an..

    Kalau menurut mas aji bahwa ontologi, epistomologi dan aksiologi bisa digunakan untuk membuktikan bahwa Tuhan itu bisa jadi manusia dan manusia itu bisa jadi Tuhan, monggo mas dijelaskan disini..

    Gimana mas? soalnya inti blog ini cuma bahas tentang ketuhanan Yesus..

    Apakah Ajaran Islam adalah ajaran Tuhan??? Jawab ini baru komentari agama orang lain????

    sekali lagi, inti blog ini cuma membahas ketuhanan Yesus titik
    blog ini tidak membahas semua agama secara keseluruhan.. Jadi kasih argumen saja, kalau ada yang mas aji gak setuju..
    GBU

  26. 26
    tt Says:

    hghgfadasdaasddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddd
    dasssssssssssssssssssss
    dassssssssssssdasdasdad
    saddddddddddd
    sssssssssssssssssssssssssssssss
    sdaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
    dsaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaadsadasdaadad
    dsaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaddad
    adssssssssss
    daasdqqqqqq

  27. 27
    Sycen Says:

    Halo,

    Pertama2, saya termasuk orang yang percaya kalau Yesus adalah Tuhan. Akan tetapi saya sangat menghargai pendapat Anda.

    Saya punya pertanyaan untuk Anda. Jika suatu hari Anda benar2 bisa membuktikan kalo Yesus bukan Tuhan lalu apa maknanya buat hidup Anda? Apakah hidup Anda akan menjadi lebih baik? Apa yang akan Anda lakukan sesudahnya?

    Terus terang saya juga pernah mempertanyakan hal yang kurang lebih sama mengenai hal ini. Akan tetapi pada akhirnya saya dihadapkan pada sebuah pilihan. Apakah saya akan menganggap Yesus sebagai Tuhan atau sebagai manusia bisa? Dan saya memilih Yesus sebagai Tuhan saya. Mungkin ini yang dikatakan iman.

    GBU :)

  28. 28
    Hans Says:

    Lama tidak berkunjung ke blog ini.

    1)Tuhan tidak mungkin tidak masuk akal, seperti Tuhan berada dalam wujud manusia, benar?

    2)Menurut Anda semua yang ada di dunia harus/pasti bisa di-logika, begitu?

    3)Setiap apa yang ada dalam hidup manusia bisa didekati/dijelaskan dengan logika, benar?

    4)Menurut saya setiap orang pernah merasakan ketika dia akan berbuat sesuatu yang salah maka akan ada perasaan tidak nyaman/gelisah/takut/was-was(kecuali kebangetan orangnya!). apakah ini bisa dijelaskan secara logika/ilmiah? karena saya tidak tahu bagaimana menjelaskannya secara ilmiah atau memang tidak mungkin?

    5)Benar gak ya kalo saya menangkap bahwa inti dari pembicaraan di blog ini adalah mencoba me-logikan-kan Tuhan atau mencoba mengenal Tuhan dengan berawal dari logika?

    6)Jika memang iya, apakah pantas dan memungkinkan mengenal Tuhan dengan berawal dari logika?

    7)Jika pada poin 4 tidak bisa juga dijelaskan secara logika/ilmiah maka menurut saya Tuhan juga tidak pantas dikenal dengan berawal dari logika sebab manusia saja tidak dapat dikenal penuh dengan logika.salah?

    8) Jika tidak semua bagian dalam hidup bisa dimengerti dengan logika mungkin Anda bisa memberi saya contoh, untuk menambah pengetahuan saya.

  29. 29
    Hans Says:

    Tambahan comment di atas :
    Ini saya copy-paste dari comment #24 “Tapi Yesus sendiri tidak pernah menyatakan dirinya adalah Tuhan.. Jadi Yesus bukan manusia gila.. Justru dia tahu bahwa dia bukan tuhan karena dia hanyalah jalan menuju Tuhan Bapa.” apakah ini berarti Anda percaya juga Yesus adalah jalan kepada Bapa dan menerima bagian yang mengatakan “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup”?

  30. 30
    herman Says:

    he he he ikut nimbrung lagi ahh… untuk mas ajie, ngamuk nih yee.. saya yakin maksud hati yang buat blog ini adalah baik adanya: karena memang membahas masalah yesus itu tuhan ato manusia, intinya hanya pada percaya secara hati nurani atau secara logika aza. ngga usah emosi karena biar bagaimanapun orang yang percaya bahwa yesus itu tuhan, banyak koq. apalah artinya kalo marah2 seperti ini, btw utk penulis lanjut terus karena ini bisa menambah wawasan kita kepada pengetahuan akan tuhan… semoga mahluk berbahagia………

  31. 31
    Garamasin Says:

    Saudaraku semua, kalau kita ingin mendapatkan makna dari suatu pembicaraan sebaiknya dan alangkah bijaksananya kalau kita sampaikan sesuai dengan kontek dasarnya dan secara runtut, sebab akibat, hakekat akhirnya, sebab antara perjanjian lama nobuat Allah dan perjanjian baru merupakan pemenuhan dari pada nobuat tersebut, kalau kalian semua ngomong atas dasar wudele dewe yang sia – sia………

  32. 32
    sfurqon Says:

    BLOG YANG BAGUS

    SALAM DARI JUNIOR

  33. 33
    jephman Says:

    ” 1. Tidak diperkenankan menggunakan argumen-argumen yang berasal dari kitab suci atau keimanan agama non Katolik/Protestan.”

    “Yang diperkenakan adalah menggunakan argumen:

    1. “pikiran polos” yaitu pikiran seperti pikiran anak kecil yang polos yang selalu bertanya untuk memahami sesuatu. Pikiran yang tanpa prasangka dan tidak memasukkan iman sebagai dasar berargumen.. Atau;”

    HAHAHAHAHAHAHAHAHA :D

    HAHAHAHAHAHAHAHAHA :D
    G jadi ketawa juga..

    LUCUUUUUU!!! Kekekekek

    HAHAHAHAHAHAHAHAHA :D
    Iya bener elo tuh lucu banget ya..

    itu saja sudah cukup menerangkan Hehehehe

    cara kamu merespon tuh juga sudah cukup menerangkan Hehehehe

  34. 34
    edi s. Says:

    la 200% artinya yg bener 100% yang salah 100%
    kalo 100% =1, 1 + 1 = 2 maka lahirlah yang ke 3 roh kudus
    semuanya 300 % daskumumetmas !!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    akal-akalanya sopo ni ????

    :) daskumumetjugamas !

  35. 35
    adit Says:

    dulu waktu manusia jadi terkena dosa oleh adam hawa kita jadi bisa terkena maut

    Itu kan keimanan kamu.. mana dong argumentasi logika polos nya?

    dulu jaman abraham dan musa untuk menghilangkan dosa itu diperlukan kurban domba domba itu harus laki laki dan tidak boleh bercacat dengan itu dosa manusia dapat hilang namun itu hanya sementara
    lalu Allah karena begitu cintanya kepada manusia
    manusia datang ke dunia untuk menebus dosa manusia
    manusia itu harus bersih dari dosa dan juga harus sempurna tidak ada manusia yang sempurna
    lalu Allah menjelma menjadi manusia Yesus
    Dia rela mengorbankan nyawanya untuk manusia agar manusia tidak menemui maut itu merupakan kurban final maka Yesus disebut isa almasih

    Tolong deh gak usah pake logika iman bisa repot..

    Karena bakalan susah diskusinya.. Nanti bisa seperti orang buta warna yang punya keyakinan kalau warna bendera kita adalah biru putih walaupun orang lain bilang merah putih… :-D Makanya saya gak mau dan menghindari berdebat pakai argumentasi “keyakinan” atau bahasa iman..

    Misal kita maksa nih berargumen dengan orang yang buta warna. Kita bilang bendera kita merah putih, tapi dia bilang biru putih karena memang itulah yang kelihatan di matanya.. Ya sudah, kan tidak bisa dilanjutkan..
    Atau, kalau saya bilang bahwa saya percaya kalau George Bush itu adalah orang kristen yang saleh tapi Anda percaya bahwa George Bush bukan orang kristen yang baik.. maka diskusi dihentikan saja..

    Coba misalnya kamu mau meyakinkan orang buta warna yang melihat bendera merah putih kelihatan berwarna biru pitih..
    Kalau orang buta warna itu bilang: “terserah situ mau bilang apa, pokoknya bendera kita itu biru putih.. masak saya harus gak percaya pada mata saya sendiri! Jangan-jangan mata situ gak bener kali”

    Kalau dia memutuskan untuk menolak untuk berargumen, maka selesai sudah.. dan dia melihat bendera kita sampai akhir hidupnya itu adalah biru putih..

    Satu-satunya cara, ya dengan ilmu pengetahuan (baca:logika).. misal: tunjukkin contoh berbagai warna dengan tulisan nama warnanya, jelasin tentang buta warna, anter ke dokter mata dst..

    Gimana? bisa berargumen pakai logika polos gak tentang Yesus itu Bukan Tuhan ?

    maaf yang buat blog ini mbok mikir pake otak

    :) gak usah emosi gitu dong.. Nenek-nenek juga dah tau kalo mikir itu ya pasti pakai otak.. apa jangan2 kamu belum tahu kalau kamu selama ini mikir itu pakai otak?

    Lagi pula, tulisan kamu diatas kan pake otak tapi didasarkan iman, jadi ya gak cocoklah dijadiin argumentasi kepada orang yang berargumen pakai logika polos..

    Pis yo!

  36. 36
    adit Says:

    kalo g ada Yesus kita g akan bisa pergi ke surga

    Emang siapa sih yang udah pergi ke surga? Apa kamu udah?

    Itu kan keyakinan kamu aja? agama lain juga pada punya keyakinannya masing-masing. Jadi gimana dong bisa memilih yang mana yang paling bener? ya harus pake logika polos.. gak bisa pake iman..

    Nanti kalau udah lolos karena logis dan sesuai logika polos, silahkan deh beriman..

  37. 37
    adit Says:

    Yesus kelahirannya sudah diramalkan sejak nabi musa Yesaya

    Bos, yang diramalkan itu bukan kelahiran TUHAN! tapi kelahiranseorang anak manusia yang akan menjadi Mesias

    Percayalah maka engkau dan seluruh isi rumahmu akan diselamatkan

    suka amat sama jeneralisasi..
    Percaya apa supaya selamat? Percaya apa jadi gak selamat?
    Isi rumah itu manusia nya doang? atau dengan perabotannya? atau dengan hewan peliharaannya?
    Diselamatkan itu dari apaan?

    Kalimat kamu itu kalimat iman.. ‘akan diselamatkan’ adalah baru sekedar janji.. belum ada buktinya.. dan kamu beriman pada janji itu..

    hampir semua agama itu punya janji yang sama.. oleh karena itulah kita tidak bisa mengukur kebenaran suatu ketuhanan hanya berdasarkan janji-janji saja..

    Smoga kamu jelas kenapa diskusi di blog ini tidak menggunakan logika iman

  38. 38
    simple.man Says:

    Hallo dan salam sejahtera

    Hallo dan salam sejahtera juga

    Senang rasanya berkunjung ke blog anda, karena tulisan2 kritis seperti ini diperlukan untuk memperkuat iman kepada Tuhan Yesus.

    Senang rasanya kalau diskusi dan perbedaan bisa memperkuat iman anda kepada Tuhan Yesus

    Diskusi tentang perbedaan tidak harus diselesaikan dengan cara pihak yang satu mengakui pendapat yang lainnya. Diskusi perbedaan itu membuat kita memahami kenapa kita berbeda dan kita jadi mengerti kenapa orang lain berbeda dengan kita dan sebaliknya.

    Itulah kelebihan dari agama Kristen yang selalu membuka diri untuk di-kritisi/di-uji oleh siapa dan dimana saja.

    Jangan terlalu berlebihan deh.. Soal “membuka diri untuk di-kritisi/di-uji oleh siapa dan dimana saja” itu lebih tergantung pada individu penganutnya. Coba baca buku sejarah kristen deh.. udah berapa banyak orang yang mati demi keyakinan kristen yang berbeda satu sama lain..

    Lagi pula, gak usah lihat sejarah.. coba baca komentar2 di blog ini atau di forum lain, banyak juga kan kita yang meyakini Yesus sebagai Tuhan itu tidak membuka diri untuk di-kritisi/di-uji oleh siapa dan dimana saja..

    Bahkan penganut agama lain atau bahkan yang tidak beragama pun juga ada dan banyak yang membuka diri untuk di-kritisi/di-uji oleh siapa dan dimana saja

    yang saya yakin semakin di-uji/di-kritisi, akan semakin membuka kebenaran sejati akan Tuhan Yesus.

    Bagus-bagus aja kalau kamu punya keyakinan seperti itu.. Yang penting tidak mencacimaki orang yang berbeda..

    Seperti yang selalu Anda ulangi dalam artikel/jawaban Anda, bahwa “Tuhan adalah Tuhan dan Yesus adalah manusia..
    Tidak masuk akal Tuhan menjadi manusia dan tidak masuk akal manusia menjadi Tuhan” maka saya berkesimpulan bahwa Anda juga adalah seorang yang percaya akan adanya kuasa Tuhan/Allah, dengan demikian saya masih bisa mencoba menyumbangkan pikiran, lain halnya kalau diskusi dengan orang Atheis, maka pasti tidak akan ada ujung dan pangkal.

    Kalau saya melihat tulisan2 anda, dasar argumen Anda meragukan ke-Tuhanan Yesus adalah logika dasar manusia dan keraguan terhadap Alkitab, karena anda yakin telah ada perubahan/penambahan yg disengajai di Alkitab dengan tujuan utk men-Tuhan-kan Yesus. Maka dgn demikian saya tidak akan membahas Alkitab, karena pertama saya masih sangat dangkal pemahaman di Alkitab dan ke-dua, Alkitab menjadi tidak relevan karena anda tidak mempercayai-nya / meragukan-nya.

    Okay setuju..

    Oke berangkat dari sama-sama percaya bahwa ada Kuasa Tuhan/Pencipta/Allah di Dunia ini,
    Tuhan/Allah sebagai “Maha Pencipta” dan “Maha Kuasa” telah menciptakan bumi beserta isinya kemudian menciptakan “Manusia” untuk menguasai bumi dan isinya, tujuan-nya untuk apa? bukankah Tuhan/Allah itu “Maha Sempurna” maka tanpa ada manusia juga ga apa2 kog. secara logika polos, tidak akan ada jawaban-nya bukan?

    Kalau untuk menjawab pertanyaan tujuan Tuhan menciptakan manusia itu untuk apa, itu tergantung pada iman apa yang dianut. Maksudnya itu areanya orang beriman bukan area logika polos. Jadi saya no comment

    Membaca beberapa artikel dari agama Islam dan Kristen yang mencoba mengupas Tujuan penciptaan manusia, dapat disimpulkan bahwa Tuhan/Allah menciptakan manusia adalah untuk menunjukkan eksistensi-nya. Mungkin jawaban itu benar, mungkin juga salah.
    nah, karena tidak ada jawaban yang pasti, maka tidak ada salahnya saya mengutarakan jawaban dari versi saya sendiri walaupun ada fantasinya :) namun tidak ada bukti juga bahwa cerita saya tidak benar, dimana di-akhir cerita versi saya, akan menjawab pertanyaan mengapa Yesus adalah manusia sekaligus Tuhan.

    Sekali lagi, kalau untuk menjawab pertanyaan tujuan Tuhan menciptakan manusia itu untuk apa, itu tergantung pada iman apa yang dianut. Maksudnya itu areanya orang beriman bukan area logika polos. Jadi saya no comment

    Mohon maaf jika, tulisan saya ini begitu panjang (karena kurang bisa/fasih dalam menulis, jadi mungkin kesan-nya bertele-tele)

    Gak apa2 kok.. Tapi saya berharap Anda tidak mencampurkan logika polos dengan logika iman. Kalau logika iman pasti berdasarkan keyakinan pada Alkitab walau tidak mengutarakan ayat yang dimaksud. Padahal Anda janji untuk tidak menggunakan Alkitab dalam diskusi ini..

    Tujuan Penciptaan Manusia
    —————————
    Awal mula sebelum adanya Manusia dan bumi, tentunya kita setuju bahwa hanya ada Zat tertinggi Tuhan/Allah beserta malaikat2nya, semua malaikat hidup dalam kesempurnaan bersama Tuhan/Allah, kecuali kelompok malaikat yang bernama Iblis cs.

    Ini Iman bukan logika polos..
    Btw ada sedikit pertanyaan: apakah arti kalimat “semua malaikat hidup dalam kesempurnaan bersama Tuhan/Allah, kecuali kelompok malaikat yang bernama Iblis cs.” merujuk pada situasi bahwa malaikat itu sama sempurnanya dengan Tuhan sehingga malaikat itu sederajat dengan Tuhan?

    Kelompok ini selalu berusaha bersaing dengan Tuhan/Allah (mungkin saking tidak adanya kerjaan di Surga, karena sudah sempurna semua, maka timbul dengki di hati sekelompok malaikat).

    bagian ini kali yang kamu maksud hayalannya ya? :)

    Tuhan/Allah sebagai zat tertinggi tentu-nya sangat mudah melawan Iblis CS tersebut, tinggal berfirman saja maka wuis….Iblis cs akan berubah jadi burung belibis.

    Saya gak sepakat penggunaan kata-kata “melawan”, karena itu mengandung makna tersirat bahwa Tuhan sederajat dengan Iblis CS dan bisa menang atau kalah melawan Iblis.

    Tapi Tuhan/Allah tidak mau menggunakan kekuasaan untuk memberangus setiap pemberontakan (emang Tuhan kita itu Diktator apa?) karena jika bisa menghancurkan Iblis CS dengan kekuasaan saja, apakah bisa menjamin bahwa tidak akan timbul kelompok Iblis lain dari Malaikat yg lain? karena ternyata Malaikat itu tetap tidak sempurna, hanya ada satu yang “Maha Sempurna” yaitu Tuhan/Allah sendiri.

    Kalau logika polos saya: istilah diktator itu cuma cocok untuk ke sesama manusia. Kalau Tuhan, menurut saya berhak untuk melakukan apa saja. Makanya akan sia-sia kalau kita protes mengapa kita dilahirkan jadi manusia apalagi dengan tubuh yang cacat dari orang tua yang miskin dan lain-lain

    Untuk itulah maka diciptakan-Nya sesuatu yang berbeda dengan Malaikat, kalau malaikat itu diciptakan dalam keadaan instant (seperti mie-instant) begitu diciptakan langsung memiliki kuasa namun tidak Sempurna seperti Tuhan/Allah, sehingga masih memiliki rasa dengki seperti iblis CS.

    Saya bener-bener gak tahu kalau malaikat itu diciptakan dalam keadaan instant, tulisan soal ini ada di buku apa? atau ini juga bagian hayalan kamu?

    Lalu saya gak nyambung, apakah karena “diciptakan dalam keadaan instant” lalu malaikat jadi tidak sempurna seperti Tuhan/Allah ? Menurut logika saya: Semua ciptaan Tuhan tidak akan pernah selevel dengan Tuhan.

    Lalu, apakah karena tidak sempurna itu maka “masih memiliki rasa dengki” ?

    maka manusia diciptakan dari titik awal, supaya melalui suatu PROSES pematangan manusia bisa menerima hikmad Tuhan/Allah dengan sempurna, sehingga suatu saat nanti manusia yang sudah matang secara rohani akan bergabung menjadi Malaikat bersama dengan Tuhan/Allah, yang walaupun
    tetap tidak sempurna seperti Tuhan/Allah, tapi sudah mendekati wujud Tuhan/Allah (sehingga tidak ada dengki/iri lagi seperti malaikat instant, Iblis CS).

    Apakah dengan diciptakan dari titik awal maka manusia bisa menerima hikmat Tuhan/Allah dengan sempurna sedangkan malaikat yang diciptakan instant gak bisa menerima hikmat Tuhan/Allah ?

    Apakah benar bahwa “nanti manusia yang sudah matang secara rohani akan bergabung menjadi Malaikat bersama dengan Tuhan/Allah” ?? wah logika iman lagi nih..

    Dan apakah kalau sudah bergabung menjadi malaikat bersama dengan Tuhan/Allah berarti tidak ada dengki/iri lagi ? Lalu kenapa Iblis yang notabene adalah malaikat kok bisa ada dengki/iri? apa yang membedakan malaikat iblis dengan malaikat yang lain kok kalau yang iblis itu dengki/iri sedang yang lain tidak ?

    Mengapa Yesus adalah manusia sekaligus Tuhan?
    ————————————————–
    tahap proses pematangan awal, manusia ditempatkan di taman-eden bersama2 malaikat dan Tuhan/Allah, tapi ternyata Iblis CS tidak tinggal diam, maka dengan segala upaya, manusia awal diajari rasa dengki ingin bersaing dengan Tuhan sehingga melakukan dosa dengan melawan larangan Tuhan.
    akibatnya Tuhan merasa proses pematangan manusia harus lebih keras lagi, maka ditempatkanlah manusia di bumi ini,namun dibekali dengan isi bumi untuk dikuasai manusia selama proses pematangan-nya, namun saat itu benih2 Iblis juga sudah bersemayam didalam hati manusia.

    Terus terang saya baru tahu cerita mengenai “pematangan” atau ada buku rujukannya?

    Btw, saya kok gak percaya kalau “benih2 iblis juga sudah bersemayam didalam hati mahusia”. Bagaimana dengan manusia bernama Budha ? Mahatma Gandhi ? Gde Prama ? atau Paus ? Bunda Theresa ? dan banyak lagi manusia2 lain yang saya hormati..

    Kalau soal Iblis mengajari manusia, mungkin sampai hari ini dan nanti pun Iblis terus menerus selalu mengajari semua manusia yang hidup termasuk kamu dan saya :)
    Jadi menurut saya, bukannya gara2 Adam diajari Iblis lalu bersemayamlah ajaran Iblis itu (dengki/iri) ke semua keturunannya.

    Bayi itu bersih dari dosa.. termasuk bersih dari iri dan dengki.. iri dan dengki akan mulai muncul ketika dia sudah bisa berinteraksi dengan lingkungannya itu pun kalau pendidikan dari Ibu nya dan kaluarganya tidak bagus.

    Nah, sejarah manusia mulai terjadi….dari jaman Nabi Musa…sampai jaman sebelum Yesus, tidak terhitung banyaknya Nabi2 (dari kalangan manusia sendiri) yang diutus oleh Tuhan untuk memberikan hikmad kepada manusia, namun seperti yang kita baca, manusia selalu memberontak terhadap hikmad Tuhan, tentunya kita berpikir kog Tuhan mau ya..meluangkan waktu mengutus Nabi2 untuk memberikan hikmad pada Manusia,

    kalimat “meluangkan waktu” tidak logis kalau disematkan kepada Tuhan. Tuhan tidak berada didalam siklus waktu. Menggunakan kalimat “meluangkan waktu” sangat spekulatif.

    Kalau Tuhan mengutus nabi2, menurut saya karena Tuhan sayang kepada manusia sehingga Tuhan selalu berusaha memberikan asistensi bagaimana caranya mengenal dan mengikuti Tuhan.. Artinya memberikan peluang kepada manusia untuk selalu kembali kepadaNya.

    Bahwa sebagian manusia tidak mau mengikutiNya ya bukan masalah bagi Tuhan. Yang jelas Tuhan sudah memberikan kesempatan manusia untuk kembali kepadaNya

    kenapa Tuhan tidak langsung tunjukkan kuasanya sehingga manusia ketakutan dan langsung menyembah Tuhan, atau Kenapa Tuhan tidak mengutus Malaikat saja sebagai Nabi, supaya manusia langsung melihat dan percaya,

    Menurut saya kalau masalahnya adalah Tuhan menginginkan manusia bisa memiliki hikmad, ya gak usah repot2 ngirim nabi segala apalagi sampai Tuhan harus lahir jadi manusia segala.
    Ya bikin aja manusia sudah dengan Hikmad built in didalamnya..

    sekali lagi, Tuhan tidak mau instant tapi mau manusia melalui PROSES pematangan. dengan menggunakan Nabi dari kalangan manusia sendiri maka diharapkan Nabi tersebut akan lebih dapat diterima oleh manusia biasa sehingga proses pematangan dari dalam diri manusia bisa terjadi.
    Tuhan maunya manusia menerima Tuhan karena benar2 dari dalam hatinya, bukan karena takut (walaupun para Nabi akhirnya banyak menakut-nakuti manusia yg tidak mau bertobat, seperti yg kita baca dalam Alkitab)

    akan tetapi dasar manusia yang sudah memiliki benih iblis, tetap memberontak terus, dan nabi yang diutus Tuhan tetap seorang manusia biasa, yang walaupun diberikan kuasa Tuhan, tidak sedikit yang malah ikut jatuh kedalam dosa. dan manusia kurang merasakan ke-Tuhanan dalam diri nabi itu sendiri, karena memiliki banyak ketidak-sempurnaan, yang walaupun mengajarkan kebaikan tapi tetap bisa melakukan dosa.

    Karena itulah Tuhan/Allah merasa PROSES PEMATANGAN manusia harus dilakukan dengan cara/kriteria (dalam bahasa sehari2) :
    1.Tetap harus melakukan pendekatan Manusia ke Manusia, supaya manusia memperoleh hikmad Tuhan dari dalam, sehingga yg diutus harus tetap wujud manusia
    2.Orang yang diutus tersebut harus bebas dari dosa (dosa asal kek, dosa dunia kek, pokok-nya semua dosa)
    3.Orang yang diutus tersebut harus memiliki kuasa Surgawi / Kuasa Allah
    4.Orang yang diutus tersebut harus mengorbankan dirinya pada akhir tugasnya, supaya manusia melihat sendiri, betapa orang yg di Utus oleh Tuhan yg tidak berdosa sama sekali, dan memiliki kuasa Surgawi, rela mati demi per-tobatan / proses pematangan manusia.

    Karena tidak mungkin ada manusia di bumi ini yg bisa memenuhi kriteria tersebut diatas, maka Tuhan/Allah menurunkan roh-nya sendiri kedalam rahim perawan Maria, supaya dilahirkan dalam wujud manusia yang dinamakan Yesus (butir no.1 diatas terpenuhi), karena itu Yesus disebut sebagai Anak Manusia dan Anak Allah, anak manusia karena memang dilahirkan sebagai wujud manusia dan Anak Allah karena dilahirkan dengan Roh Allah sendiri.
    Nah karena berasal dari roh Allah dan dilahirkan melalui Perawan, maka Yesus tidak akan memiliki dosa asal, dan dosa lain2nya (butir no.2).
    dan Tentunya sebagai roh Allah sendiri Yesus memiliki kuasa2 Surgawi, sehingga bisa melakukan penyembuhan dan mukzijat (butir no.3).
    dan akhirnya Yesus mengorbankan diri-Nya di Kayu Salib supaya manusia bisa melihat dan sadar akan dosa2nya dan mau menerima hikmad Allah, dan bisa menjadi
    bahan referensi iman bagi manusia-manusia yang lahir setelah jaman Yesus (butir no.4)

    Pertanyaannya sederhana aja. Apakah lalu dengan adanya Yesus yang kamu anggap Tuhan lalu akhirnya semua manusia jadi memiliki hidmad yang sama ? atau Apakah dengan adanya Yesus yang kamu anggap Tuhan akhirnya semua manusia menjadi MATANG ?

    Kayaknya enggak deh.. masih banyak orang beragama selain katolik/kristen, masih banyak orang yang tidak beragama dan juga masih ada aja yang beragama katolik/kristen yang pindah ke agama lain atau malah menjadi tidak percaya kepada Tuhan..

    Menurut saya, tujuan membuat semua manusia menjadi hidmad dan matang gak akan pernah tercapai bahkan sekalipun kalau Tuhan turun ke bumi menjadi manusia..

    Menjadi hidmad ataupun matang adalah PILIHAN. Setiap orang diberikan Tuhan hak untuk memilih bahkan untuk memilih menjadi orang yang tidak percaya kepada Tuhan.

    Oleh karena itu, menurut saya, pastilah tujuan Tuhan menciptakan manusia itu bukan seperti tujuan yang kamu jelaskan panjang lebar diatas.

    Saya juga gak pasti apa tujuannya, tapi mungkin tujuan yang lebih masuk akal adalah Tuhan sedang mencari manusia2 mana yang benar-benar bisa mengenal dan mengikuti diriNya. Oleh karena itu, manusia bebas memilih untuk ikut atau tidak ikut.

    Nah setelah Roh Allah turun untuk membantu PROSES PEMATANGAN manusia sendiri dalam wujud manusia Yesus, maka manusia diberikan rentang waktu yang cukup panjang untuk bertobat dan menerima hikmad Allah (selama kehidupan kita di Bumi ini), yang mana merupakan kesempatan terakhir kita, jika tetap bandel maka begitu kita sudah bye-bye(mati) dari dunia ini, maka kesempatan bertobat kita juga hilang, maka bersiap-siaplah kita menghadapi pengadilan akhir yang akan dilakukan sendiri
    oleh Tuhan Yesus sendiri, tapi Yesus yang sudah dalam Wujud ALLAH sendiri.

    dengan demikian tidak ada yang tidak mungkin dengan “Tuhan adalah Yesus dan Yesus adalah Tuhan, sangat masuk akal Tuhan menjadi manusia, TAPI MEMANG TIDAK
    MASUK AKAL, MANUSIA BISA MENJADI TUHAN”

    Sungguh kalau menurut saya, penjelasan kamu yang panjang lebar itu banyak dipengaruhi logika iman dan fantasi dan gak relevan untuk dijadikan dasar kesimpulan bahwa Tuhan adalah Yesus dan Yesus adalah Tuhan.

    Dengan logika polos, kita bisa membuktikan bahwa Yesus itu adalah manusia. Tapi kita gak akan pernah bisa membuktikan bahwa Yesus itu adalah Tuhan jika menggunakan logika polos.

    Hanya logika iman saja lah yang bisa membuat seseorang bisa memahami bahwa Yesus itu adalah Tuhan. Caranya dengan mendesak dan mendorong logika polos ke sudut-sudut terpencil otak manusia.

    Ingat lho saya start dari keberadaan Yesus karena itu saya akan selalu bilang Yesus itu adalah manusia karena faktanya memang begitu. Dan gak ada satu alasan logis yang bisa digunakan untuk menganggap Yesus itu Tuhan. Hal itu sesuai dengan kalimat anda dalam huruf besar “TAPI MEMANG TIDAK MASUK AKAL, MANUSIA BISA MENJADI TUHAN”

    Anda memulainya dari Tuhan kemudian berusaha membuktikan bahwa Tuhan adalah Yesus. Saya cuma mau bilang penjelasan apapun yang dimulai dari Tuhan kemudian diarahkan ke suatu kesimpulan bahwa Yesus itu Tuhan pastilah menggunakan logika Iman bukan logika polos..

    Hanya orang yang memiliki logika iman yang sama sajalah yang akan mengakui kebenaran argumentasi Anda.

    ini hanyalah perenungan pribadi saya sendiri, yang mudah2an bisa menjawab keraguan saudara akan ke-Tuhanan Yesus.

    Yah gak masalah kok kalau punya renungan pribadi..itu gak ada yang melarang kok.. tapi sayangnya tetap gak bisa menjawab keraguan saya akan ketuhanan Yesus. Gak papa kan?

    GBU

    GBU

  39. 39
    simple.man Says:

    Dear Pemilik blog,

    Senang rasanya mendapatkan comment anda atas opini yg ada.

    Saya juga ikut senang..

    tapi sebelum mulai bahas yang lain, saya ingin comment sedikit mengenai tulisan reply anda soal Kristen yg terbuka untuk di-kritisi.

    silahkan Mas..

    saya rasa tulisan saya tidak berlebih-lebihan kog, buktinya SAAT INI diantara semua agama, hanya agama Kristen yang boleh dengan bebas dibahas/diuji dimana saja dan oleh siapa saja, tanpa ada tekanan dari otoritas gereja ataupun tekanan dari penganut2nya.

    Karena kamu udah pakai kata SAAT INI maka sebetulnya kamu sepakat juga dengan pernyataan saya.. krn konteks yang saya maksud adalah untuk jangka waktu takterbatas. bisa dulu, kini dan yang akan datang

    kalimat “boleh dibahas/diuji dimana saja dan oleh siapa saja” itu lebih bersifat cara pandang penganutnya.. dan itu bisa berubah-ubah. Mungkin klaim kamu SAAT INI benar tapi gak ada tahu nanti.. Yang namanya nilai-nilai kehidupan sosial itu bisa berubah-ubah kok..

    Btw, Apakah kamu benar2 sudah lakukan survey atau membaca buku2 yang bervariasi dari agama-agama lain sehingga kamu berani menyimpulkan seperti itu?

    Bagi saya, biarpun misalnya ada agama yang paling benar sekalipun tapi gak akan pernah sikap/perilaku penganutnya SELALU SAMA SEPANJANG WAKTU dengan apa yang diajarkan di agama tersebut. Sikap/perilaku/cara pandang penganut suatu agama pada saat dulu, saat ini dan masa datang bisa selalu tidak sama.

    Manusia ya cuma manusia Mas.. Bisa berubah-ubah carapandang/sikap/perilaku nya disepanjang waktu
    Buat saya itu sangat logis dan wajar-wajar saja.. Gak ada yang aneh dengan itu..

    Soal Sejarah jumlah orang Kristen yang mati demi keyakinan nya, itu juga benar adanya, dan hal itu diakui dan disesali oleh Otoritas Gereja sendiri, bahwa pada jaman dulu (terutama saat perang salib), Gereja dan penganut Kristen memang melakukan kesalahan2 yang tidak pantas dan tidak sesuai dengan ajaran Yesus Kristus oleh karena itulah Otoritas Kristen saat ini menjadi sangat terbuka untuk dikritisi, jadi pendek kata, telah belajar dari kesalahan fanatisme sempit, maka sekarang menjadi terbuka untuk di-kritisi.

    Mungkin gak juga kalee.. Kalau sikap ‘terbuka untuk dikritisi’ ada hubungannya gak dengan caci maki yang dilakukan saudara kita umat kristen kepada orang lain?
    Coba mas, searching2 deh.. Lihat2 juga di Youtube deh.. Sekarang caci maki dan hinaan penganut agama (apapun) udah jadi perkataan yang umum kita lihat, minimal di belantara internet ini..

    Kemudian menurut saya, anda kurang fair terhadap penilaian anda sendiri, anda selalu menuntut logika yg bisa dibuktikan secara manusiawi, menuntut bukti-bukti konkrit seakan-akan teori keTuhanan bisa dibuktikan secara eksakta (pasti). Padahal masalah yang anda angkat adalah masalah yg berhubungan dengan ke-Tuhanan, yg pasti di ujung pembuktian akan berhubungan dengan iman.

    Gini Mas, kita beda arah.. Kalau Mas itu start nya mulai dari kondisi sudah beriman, jadi Mas selalu pakai logika iman.. Kalau blog ini startnya dari orang yang belum beriman makanya pakai logika polos..
    Menurut saya/blog ini, keimanan harus didasari landasan logika yang kuat sedangkan menurut Mas, iman itu diluar logika.. Gitu gak Mas?

    Bahkan kalau Mas baca comment&response di blog ini, ada yang berpendapat bahwa Tuhan tidak bisa difahami lewat logika. Dan saya selalu bilang bahwa dengan logika, saya bisa menemukan Tuhan dan tentunya bukan Yesus karena faktanya Yesus itu adalah manusia.

    Jadi dalam konteks cara pandang tersebut, saya gak bisa dibilang kurang fair.

    Mengapa anda tidak fair? contoh, anda selalu menggunakan buku2 referensi yg menurut anda sejalan dengan jalan pemikiran anda, sekarang kalau saya tanyakan kembali kepada anda bukti apa yg anda punya bahwa penulis yang menulis buku tersebut adalah benar sesuai fakta? apakah ada satupun penulis yg bisa membuktikan bahwa tulisannya akurat? terus terang kita semua sebagai manusia hanya bisa meraba2 dan menyakini dengan iman (tapi bukan iman tanpa logika, melainkan Logika dengan iman).

    Mas, sebagian buku yang saya sebut-sebut itu adalah buku dimana pengarangnya menggunakan logika yang kritis dalam menelaah sesuatu. Coba baca deh salahsatunya..
    Jadi, yang pertama dalam logika cara berfikirnya itu yang bagi saya lebih cocok dengan logika polos yang saya gunakan di blog ini..

    Kalau fakta, sekarang fakta yang mana maksudnya?

    Coba, ini adalah fakta sejarah atau bukan:
    1. Injil tertua adalah Injil Markus yang ditulis sekitar 40tahunan setelah Yesus wafat
    2. Naskah Injil tertua yang ditemukan berumur lebih dari 2ratusan tahun dari sejak Yesus wafat.
    3. Kita tidak bisa menelusuri penulis/penterjemah/penyalin Alkitab yang ada sekarang ke penulis/penterjemah/penyalin Alkitab sebelumnya dan ke penulis/penterjemah/penyalin Alkitab sebelumnya dan seterusnya sampai ke penulis aslinya
    4. ada perbedaan minor dan mayor antara suatu salinan Injil yang ditemukan pada tahun dan/atau wilayah tertentu jika dibandingkan dengan salinan yang ditemukan pada tahun dan/atau wilayah lainnya.

    Sebelum Mas merespon,tolong baca dulu postingan2 saya terkait ya Mas..

    Atau contoh lain, anda mengatakan bahwa anda percaya adanya Tuhan/Allah sang pencipta, sekarang saya tanyakan kembali apa buktinya ada Sang Pencipta? padahal mungkin bertentangan dengan teori evolusi yang kita pelajari waktu sekolah. dan kalau mau dicari buku-buku yang menentang adanya Sang Pencipta, saya rasa akan banyak sekali buku-buku tersebut. Trus apakah anda bisa buktikan secara pasti ada Sang Pencipta?

    Sebetulnya karena kita dalam posisi sama-sama percaya adanya Tuhan maka kita gak usah diskusikan kenapanya.

    Tapi kalau saya boleh menjawab pake logika polos ya, tidak mungkin alam semesta yang begini rumit tapi harmonis itu disebabkan oleh suatu kebetulan saja.. Pasti ada sesuatu yang merancangnya.. dan itu Tuhan.. Dan pasti Tuhan itu bukan manusia.. gak ada satupun manusia yang sanggup merancang alam semesta bahkan manusia aja gak bisa menguasai dirinya sendiri..

    Kalau soal teori Darwin, pake logika polos ya, kita gak pernah menemukan temuan2 eks kebudayaan manusia yang setengah, tigaperempat, sembilanpersepuluh monyet.. Maka saya gak percaya..

    Sekarang kita geser dikit ke masalah ketuhanan Yesus.

    Kalau Mas, karena tidak bisa membuktikan bahwa Yesus yang manusia itu adalah Tuhan maka Mas berkesimpulan bahwa Iman tidak bisa dilogikakan.
    Agak aneh tapi sebetulnya enggak juga karena Mas beranjak dari posisi sudah beriman sehingga gak ada cara lain untuk mempertahankan iman Mas bahwa Yesus itu adalah Tuhan, kecuali dengan cara menyimpulkan bahwa logika manusia terbatas dan tidak sebanding dengan kuasa Tuhan..

    Kalau saya, karena logika terbatas saya tidak bisa menemukan alasan logis bahwa Yesus yang manusia itu adalah Tuhan maka saya berkesimpulan bahwa Yesus itu memang manusia dan bukan Tuhan

    Anda mengatakan bahwa:
    “Anda memulainya dari Tuhan kemudian berusaha membuktikan bahwa Tuhan adalah Yesus. Saya cuma mau bilang penjelasan apapun yang dimulai dari Tuhan kemudian diarahkan ke suatu kesimpulan bahwa Yesus itu Tuhan pastilah menggunakan logika Iman bukan logika polos.. ”

    Padahal anda menanyakan sesuatu yang di mulai dari Yesus dan minta pembuktian sebagai Tuhan, lah apa bedanya dengan comment anda diatas? saya hanya mulai pembahasan dari sisi Tuhan kemudian dijabarkan ke sisi Yesus, sedangkan anda bertanya dari sisi Yesus kemudian minta di buktikan ke sisi Tuhan? begitu sudah ketemu pembahasan akan Tuhan maka hanya Logika+Iman yang bisa jalan.

    Jelas beda.. Kalau kita start dari Yesus manusia kemudian mau membuktikan apakah dia Tuhan atau tidak maka kita bisa pakai logika polos secara utuh. Tapi kalau start dari Tuhan kemudian berusaha membuktikan bahwa Tuhan itu manusia maka kita gak bakal bisa pakai logika polos secara utuh, pasti pakai logika iman plus sedikit fantasi :)
    Baca juga respon saya di paragraf sebelumnya ya

    Jadi, kesimpulan saya, kalau kita ingin membahas sesuatu yang tidak bisa kita jangkau secara logika manusia sampai ke akar, maka kita harus menggunakan pendekatan logika-iman, tapi bukan untuk pertentangan, melainkan untuk kekayaan iman kita masing2, terserah pada keyakinan kita masing-masing, seperti kata anda, itu adalah Pilihan.

    Sekali lagi, saya cuma mau ulang bahwa logika saya dan Mas sama-sama terbatas tapi kenapa kita mendapatkan kesimpulan yang berbeda ?

    Hal itu karena cara kita melihat keterbatasan itu sendiri. Saya ulangi, karena Mas gak punya alasan logika polos untuk meyakini bahwa Yesus manusia itu adalah Tuhan maka Mas langsung menyimpulkan bahwa Yesus itu Tuhan karena logika kita gak bakalan sampai.. :) Kesan nya maksa banget kan? Kenapa trerkesan gitu? krn Mas udah start dari posisi beriman bahwa Yesus itu Tuhan..

    Kalau saya, ya simple aja Mas. Krn gak bisa dibuktikan dengan logika polos bahwa Yesus manusia itu adalah Tuhan yah sudah that’s it berarti Yesus itu bukan Tuhan..

    Sorry to say kalau kebenaran itu gak pernah jauh dari common sense Mas.. Dan cuma landasan logika yang kuat saja lah yang bisa menjamin apakah kita menyembah Tuhan yang sebener-benernya Tuhan dan Tuhan yang disembah oleh segala sesuatu yang dipertuhankan oleh orang lain..

    dan tulisan saya :

    “dengan demikian tidak ada yang tidak mungkin dengan “Tuhan adalah Yesus dan Yesus adalah Tuhan, sangat masuk akal Tuhan menjadi manusia, TAPI MEMANG TIDAK
    MASUK AKAL, MANUSIA BISA MENJADI TUHAN”

    memiliki arti bahwa bahwa Tuhan sebagai yang “Maha”, tentu sangat mungkin kalau Dia menjadi manusia dengan kehendak-NYA. tapi kita sebagai manusia sangat tidak mungkin bisa menjadi Tuhan. itu saja…..

    Memang ada banyak kemungkinan bagi Tuhan untuk hadir di kehidupan kita.. tapi gak masuk akal lah kalau Tuhan harus menjadi janin, tumbuh menjadi bayi didalam kandungan seorang manusia, lalu tumbuh menjadi manusia, lalu wafat..

    Karena dengan cara itu, karakteristik Tuhannya akan hancur.. dan setelah lahir dia bukan Tuhan, tapi seorang manusia biasa.. dan pada saat itu kita telah kehilangan Tuhan..

    Yang lebih logis, kalau Tuhan menampilkan diriNya seolah-olah seperti manusia, yaitu gimana caranya yang penting Dia kelihatannya adalah manusia tapi Dia sebenarnya Tuhan.. Kalau kondisinya seperti itu, maka selama penampilannya yang kelihatannya sebagai manusia, Dia tidak perlu makan, pup, tidur, letih, dan merasakan sakit.. kenapa? karena semua itu adalah perbuatan manusia yang memang dilakukan oleh yang namanya manusia-yang-sesungguhnya..

    Sekuasa-kuasanya Tuhan, Dia tidak akan menggunakan KuasaNya untuk menghancurkan diriNya sendiri yakni dg cara menjadi janin-bayi-anak2-dewasa-wafat.

    Kalau renungan saya tidak menjawab keraguan anda akan ke Tuhanan Yesus ya memang tidak papa, karena kalau sesuai keyakinan saya Yesus adalah Tuhan, maka seperti kata GusDur Tuhan tidak perlu dibela kok, dan saya memang tidak membela Yesus sebagai Tuhan, tapi hanya menuliskan suatu pendapat pribadi saya, karena itu dalam tulisan saya tidak pernah ada caci-maki, dan tidak pernah saya mencoba menjelekkan agama-agama lain diluar keyakinan saya.

    Sama dong “Kalau renungan saya tidak menjawab keraguan anda akan ke Tuhanan Yesus ya memang tidak papa,” Buat saya blog ini berguna untuk membantu kita memahami kenapa kita bisa berbeda. Itu aja..

    Bagi saya, membela juga gak apa-apa kok asal tidak dengan mencacimaki apalagi membunuh orang yang berbeda pendapat!

    Dan menurut saya, renungan dan penjelasan Mas itu juga suatu pembelaan.. dan itu gak apa2 kok! itu bagus.. karena Mas tidak menggunakan kata-kata yang mencacimaki

    GBU

    GBU

  40. 40
    simple.man Says:

    Dear pemilik blog,

    Ada apa Mas simple.man

    sorry diluar konteks….
    karena saya adalah orang yg awam didalam menulis di blog, dsb…..bisa tolong informasikan cara me-reply suatu tulisan? atau begini, bagaimana caranya membuat tulisan menjadi BOLD, supaya bisa dibedakan mana yg merupakan kutipan dari comment terdahulu dan mana yg merupakan tulisan reply-nya.

    Contoh seperti yg anda tulis sebagai reply terhadap tulisan saya, semua tulisan anda dibuat dalam huruf BOLD, jadi orang gampang membedakan mana comment anda, dan mana yg merupakan tulisan dari orang lain. atau feature itu hanya untuk pemilik blog?

    Kalau soal yang kamu tanyakan, gak papa kok diluar kontek..

    Saya sendiri sebetulnya gak begitu lengkap ngertinya kalau soal yang kamu tanyakan, mudah2an rekan2 yang lain bisa melengkapi apa yang saya ketahui:

    wordpress.com memang menyediakan fitur untuk mereply suatu comment kepada pemilik blog lengkap dengan icon2 untuk membuat tampilan tulisan seperti yang kamu tanyakan.

    Kalau icon itu digunakan, maka wordpress akan menciptakan kode2 tertentu, contohnya:

    Awali suatu tulisan/kalimat/paragraf dengan kode tandaLEBIKECIL kataBLOCKQUOTEhurufkecil tandaLEBIHBESAR lalu akhiri atau tutup dengan kode tandaLEBIHKECIL tandaGARISMIRING kataBLOCKQUOTEhurufkecil dan tandaLEBIHBESAR untuk membuat posisi tampilan tulisan tersebut menjadi lebih kedalam (indent)

    Awali suatu tulisan/kalimat/paragraf dengan kode berturut2 sebagai berikut: tandaLEBIHKECIL kataSTRONGhurufkecil tandaLEBIHBESAR dan akhiri atau tutup dengan kode tandaLEBIHKECIL tandaGARISMIRING kataSTRONGhurufkecil dan tandaLEBIHBESAR untuk menimbulkan efek bold

    Nanti ngetik kodenya jangan pakai spasi ya..

    Mudah2an kode itu bisa digunakan juga untuk bisa memberikan comment yang lebih jelas.
    Btw, ada lagi kode2 yang lain tapi sebagian saya juga belum pernah make karena belum tahu juga :)

    Mohon maaf, karena saya benar2 tidak tahu caranya….maklum ga pernah ikut2an nulis di blog…..ini pengalaman yg pertama.

    Gak usah minta maaf Mas, aku dulu juga gitu kok! dan sekarang masih ada juga yang belum tahu :) :)

    Thx sebelumnya
    GBU

    Sama-sama
    GBU juga

  41. 41
    simple.man Says:

    Dear Pemilik blog,

    saya hanya ingin comment lagi beberapa hal aja:

    tulisan anda
    “Mungkin gak juga kalee.. Kalau sikap ‘terbuka untuk dikritisi’ ada hubungannya gak dengan caci maki yang dilakukan saudara kita umat kristen kepada orang lain?
    Coba mas, searching2 deh.. Lihat2 juga di Youtube deh..
    Sekarang caci maki dan hinaan penganut agama (apapun) udah jadi perkataan yang umum kita lihat, minimal di belantara internet ini.”

    Anda betul bahwa banyak penganut (hampir dari semua agama) melakukan caci maki di internet, itu adalah kenyataan.
    tapi yang saya tulis adalah
    “Otoritas Kristen saat ini menjadi sangat terbuka untuk dikritisi, jadi pendek kata, telah belajar dari kesalahan fanatisme sempit, maka sekarang menjadi terbuka untuk di-kritisi”
    Jadi Otoritas Kristen-nya yg saya maksud (sikap resmi Gereja baik Katolik maupun Protestan), kalau penganut2nya yang melakukan caci maki itu sudah wilayah pribadi masing2.
    tapi minimal dengan sikap Otoritas Kristen yang terbuka, maka akan menjadi panduan bagi sebagian besar umat Kristen utk tidak melakukan hal2 tersebut.

    Kemudian soal kita beda arah, anda menggunakan pendekatan dari sisi manusia kemudian mencoba untuk membenturkan ke sisi Tuhan,
    kalau dengan pendekatan seperti itu, lalu anda mengharapkan bukti konkrit atau logis
    (logis menurut siapa? apakah karena pikiran seseorang kritis trus menjadi benar?) maka saya rasa pencarian anda akan tidak
    menemukan hasil yang memuaskan.

    dan saya tetap mengatakan anda tidak fair, karena seperti yg anda tulis, anda percaya ada kuasa Tuhan, karena tidak mungkin alam semesta yang demikian rumit tapi harmonis bisa disebabkan oleh
    kebetulan saja.
    itu adalah suatu kesimpulan iman bukan? karena tidak ada bukti/logika yg mendukung, maka anda menggunakan kata “TIDAK MUNGKIN”.
    padahal kalau anda keukeuh menggunakan pendekatan logika polos / kritis, harusnya anda adalah pendukung teori Darwin, karena saat ini
    hanya pendekatan logis Teori Darwin yang mendekati dari sisi pemikiran Ilmiah/logika, bukan Iman. Bukti2 arkeologi memang tidak/belum ada yg mendukung Teori Darwin,
    tapi bukankah seperti anda membaca buku2 yg menurut anda pengarang-nya sangat logis dan kritis walau tidak bisa dibuktikan secara pasti.
    (kalau menurut saya, anda percaya buku tsb hanya karena sejalan dengan pikiran anda) buku2 sudah anda jadikan sebagai satu pijakan argumen.
    maka kenapa teori darwin yg sudah begitu logis dan kritis tidak anda jadikan pijakan? bukankah demikian?

    Tapi kenyataan-nya kan tidak bukan? berarti anda masih termasuk golongan LOGIKA+IMAN, hanya saja anda tidak percaya Yesus adalah Tuhan,
    dan itu bukan berarti anda adalah seorang pemikir logika-polos tapi anda adalah seorang Logika+Iman.
    karena begitu menyangkut penjelasan Kuasa Tuhan, anda akan kembali pada satu “Kesimpulan Iman”, bahwa tidak mungkin bisa terjadi kalau bukan karena Kuasa Tuhan.

    Jadi kita sebenarnya adalah satu arah, hanya beda keyakinan (dan bukan logika yg membedakan kita, tapi keyakinan Iman yg membedakan kita).
    Posting cerita saya sebelumnya, memang sengaja saya buat2 dengan fantasi2, hal ini saya tujukan untuk membangkitkan argumen anda,
    karena saya ingin melihat di posisi manakah anda, makanya sengaja saya
    ceritakan fantasi soal penciptaan manusia, karena sampai titik itu orang pasti akan kembali pada kesimpulan Iman.

    sebenarnya masih banyak yg ingin saya jawab dari comment anda, tapi karena susah sekali untuk reply dengan pembeda comment dan reply (harus mengetikkan kode2 tag tertentu), jadi
    saya hanya menjawab yang seperlunya saja.

    Oke, senang berdiskusi dengan anda, saya harus segera kembali bekerja (kembali ke rutinitas)
    mudah2an para netters yg sering mencaci maki dalam diskusi agama, bisa mencontoh blog anda
    tetap berdiskusi dengan prinsip keyakinan masing2, tapi tidak menggunakan kata2/argumen yg kasar dan tidak mundukung tujuan diskusi itu sendiri
    karena pada akhirnya, biarlah para pembaca / pengunjung blog yang menarik kesimpulan pribadi sendiri2.

    GBU
    :)

  42. 42
    simple.man Says:

    waduh maaf, salah kode, jadi semua BOLD, mohon maaf sebesar2nya, keliatannya garis miring penutupnya terbalik :(

  43. 43
    simple.man Says:

    Dear Pemilik blog,

    Dear Mas simple.man

    saya hanya ingin comment lagi beberapa hal aja:

    tulisan anda:

    “Mungkin gak juga kalee.. Kalau sikap ‘terbuka untuk dikritisi’ ada hubungannya gak dengan caci maki yang dilakukan saudara kita umat kristen kepada orang lain?
    Coba mas, searching2 deh.. Lihat2 juga di Youtube deh..
    Sekarang caci maki dan hinaan penganut agama (apapun) udah jadi perkataan yang umum kita lihat, minimal di belantara internet ini.”

    Anda betul bahwa banyak penganut (hampir dari semua agama) melakukan caci maki di internet, itu adalah kenyataan.
    tapi yang saya tulis adalah
    “Otoritas Kristen saat ini menjadi sangat terbuka untuk dikritisi, jadi pendek kata, telah belajar dari kesalahan fanatisme sempit, maka sekarang menjadi terbuka untuk di-kritisi”
    Jadi Otoritas Kristen-nya yg saya maksud (sikap resmi Gereja baik Katolik maupun Protestan), kalau penganut2nya yang melakukan caci maki itu sudah wilayah pribadi masing2.
    tapi minimal dengan sikap Otoritas Kristen yang terbuka, maka akan menjadi panduan bagi sebagian besar umat Kristen utk tidak melakukan hal2 tersebut.

    Oke saya baru ngerti maksudnya.. Saya setuju aja gak masalah..

    Kemudian soal kita beda arah, anda menggunakan pendekatan dari sisi manusia kemudian mencoba untuk membenturkan ke sisi Tuhan,
    kalau dengan pendekatan seperti itu, lalu anda mengharapkan bukti konkrit atau logis
    (logis menurut siapa? apakah karena pikiran seseorang kritis trus menjadi benar?) maka saya rasa pencarian anda akan tidak menemukan hasil yang memuaskan.

    Mas, sorry saya gak setuju kalau anda menggunakan kata ‘membenturkan’.

    Kemudian gak usah pakai retorika segala seperti ‘(logis menurut siapa? apakah karena pikiran seseorang kritis trus menjadi benar?)’. Mungkin sebaiknya langsung aja diberikan argumennya ke substansi permasalahannya.

    Saya gak pernah bilang bahwa ‘karena pikiran seseorang kritis trus menjadi benar?’ lho.. Tapi kan juga gak selalu ‘karena pikiran seseorang kritis trus menjadi SALAH?’ Nah karena itu lah maka sebaiknya kita langsung diskusikan pokok permasalahannya aja.

    Saya pikir hampir semua orang, apapun imannya, pasti dengan mudah menerima statement bahwa ‘Yesus itu adalah manusia’. Termasuk Anda dan sahabat2 yang beriman katolik/kristen lainnya. Karena bagi Anda dan teman-teman kan Yesus itu 100% manusia dan sekaligus 100% tuhan.

    Tapi pasti sebagian besar orang akan sulit untuk menerima statement bahwa ‘Yesus itu adalah Tuhan’ Mereka bukan hanya berasal dari penganut agama lain lho, tapi juga berasal dari orang-orang yang tidak beragama namun percaya kepada Tuhan. Di dunia kita sekarang ini banyak orang seperti itu. Mungkin termasuk saya :)

    Yang sudah pasti yang menerima hanyalah orang yang beriman katolik/kristen saja. Nah, menurut saya yang menerima itu menggunakan logika iman sedang yang tidak menerimanya menggunakan logika non-iman (masih polos belum didasari ‘percaya’)

    Nah blog ini ingin tahu apakah anda atau orang lain dapat memberikan alasan logis dengan menggunakan logika non-iman (logika polos) bahwa Yesus yang manusia itu adalah Tuhan?
    Coba baca halaman tentang tujuan blog ini dan halaman ’siapa saya’

    Pastinya pendekatan logika non-iman tidak akan pernah memuaskan anda atau siapapun yang menggunakan logika iman

    Demikian juga sebaliknya, pastinya pendekatan logika iman tidak akan pernah memuaskan saya atau siapapun yang menggunakan logika non-iman (polos) kecuali anda dan teman2 lainnya bisa menjelaskan alasan logis yg polos (bukan berdasarkan iman) bahwa Yesus yang manusia itu adalah Tuhan

    dan saya tetap mengatakan anda tidak fair, karena seperti yg anda tulis, anda percaya ada kuasa Tuhan, karena tidak mungkin alam semesta yang demikian rumit tapi harmonis bisa disebabkan oleh
    kebetulan saja.
    itu adalah suatu kesimpulan iman bukan? karena tidak ada bukti/logika yg mendukung, maka anda menggunakan kata “TIDAK MUNGKIN”.

    saya ‘percaya ada kuasa Tuhan, karena tidak mungkin alam semesta yang demikian rumit tapi harmonis bisa disebabkan oleh kebetulan saja.’ adalah landasan logika saya kenapa pada akhirnya saya memilih untuk percaya adanya Tuhan dan bukan memilih tidak adanya Tuhan.

    Mungkin ada agama/iman yang juga percaya adanya Tuhan dengan menggunakan pijakan yang sama dengan landasan logika saya tersebut diatas. Termasuk anda dan teman penganut katolik/kristen lainnya (dalam konteks Tuhan Bapa), bahkan mungkin penganut agama islam, hindu, budha termasuk orang2 yang tidak beragama tetapi percaya adanya Tuhan.

    Jadi saya ‘percaya ada kuasa Tuhan, karena tidak mungkin alam semesta yang demikian rumit tapi harmonis bisa disebabkan oleh kebetulan saja.’ bukan didasarkan pada iman tertentu tetapi murni logika semata.

    Jadi please dibedain antara iman dan landasan logikanya Mas..

    Dalam konteks mau menyimpulkan keberadaan Tuhan, pilihannya secara umum cuma 2 yaitu percaya atau tidak percaya adanya tuhan, misal:
    1. walau kita tidak melihat sosok Tuhan tetapi kita bisa menerima keberadaan Tuhan dengan logika ‘gak mungkinlah alam semesta sekompleks dan seharmonis ini gak ada yang merancang’
    2. saya gak bisa menjelaskan kenapa alam semesta ini bisa seharmonis ini walau sangat rumit, tapi karena saya tidak bisa melihat sosok Tuhan maka saya tidak percaya adanya Tuhan.

    Paragraf diatas didasarkan logika polos (non-iman). Bahwa kebanyakan Agama memilih untuk percaya adanya Tuhan karena landasan logika diatas, tapi gak bisa diartikan sebaliknya bahwa landasan logika diatas adalah berdasarkan iman. make sense gak?

    padahal kalau anda keukeuh menggunakan pendekatan logika polos / kritis, harusnya anda adalah pendukung teori Darwin, karena saat ini hanya pendekatan logis Teori Darwin yang mendekati dari sisi pemikiran Ilmiah/logika, bukan Iman.

    Teori Darwin gak make sense, kenapa? karena ada perbedaan prinsipil antara manusia dengan monyet.
    Sederhananya gini deh, coba lihat bagaimana manusia selalu berusaha memahami dan ‘menaklukkan’ segala sesuatu di alam semesta ini. Untuk itu manusia menggunakan dan mengeksplorasi segala yang dimilikinya seperti otak dan panca indra termasuk fisik manusia. Berbeda dengan monyet kan?
    Contoh kecil, kita gak pernah menemukan adanya monyet yang bikin rumah, menaklukkan harimau dan lain-lain.

    Selain landasan logis diatas, ternyata sampai saat ini gak pernah ada monyet yang masih hidup yang memiliki karakteristik manusia.

    Selain itu, coba baca deh tulisan tentang ‘riset’ Darwin sehingga dia akhirnya menyimpulkan bahwa manusia itu berasal dari monyet yang berevolusi. Kalau pendapat saya, landasan nya gak cukup logis untuk menyimpulkan hal seperti itu.

    Jadi singkatnya, pendekatan ilmiah/logika gak selalu benar tapi bisa juga benar. Yang penting ya kita argumentasikan aja.. make sense gak.. geto..

    Logika bisa gak polos misalnya karena bercampur iman, karena tidak mau kalah, karena digunakan oleh orang yang otoriter dengan agenda tertentu dan lain-lain.. maksudnya, kita bisa saja bilang bahwa menurut logika kita sesuatu hal itu logis tapi ternyata tidak make sense. Nah gimana cara membedakannya? ya lewat berargumentasi Mas..

    Bukti2 arkeologi memang tidak/belum ada yg mendukung Teori Darwin, tapi bukankah seperti anda membaca buku2 yg menurut anda pengarang-nya sangat logis dan kritis walau tidak bisa dibuktikan secara pasti.

    Kalau isi teori evolusi darwin tidak make sense dan saya sudah jelaskan mengapanya di paragraf2 sebelumnya.

    Btw, mending Mas kasih aja argumentasi bahwa isi buku-buku tersebut ‘tidak bisa dibuktikan secara pasti’, yang mana?

    Jangan langsung menyimpulkan isi buku Darwin dan buku yang saya rujuk itu dalam posisi yang sama-sama bisa dipercaya atau tidak dipercaya.

    (kalau menurut saya, anda percaya buku tsb hanya karena sejalan dengan pikiran anda) buku2 sudah anda jadikan sebagai satu pijakan argumen.

    Saya berangkat dari landasan logika lalu menemukan buku-buku yang ternyata memperkuat landasan logika saya. Nah karena itu please dikasih argumen aja apakah landasan logika saya salah dan isi buku2 yang saya rujuk itu juga salah.. tapi pakai logika non-iman (polos) ya?

    Gak masalah kok kalau anda beranggapan lain. tapi yang paling penting adalah silahkan gugurkan keyakinan saya sekarang bahwa ‘Yesus manusia itu bukan Tuhan’ tapi pakai logika non-iman (polos) ya.. Eh siapa tahu memang saya salah kan.. Gak masalah kok kalau saya harus balik untuk percaya Yesus itu Tuhan asalkan saya benar-benar yakin karena bisa diterima akal sehat alasan logisnya.

    maka kenapa teori darwin yg sudah begitu logis dan kritis tidak anda jadikan pijakan? bukankah demikian?

    Menurut saya teori darwin tidak make sense. Pls baca penjelasan saya di paragraf2 sebelumnya

    Tapi kenyataan-nya kan tidak bukan? berarti anda masih termasuk golongan LOGIKA+IMAN, hanya saja anda tidak percaya Yesus adalah Tuhan, dan itu bukan berarti anda adalah seorang pemikir logika-polos tapi anda adalah seorang Logika+Iman.

    Ketika saya mengajukan alasan-alasan untuk topik diskusi yaitu “Yesus itu manusia dan bukan Tuhan” itu adalah murni menggunakan logika non-iman.. Bahwa posisi saya sekarang percaya bahwa Yesus itu hanya manusia biasa dan bukan Tuhan, itu semua dilandasi oleh alasan2 yang saya ajukan.. Masak masih gak ngerti beda/batasnya sih?

    Bahwa saya tidak percaya teori darwin bukan berarti saya pakai logika non-iman karena sesama orang yang tidak beragama aja juga ada yang tidak percaya teori Darwin dan ada juga yang percaya.
    Ya karena bagi orang yang tidak percaya Darwin (baik yang beragama atau tidak) itu teori darwin gak make sense…

    karena begitu menyangkut penjelasan Kuasa Tuhan, anda akan kembali pada satu “Kesimpulan Iman”, bahwa tidak mungkin bisa terjadi kalau bukan karena Kuasa Tuhan.

    Sudah saya jawab di paragraf2 sebelumnya.
    Menurut saya ‘bahwa tidak mungkin bisa terjadi kalau bukan karena kuasa Tuhan’ itu adalah landasan logika bagi semua agama-agama dan juga bagi semua manusia yang tidak beragama tapi percaya adanya Tuhan.. yang kemudian menjadi logika iman mereka semua

    Jadi kita sebenarnya adalah satu arah, hanya beda keyakinan (dan bukan logika yg membedakan kita, tapi keyakinan Iman yg membedakan kita).

    Kalau Mas baca penjelasan saya pada paragraf2 sebelumnya mudah2an sekarang dah percaya kalau kita memang berbeda arah bahasan.

    Sekali lagi saya ulangi, Blog ini start dari fakta bahwa Yesus itu adalah seorang manusia biasa dan bukan Tuhan karena itu meminta kepada anda atau siapapun untuk memberikan penjelasan dengan menggunakan logika non-iman (polos) bahwa Yesus yang manusia itu adalah juga Tuhan.

    Penjelasan Anda yang panjang lebar pada postingan sebelumnya adalah penjelasan yang dimulai dari keberadaan Tuhan terlebih dulu, lalu ditambahkan berbagai penjelasan yang menggunakan logika iman untuk kemudian pada kesimpulan bahwa Tuhan itu adalah Yesus.
    Setelah Anda rasa bahwa pernyataan bahwa ‘Tuhan itu adalah Yesus’ itu benar maka dengan mudah pernyataan bahwa ‘Yesus itu adalah Tuhan’ adalah dengan sendirinya menjadi benar.

    Jelas beda arah..

    Btw, kita memang beda keyakinan dalam ketuhanan Yesus dan itu disebabkan oleh landasan logika yang berbeda. Kalau Mas pakai logika iman sedangkan saya pakai logika non-iman (polos)

    Posting cerita saya sebelumnya, memang sengaja saya buat2 dengan fantasi2, hal ini saya tujukan untuk membangkitkan argumen anda, karena saya ingin melihat di posisi manakah anda, makanya sengaja saya ceritakan fantasi soal penciptaan manusia, karena sampai titik itu orang pasti akan kembali pada kesimpulan Iman.

    Kalau sebelumnya udah baca semua postingan saya pasti Mas gak akan posting tulisan tersebut. Saya sudah terbiasa kok menemukan penjelasan tentang ketuhanan Yesus yang menggunakan fantasi2 (sedikit atau banyak) :)

    sebenarnya masih banyak yg ingin saya jawab dari comment anda, tapi karena susah sekali untuk reply dengan pembeda comment dan reply (harus mengetikkan kode2 tertentu), jadi
    saya hanya menjawab yang seperlunya saja.

    Wah jangan sampai gak comment hanya gara2 hambatan kode2 Mas.. kan bisa diakalin dengan cara lain..

    Oke, senang berdiskusi dengan anda, saya harus segera kembali bekerja (kembali ke rutinitas)

    senang juga berdiskusi dengan anda.. jangan lupa baca juga diskusi saya dengan teman2 lainnya.. selamat bekerja..

    mudah2an para netters yg sering mencaci maki dalam diskusi agama, bisa mencontoh blog anda
    tetap berdiskusi dengan prinsip keyakinan masing2, tapi tidak menggunakan kata2/argumen yg kasar dan tidak mundukung tujuan diskusi itu sendiri

    amiiinn

    karena pada akhirnya, biarlah para pembaca / pengunjung blog yang menarik kesimpulan pribadi sendiri2.

    setuju.. memang blog ini tidak memaksakan pendapat kok.. cuma supaya kita bisa saling mengerti kenapa kita bisa berbeda..

    GBU

  44. 44
    simple.man Says:

    wah ga mau juga padahal dah pake
    ……isi ketikan

    Sepertinya kalau di komentar yang ini, Mas lupa kasih kode penutupnya.. karena itu semua tulisan dari mulai dikasih kode awal strong sam pai terakhir ya tebel semua

    sorry sekali lagi

    Gak apa-apa Mas.. Kalau repot pakai kode2 itu mungkin Mas bisa pakai cara:
    1. untuk setiap kalimat dari saya kasih judul Anda:
    2. Untuk jawaban Mas kasih judul Komentar saya:
    3. jangan lupa kasih jarak baris kosong biar enak dibacanya..

    GBU

  45. 45
    daniel Says:

    shalom, dikitab suci agama apa saja diajarkan bahwa dunia ini diciptakan oleh “Sang Pencipta”, TUHAN/ALLAH/YAHWEH/BAPA. Dia maha kuasa dan tidak ada yang dapat disetarakan dengan Nya.
    Tuhan tidak lahir kebumi dan karena tidak dapat disetarakan dengan apapun, mustahil Dia lahir sebagai manusia. kalau Dia jadi manusia dan berada dibumi, siapa yang mengatur/memerintahkan dunia ini? karena dunia ini bukan hanya bumi.
    Tuhan yang maha kuasa tidak mungkin mati, apalagi mati dikayu salib. masa’ Tuhan mati? yang benar aja?!
    Jadi tidak masuk akal banget Tuhan jadi manusia!
    Siapa Yesus? nah kalau ini baru manusia! Dia berada 9 bulan dikandungan perawan Maria dan lahir sebagai manusia. Dia besar sebagai manusia dan melakukan pekerjaanNya sebagai manusia serta mati atas penganiayaan kelompok orang yang tidak sepaham denganNya.
    Jadi Yesus bukanlah Tuhan tetapi manusia. tapi manusia yang bagaimana? nah kalau ini saya katakan Dia adalah manusia yang luar biasa! kenapa? Dia tercatat tidak pernah berbuat dosa, penuh kasih dan rela mati dikayu salib untuk keimananNya, bangkit dan terangkat kesurga. dalam sejarah dunia ini belum ada manusia yang seperti Dia!
    Jadi Yesus bukan Tuhan melainkan Manusia yang luar biasa!
    GBU

  46. 46
    Sagita Says:

    Hay..hay.. boleh nanya ga??? sampean pernah baca alkitab? =)

    Boleh nanya kok.. gak dilarang.. tapi kalau pertanyaan kamu kayak gitu, lebih baik kamu baca aja postingan2 dan jawaban2 saya atas komentar teman-teman yang lain.. Nanti kamu jadi tahu apakah saya pernah baca alkitab atau enggak

  47. 47
    grace Says:

    logika dan rasio tidak akan pernah sejalan.

    Salah tulis gak tuh? Mungkin maksudnya logika dan iman atau iman dan rasio ya?

    Misalnya salah tulis, pertanyaannya adalah: Apakah pernyataan itu berlaku untuk semua hal secara universal ?
    Saya bertanya seperti itu karena kamu menggunakan kata “tidak akan pernah”.

    Nah gini deh, saya adalah contoh bahwa pendapat kamu gak tepat.. karena saya menemukan Tuhan saya menggunakan logika dan iman sekaligus..

    Dan sampai detik ini, tidak pernah tuh logika/rasio saya tidak sejalan dengan iman saya.

    cuma dengan iman kita mampu meyakini Tuhan itu ada dan telah datang ke dalam dunia untuk menyelamatkan orang yang berdosa dan pada masa yang entah kapan tapi pasti Tuhan akan datng kembali untuk menghakimi semua orang di muka bumi ini.

    Saya termasuk orang yang bersedih hati kalau urusan Tuhan kita tidak bisa pake logika.. heran..

    Kalau apa yang saya imani itu bisa didekati dengan logika dan masuk akal..

    i pray to God to touch your heart as He touch my heart. GBU.

    i pray to God (not humanbeing) to touch your heart and my mind as He touch my heart and my mind. GBU.

  48. 48
    grace Says:

    logika dan rasio tidak akan pernah sejalan dengan agama.

    Kalimat kamu terlalu luas dan jenerik karena ngomongin di level agama dan mengklaim bahwa statement kamu berlaku untuk semua agama. Padahal belum tentu pemeluk agama lain setuju dengan klaim kamu itu..

    Kalau blog ini diskusinya di level yang lebih detil, yaitu level ketuhanan Yesus.. Pada level itu, kita bisa memilih Tuhan yang berdasarkan iman dan logika sekaligus.. Kalau Yesus dianggapsebagai Tuhan, itu murni hanya karena iman saja dan bukan logika..

    sama halnya dengan cinta yang takkan pernah sejalan dengan logika.

    Bisa sejalan kok! Akan lebih baik kalau keputusan memilih didasarkan cinta dan logika sekaligus.
    Misal, kita memilih pasangan hidup.. kalau 100% berdasarkan cinta maka kita harus bersiap-siap kalau ternyata setelah menikah ternyata ada masalah yang disebabkan oleh hal-hal yang sebelumnya seharusnya kita sudah bisa prediksi kalau menggunakan logika..
    Kan ada ‘pepatah’ kalau lagi cinta maka (maaf nih) ‘tai kucing terasa coklat’..

    Gitu juga dengan iman kepada suatu Tuhan, kalau hanya berdasarkan keyakinan, dan bukan logika, maka ada probabilita kita memilih Tuhan yang salah.. Karena berdasarkan full keyakinan, maka ada banyak hal2 yang tidak masuk akal menjadi kita abaikan dengan menganggap bahwa Tuhan itu melampaui akal manusia yang terbatas..

    Coba kamu perhatikan, sekarang sudah mulai banyak orang yang mengaku dan meyakini bahwa suara yang didengarnya adalah suara Tuhan.. sangat subyektif sekali..

    Meninggalkan logika, membuat pekerjaan Iblis lebih mudah untuk menyesatkan manusia.. Tinggal datang kedalam tidur seseorang, mengaku sebagai Yesus atau bahkan Tuhan Bapa, lalu berkata ini itu…

    cuma dengan iman kita mampu meyakini Tuhan itu ada

    Bisa kok kita meyakini Tuhan itu ada dengan logika

    dan telah datang ke dalam dunia untuk menyelamatkan orang yang berdosa dan pada masa yang entah kapan tapi pasti Tuhan akan datng kembali untuk menghakimi semua orang di muka bumi ini.

    kalau ini memang cuma dengan iman.. iman yang tidak bersandarkan pada logika tentang ketuhanan Yesus

    i pray to God to touch your heart as He touch my heart. GBU.

    i pray to God to touch your mind as He touch my mind. GBU.

  49. 49
    gkmin.net Says:

    Yesus manusia? Silakan lihat film dokumenter BBC (Discovery Channel) “Jesus Son of GOd” di sana dibahas semua sisi kemanusiaan Yesus.

    @daniel
    Dia maha kuasa dan tidak ada yang dapat disetarakan dengan Nya.
    Tuhan tidak lahir kebumi dan karena tidak dapat disetarakan dengan apapun, mustahil Dia lahir sebagai manusia. kalau Dia jadi manusia dan berada dibumi, siapa yang mengatur/memerintahkan dunia ini? karena dunia ini bukan hanya bumi.
    Tuhan yang maha kuasa tidak mungkin mati, apalagi mati dikayu salib. masa’ Tuhan mati? yang benar aja?!

    Lho.. katanya Tuhan maha Kuasa,masa nggak bisa datang ke bumi menjadi manusia sambil tetap di “surga” mengatur alam semesta…

    Ya benar Tuhan tidak mati, yang mati di kayu salib adalah MANUSIA Yesus, bukan TUHAN Yesus…

    Tuhan tidak bisa beranak? he he.. pohon pisang itu tidak beristri/bersuami juga BISA beranak mas…, apa Tuhan kalah sama pohon pisang?!

    • 50
      daniel Says:

      aku mau nanya nih.
      1. saat Yesus dibabtis, ada suara dari langit, Inilah anakku dan kepadanya lah aku berkenan. suara siapakah itu?
      2. saat Yesus berdo’a, Dia berdo’a kepada siapa?
      3. saat Yesus teriak di kayu salib, “Eli, Eli, lama sabakhtani?”berteriak kpd siapakah dia?
      4. saat Yesus dibangkitkan dari kematian, siapakah yang membangkitkannya?
      5. saat Yesus berkata, aku adalah utusan. siapa yang mengutus dia?
      dari hanya 5 pertanyaan ini terjawab sudah bahwa Yesus bukanlah Yahweh. karena:
      a. yang bersuara dari langit adalah Yahweh
      b. Yesus berdoa kepada Yahweh
      c. Yesus berteriak kepada Yahweh
      d. yang membangkitkan Yesus dari kematian adalah Yahweh
      e. yang mengutus Yesus kedunia ini adalah Yahweh.
      dan disorga ada dua takhta :
      Wahyu 22:3 Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,
      disini digambarkan ada 2 takhta yaitu Takhta Yahweh dan Takhta Yesus.
      Yahweh Bapa kita adalah maha dahsyat dan luar biasa dan Dia lah yang menciptakan semuanya termasuk Yesus.

  50. 51

    wah berarti kalo gak boleh pake kitab suci mnapun ya mbah…??
    kayaknya sampeyan perlu mengeksplore dari buku “Teologi Sistematik” (penulisnya lupa hehe…) nanti tak kasih tau lagi ya…….

    emang sih…otak waras gak bakalan percaya Tuhan manusia, manusia Tuhan (homo ausios yng digagas bapak2 gereja)….

  51. 52

    eh numpamg tanya nuat Mas Kristo: di ayat mana di Bbel yang mengatakan Yesus itu 100% Tuhan dan 100% manusia? kayaknya ide Yesus 100% Tuhan 100% manusia itu ciptaan bapak2 gereja karena bingung soal hubungan Yesus dengan Tuhan….mungkin sampeyan perlu baca sejarah trinitas dan konsili2 gereja…

  52. Mantap brur, diskusi disini sangat menarik ……. lanjut !

  53. 54
    exo Says:

    numpang comment neh..
    saya punya pendapat pribadi yang ingin dishare kepada kawan-kawan

    menurut saya iman dan logika haruslah berjalan bersamaan

    begini…
    seseorang yang lahir dari keluarga yang mempunyai suatu keyakinan tertentu akan memandang bahwa hal itu memang benar karena dia telah “didoktrin” untuk mempercayai hal tersebut.

    contoh:
    bagi keluarga atheis mungkin akan “mendoktrinkan” anaknya bahwa tuhan itu tidak ada,
    atau bagi keluarga kristen akan “mendoktrinkan” bahwa yesus adalah tuhan.

    tentunya bagi orang yang hanya mengandalkan iman 100% mengganggap bahwa hal tersebut memang benar, dan apabila ada seseorang yang menentangnya maka orang tersebut dapat dikatakan sesat.

    contoh disini:
    A seorang anak beragama kristen yang lahir dan dibesarkan dilingkungan yang meyakini bahwa yesus=tuhan, maka apabila ada seorang teman (B) yang berbeda keyakinan (misal: atheis) yang menganggap yesus bukan tuhan (bahkan meyakini bahwa tuhan itu tidak ada) maka dia akan dianggap sebagai seorang yang sesat.

    tapi bagaimana bila A lahir dari keluarga atheis, atau yang lainnya?
    apakah A akan mengganggap bahwa yesus=tuhan??
    saya rasa jawabannya tidak. karena ia tidak “didoktrinkan” bahwa yesus=tuhan

    coba posisikan diri anda menjadi A. apabila anda berasal dari keluarga yang tidak meyakini bahwa yesus=tuhan, apakah anda masih dapat berbicara bahwa memang yesus=tuhan?

    untuk itu dalam meyakini suatu keyakinan harus dilandasi dengan logika juga untuk mendapatkan suatu kebenaran..
    kita harus mencari data dari fakta-fakta sejarah yang ada
    setelah data-data tersebut terkumpul, kemudian kita analisis.
    sehingga dari fakta-fakta yang ada kita dapat mengetahui bahwa yang selama ini kita yakini itu betul atau tidak..

    apabila hanya mengandalkan iman 100% menurut saya hanya akan “dibutakan” oleh iman anda sendiri..

    mungkin beberapa dari anda akan mengatakan bahwa saya harus mendapat wahyu dari tuhan agar saya semakin beriman..
    beberapa dari teman2 mungkin ada yang pernah mengalami pengalaman “spiritual” sehingga semakin yakin bahwa yesus=tuhan.
    menurut saya itu karena pengalaman yang anda dapatkan “kebetulan” sejalan dengan apa yang anda yakini.

    tapi bagaimana seandainya pengalaman “spiritual” yang teman2 dapatkan bukan berasal dari keyakinan yang selama ini anda pegang teguh?? bagaimana apabila pengalaman tersebut melibatkan agama lain?? apakah anda akan percaya agama anda sendiri atau agama yang memberikan pengalaman “spiritual” tersebut??

    contoh:
    anda adalah seorang kristen yang taat, akan tetapi anda sakit dan tidak dapat disembuhkan, baik oleh dokter maupun oleh pendeta. kemudian datang seorang haji yang mendoakan anda sehingga anda sehat kembali.

    pengalaman tersebut melibatkan agama yang bukan anda anut, sehingga pengalaman tersebut seolah-olah merupakan wahyu dari tuhan. apakah anda akan berpindah agama?? mungkin saja (dan itu terjadi pada teman saya, contoh di atas adalah contoh nyata).

    jadi pendapat saya suatu keyakinan harus dilandasi dengan logika bukan hanya dengan iman semata.

    tetapi sebaliknya, jangan meyakini suatu agama hanya di dasarkan kepada logika saja. karena di dalam suatu agama ada yang tidak dapat dijelaskan dengan logika.

    contoh:
    darimana bumi berasal?
    apabila hanya digunakan logika akan menjawab dengan teori big bang
    “bumi berasal dari debu2 diluar angkasa yang berputar sehingga memadat.. bla bla bla, dst”
    nah sekarang darimana debu2 di luar angkasa berasal kalau bukan ada yang menciptakan??

    hal itu tidak akan dapat dipikirkan dengan nalar manusia.
    apabila anda bersikeras untuk menemukannya kemungkinan anda akan mejadi gila (seperti salah satu murid dari guru saya)

    maap klo kepanjangan
    ini hanya buah pemikiran dari saya, dan sebagai bahan renungan
    saya hanya bermaksud mengutarakan kepada kawan2 apa yang saya pikirkan, tidak ada maksud lain dari postingan saya

    thx

    GBU

  54. 55
    daniel Says:

    gkmin.net yth:
    Lho.. katanya Tuhan maha Kuasa,masa nggak bisa datang ke bumi menjadi manusia sambil tetap di “surga” mengatur alam semesta…

    Yah itulah namanya iman, kita tidak bisa memaksakan orang untuk percaya kepada iman yang kta anut. aku mengimani bahwa Tuhanku adalah Yahweh dan dia tidak lahir menjadi manusia sambil tetap di surga mengatur alam semesta. karena Yesus jelas berkata bahwa Ia adalah utusan Bapa (Yahweh).

    Ya benar Tuhan tidak mati, yang mati di kayu salib adalah MANUSIA Yesus, bukan TUHAN Yesus…

    apakah bedanya manusia Yesus dengan Tuhan Yesus? berarti ini juga suatu aliran yang mengimani Yesus adalah 100% manusia dan 100% Tuhan?

    Tuhan tidak bisa beranak? he he.. pohon pisang itu tidak beristri/bersuami juga BISA beranak mas…, apa Tuhan kalah sama pohon pisang?!

    anak disini adalah suatu simbol ciptaan, karena aku juga anak Tuhan karena aku adalah ciptaan Yahweh.
    tapi yang jelas bagiku adalah Yesus bukan Yahweh.

  55. 56
    OET Says:

    Ikutan berpikir polos dan berlogika : Nabi Ibrahim menghancurkan seluruh patung berhala, kecuali satu yang paling besar dan mengalungkan sebuah kapak di leher patung tersebut. Ketika ditanya apakh dia yang menghancurkan patung-patung tersebut, Nabi Ibrahim menunjuk patung yang paling besar itu yang menghancurkannya. Satu pelajaran buat kita . . . Seorang Nabi sekaliber Nabi Ibrahim saja menggunakan logika untuk mencari Tuhan yang akan diimaninya, dari menganggap siang kemudian malam kemudian matahari kemudian bulan kemudian bintang kemudian yang lainnya akhirnya sampai pada pencariannya adalah Tuhan yang menciptakan segala sesuatu. Saya setuju dengan Yesusmanusia bahwa iman harus berdasarkan logika / akal, satu-satunya kelebihan manusia dari makhluk lainnya.

    wallahu alam bissawab

  56. 57
    Fred Says:

    Saya heran, sebagai pemikir bebas dan berani membuat topik yang “menarik” mengenai Yeshua Hamashiach, kenapa Anda tidak berani menampilkan nama asli Anda ?

  57. 58
    David Says:

    Syalom,
    Sebaiknya anda mempelajari dulu mengenai penjelmaan atau inkarnasi baik didalam Injil Yoh pasal 1 maupun tulisan2 Rasul Paulus. Jadi ketika kita memandang Yesus, kita harus menyadari 2 nature dari Yesus yaitu sebelum penjelmaan inilah yang dsb Tuhan Yesus dan sesudah penjelmaan , inilah yang dapat disebut Anak manusia. Kita tidak boleh mengabaikan ke-Illahian Yesus ketika melihat kemanusiaan Yesus, demikian juga sebaliknya, kita tidak boleh mengabaikan kemanusiaan Yesus karena Ia Illahi.


    Pernyataan kamu itu standar kalau sedang menjelaskan ketuhanan dan kemanusiaan Yesus. OKI, saya malas berargumen tentang hal itu.

    Jika, Anda mau silahkan searching pendapat-pendapat orang yang tidak mempercayai ketuhanan Yesus misalkan silahkan klik Do You Have to Believe in the Trinity to be Saved?

    GBU


RSS Feed for this entry

Leave a Comment