Sungguh menarik membicarakan ketuhanan Yesus, baik dari sudut pandang logika polos maupun alkitab sendiri.
Sampai sejauh ini saya seringkali berargumentasi menggunakan logika polos, untuk membuktikan bahwa Yesus itu bukan Tuhan tapi hanya manusia biasa, sedangkan teman-teman dari Gereja Kristen Tauhid (aliran Unitarian Universal) malah membuktikan bahwa Yesus itu bukan Tuhan berdasarkan Alkitab itu sendiri..
Prinsipnya, menurut mereka Alkitab dan bahkan Paulus tidak mengajarkan Trinitas. Trinitas itu hanyalah sekedar dogma yang baru ditetapkan tahun 300an Masehi..
Tentu saja, saya merasa senang-senang aja bila memang bisa dibuktikan langsung melalui Alkitab. Secara logika, saya sudah menyadari adanya kemungkinan seperti itu, terutama setelah membaca buku “Kala Yesus Jadi Tuhan” tulisan Prof. Richard E. Rubenstein. Kenapa kok saya bisa memprediksikan begitu?
Mudah saja, karena buku tersebut menceritakan konflik yang sangat lama sekali antara kelompok arian melawan kelompok non arian tentang penafsiran hubungan antara Yesus dan Tuhan.. Kelompok arian berpendapat bahwa Yesus itu bukan Allah.. Sedang kelompok Non Arian, yang pada akhirnya memenangi konflik ini, berpendapat bahwa Yesus itu 100% Allah dan 100% Manusia. Sungguh suatu pemahaman yang tidak logis. Tapi itulah fakta sejarahnya. Setelah itu baru lah Roh Kudus ditetapkan sebagai Allah juga dalam suatu dogma yang sangat populer bernama Trinitas..
Nah buat saya, konflik penafsiran itu kemungkinan besar karena Alkitab memang memungkinkan kedua penafsiran yang berbeda tersebut.. Nah, masalahnya saya tidak pernah belajar tafsir Alkitab, jadi saya tidak bisa membuktikannya secara kongkrit bahwa Alkitab memang dari sononya gak bercerita tentang Trinitas secara eksplisit dan implisit..
Saya lebih mementingkan ucapan-ucapan Yesus pada Injil, terutama injil sinoptik, dari pada tulisan-tulisan lain dalam Alkitab yang lebih sering mempresentasikan pemahaman subyektif mereka atas Yesus dan ajarannya.
Disinilah kita bisa belajar memahami penafsiran ala teman-teman dari Gereja Kristen Tauhid, demikian mereka menyebutnya, yang beraliran unitarian dan bukannya Trinitarian..
Anda bisa membeli buku “Menjawab Doktrin Tritunggal: Perihal ke-allah-an Yesus” karangan rekan Frans Donald yang diterbitkan penerbit Borobudur. Untuk buku dengan tema yang sangat serius dan menarik, maka buku tersebut merupakan buku yang tipis sekali hanya 93 halaman saja. Dan itu bukan berarti bahwa penulisan didalamnya sangat rapat, ternyata membaca isi buku ini sungguh nyaman karena menggunakan spasi 1 1/2.
Buku ini cocok buat siapa saja, tidak pandang agama dan keyakinannya, beragama atau tidak beragama, sependapat atau tidak sependapat dengan isi buku tersebut. Silahkan di beli aja deh.. pasti seru dan mengasyikkan.. Salut buat Frans Donald dan rekan-rekan..
Tapi saya akan mencoba untuk menuliskan topik-topik yang dibahas di buku tersebut, supaya Anda dapat menjadi lebih pasti untuk membelinya alias tidak membeli kucing dalam karung. Topik-topik tersebut adalah hal-hal yang dianggap menjadi dasar pemahaman Tritunggal/Trinitas, yaitu:
- Apakah Doktrin Tritunggal/Trinitas Diajarkan Dalam Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru?
- Apakah Doktrin Tritunggal/Trinitas Diajarkan oleh Orang-Orang Kristen Mula-mula?
- Pembahasan mengenai Alkitab:
Disini, Frans akan menyampaikan ayat-ayat Alkitan yang biasa digunakan sebagai dasar untuk meyakini trinitas.. dan tentu saja Frans akan menjelaskan argumennya…- Firman itu adalah Allah
Kisah
1:1Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. - Yesus itu Diperanakkan
Kisah
13:3Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi. Ibrani
1:5Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu pernah Ia katakan: “Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini?” dan “Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia akan menjadi Anak-Ku?” Mazmur
2:7Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: “Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini. - Yesus dalam Rupa Allah
Filipi
2:6yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, - Yesus dan Bapa adalah satu
Yohanes
10:29Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. 10:30 Aku dan Bapa adalah satu.” - Baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anakdan Roh Kudus
Matius
28:19Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, - Pengertian esa (bahasa Ibrani: echad) itu artinya satu kesatuan atau himpunan dan bukan satu dalam pengertian matematis. Begitu juga kata “elohyim” [allah] itu juga bisa berarti jamak, lebih dari satu.
Ulangan
6:4Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! - Bapa, Firman dan Roh Kudus adalah satu
1-Yohanes
5:7Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. - Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa KITA. KITA itu kan jamak berarti Allah tidak sendirian dong?
Kejadian
1:26Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” - Yesus kan pencipta berarti dia Allah sejati dong?
Ibrani
1:2maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. Kolose
1:16karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Yohanes
1:3Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. - Yesus itu adalah Allah
Roma
9:5Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin! - Ketika melihat Yesus yang bangkit dari kematian, Tomas berseru “Ya Tuhanku dan Allah-ku”
Yohanes
20:28Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!” - Yang menjadi juru selamat itu Allah bukan utusanNya
Yesaya
63:8Bukankah Ia berfirman: “Sungguh, merekalah umat-Ku, anak-anak yang tidak akan berlaku curang,” maka Ia menjadi Juruselamat mereka 63:9 dalam segala kesesakan mereka. Bukan seorang duta atau utusan, melainkan Ia sendirilah yang menyelamatkan mereka; Dialah yang menebus mereka dalam kasih-Nya dan belas kasihan-Nya. Ia mengangkat dan menggendong mereka selama zaman dahulu kala. - Tuhan Bapa menyebut anak sebagai Allah
Ibrani
1:8Tetapi tentang Anak Ia berkata: “Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran. - Yesus disebut sebagai Allah yang perkasa
Yesaya
9:6(9-5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. - Seluruh kepenuhan Allah ada didalam Yesus
Kolose
1:19Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, Kolose
2:9Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan,
- Firman itu adalah Allah
- Perspektif yang berbeda
- Apakah Mengenal Aku = Mengenal Allah, sehingga Aku = Allah?
Yohanes
8:19Maka kata mereka kepada-Nya: “Di manakah Bapa-Mu?” Jawab Yesus: “Baik Aku, maupun Bapa-Ku tidak kamu kenal. Jikalau sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku.” - Apakah Melihat Yesus = Melihat Allah, sehingga Aku = Allah?
Yohanes
12:45dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku. - Apakah Membenci Aku = Membenci Allah, sehingga Aku = Allah?
Yohanes
15:23Barangsiapa membenci Aku, ia membenci juga Bapa-Ku. - Apakah Menghormati Aku = Menghormati Bapak, sehingga Aku = Bapak ?
Yohanes
5:23supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia. - Apakah Menyembah Yesus = Menyembah Allah ? Di Alkitab banyak orang yang menyembah Yesus, contohnya:
Matius
2:2dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” Matius
2:8Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: “Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia.” Matius
2:11Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. Matius
8:2Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” Matius
9:18Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: “Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.” Matius
14:33Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: “Sesungguhnya Engkau Anak Allah.” Matius
15:25Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: “Tuhan, tolonglah aku.” Matius
28:9Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: “Salam bagimu.” Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. Lukas
24:52Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. Ibrani
1:6Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: “Semua malaikat Allah harus menyembah Dia.” - Yesus Maha Tahu dan Berkuasa Membuat Mujizat
Matius
12:25Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata kepada mereka: “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa dan setiap kota atau rumah tangga yang terpecah-pecah tidak dapat bertahan. Yohanes
2:24Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua, 2:25 dan karena tidak perlu seorangpun memberi kesaksian kepada-Nya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia. Yohanes
6:64Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya.” Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia. Lukas
7:14Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!” 7:15 Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya. - Yesus mengampuni dosa, bukankah itu berarti Yesus adalah Tuhan?
Matius
9:6Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa”* –lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu–:/”Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” - Gelar Alfa Omega
Wahyu
22:13Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir.” - Apakah Anak Allah = Allah Anak ?
- Yesus bangkit dari kubur
Yohanes
2:21Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri. 2:22 Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan merekapun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.
- Apakah Mengenal Aku = Mengenal Allah, sehingga Aku = Allah?
Gimana penasaran gak dengan argumentasi dari Frans Donald dan rekan-rekan Unitarian tentang hal-hal tersebut diatas? Silahkan beli bukunya, murah kok..
Kalau sudah baca, saya ingin tahu pendapat Anda..
Salam dan GBU…



unitarian/arianisme dan unitarian universal yg ada sekarang itu beda ‘kan? Atau sama?
Ada link bagus tuh mengenai Kristen Untiarian:
biblicalunitarian.com
Yesus maha tahu? Lalu kenapa Yesus tidak tahu kapan waktu kedatangannya kembali ke bumi?
Yesus menjawab hanya Allah yg mengetahui hal tsb. (Tentu umat kristen sudah tahu persis–atau hafal–di luar kepala ayat yg saya maksud)
Apakah layak dia dituhankan jika dia tahu sebagian tapi sebagian yg lain tidak tahu?
vehicular says : I absolutely agree with this !
Syalom. saudara2ku…utk mengetahui alkitab, berdoa pada Allah Bapa mohon penerangan dan hiklmat, maka bacalah dengan teliti seluruh isi Alkitab. jangan dipotong potong dan jangan setengah setengah. jujurlah pd diri sendiri, tinggalkan segala doktrin yg pernah diterima dr orang-orang lain dan tak perlu ditafsir-tafsir apalagi dijabarkan. Alkitab adalah sebuah karya yang sempurna tdk misteri ataupun teka teki. karena Allah tak ingin memberi teka teki bagi umatNya. siapapun dia akan segera tahu maksud dr Firman yang tertulis. Jadi marilah kita percaya dan imani apa yang tertulis saja, jangan ditambah atau dikurangi. terima kasih. Gbu
kalau saya tetap yakin sampai saya mati kalau Yesus Itu Tuhan dan Juru slamat yang hidup, karena kalau Dia bukan Tuhan kenapa Dia punya kuasa, kenapa Dia bisa bangkit dari antara orang mati setelah Dia mati.
cari du buku atau kamus atau apa aja, siapa yang pernah mati lalu bangkit terus naik ke sorga? ga ada pasti kan ? hanya Tuhan Yesus yang bisa begitu teman-teman yang kurang percaya !!!!!!!!!!????????
BETUL!!! baca baik2 teliti baik2. Tapi kalau emang ga percaya ya udah… ngapain dipaksa? yang penting yang baca mendapat maksud firman yang ada…. yang jelas maksud firmannya bukan nyalah2in kepercayaan orang lain dan mengkristenkan orang lain
syalooooom~~~~~
(btw yang ga pernah mentafsir kitab suci, ud buang semua harta dan pake sendal jepit ngemis2 buat makan sehari2 belom? disuruhnya gitu kan kalo tanpa penafsiran? ayo kita mulai jujur pada diri sendiriiii~~~~)
perkataan tuhan pada Yesus dalam perjanjian baru adalah Lord tidak pernah memakai kata GOD.
Bukannya udah pasti ya, jika Tritunggal itu memang jati diri Tuhan, Yesus dan Roh Kudus? bukankah karena Kasih Tuhan sehingga Dia menjelma sebagai Anak Tuhan, Dia datang untuk menebus dosa2 kita? Jika Tritunggal dipertanyakan, apa arti Kasih Yesus? dan Yesus akan menyertai kita atas penyertaannya sebagai Roh Kudus. Bukankah Paulus menulis bahwa Roh Kudus akan selalu menyertai kita kemana pun kita pergi? Mungkin kita terlalu serius untuk mengutip sejarah Yesus sehingga ajaran Kasih yang terutama terbengkalai. Ingat, dikatakan di Alkitab (saya tak ingat hehehe) bahwa akan banyak orang pintar yang akan mengorek2 Injil dan ideologinya sehingga orang yang percaya kepada Yesus akan membuat Dia tersalibkan lagi. Plis Jangan membuat Yesus menangis dan membiarkan dia disalibkan lagi. Tuhan memberkati.
Saudaraku Ytk,
Anda terjebak dalam belantara rasionalisme yang memikat sesaat. Iman dan akal harus saling melengkapi sebab itulah Sang Logos lahir dan hadir. Mengandalkan akal saja hanya membawa anda menjadi budak dari sebuah prinsip. Akal tanpa pedoman menjadikan anda seorang “paus” bagi pemikiranmu. Oleh sebab itu perlu membuka hati, menimbang segala kesaksian orang-orang kudus dan para martir yang menjadi saksi-kurban dari Dia Yang Maha Tinggi – Sang Pantocrator Yesus Kristus -. Dengan demikian iman berperan mengisi relung hati dan pikiran kita. Iman memancarkan RohNya yang murni yang mengarahkan kita kepada Sang Kebenaran Sejati.
Tidak akan ada habis-habisnya menyimpulkan Ke-Misteri-an Trinitas Maha Kudus. Sebab kalau kita tahu segala-galanya tentang Tritunggal itu maka tidak ada gunanya Allah. Sama seperti mahluk hidup di dunia ini : manusia memiliki trinitasnya sendiri – yakni : tubuh, jiwa dan roh. Begitupun cahaya, ia memiliki trinitasnya sendiri yakni : terang, gelombang dan materi. Oleh sebab itu cahaya memiliki energi krn dia memiliki massa. Begitu pun binatang amuba, dia memiliki trinitasnya sendiri, yakni : sbg entitas mahluk, bersel satu, berkembang biak dgn membelah diri. Oleh sebab itu, layakkah kita menanyakan kepada si amuba mengapa dia tidak kawin ?
Oleh sebab itu, sebagai mahluk fana, manusia ibarat periuk yang dibentuk oleh Sang Artis, maka layakkah kita memprotes kepadaNya mengapa Engkau membentuk aku ? Layakkah kita bertanya kepadaNya mengapa engkau membagi DiriMu menjadi Tiga ???
Jadi Trinitas-isme adalah realitas baik bersifat misteri-teologis maupun realitas kehidupan mahluk hidup di bumi ini. Jadi dimana kesulitannya ??
Rgds,
Leo
Bagaimana sikap seorang guru TK mengajar dikelas???
dg mencoba melihat dari cara berpikir anak-anak atau seperti orang dewasa?
bagaimana bagaimana cara para peneliti budaya mempelajarisuatu budaya, dari luarlimgkumgam masyarakat atau dari dalam lingkungan masyarakat???
Bahasa manusia itu terbatas atau tidak ???
Kenapa Allah yang Esa Ber “Inkarnasi” ????
Coba kita renungkan bersama.
“Imanuel”
@Sang Sejati.
Dalam suatu pidato, Eskobar menjelaskan bahwa segera akan ada penggantian menteri. Dalam pidato itu Eskobar dalam kapasitasnya sebagai presiden bertanya: “Menteri apa yang akan diganti?” Eskobar menjawab:”Hanya presiden yang tahu”.
Siapa Eskobar? Presiden.
Mengapa Eskobar menjawab seperti itu? Sebab dia tahu bahwa pendengar pidato itu tak bekepentingan mengetahui menteri apa yang akan diganti. Pendengar hanya berhak atas suatu pemberitahuan bahwa akan ada menteri yang akan diganti. Yang berkepentingan dan satu-satunya yang mengetahui menteri apa yang akan diganti dan kapan akan diganti adalah dirinya sendiri sebagai presiden.
Dalam suatu perjumpaan tak formal seorang ketua RT bertanya:
“Pak Pujakar, kapan kita piknik?”
Pak Pujakar menjawab: “Hanya pak Kepala Desalah yang tahu” Padahal dirinya sendirilah Kepala Desa yang dimaksud.
Dalam suatu pengajian, seorang santri bertanya:
“Pak Ustaz, mengapa pak ustaz beristri banyak?”
“Pak Ustaz menjawab: “Hanya pak Ustaz yang tahu”. Jawaban ini bisa berarti suatu tamparan bagi si santri karena sok usil terhadap orang lain. Apa urusanmu?. Juga bisa sebagai suatu isyarat, ‘jangan tanya itu’ sebab kalaupun mulut saya berbusa-busa hilir mudik ngalor ngidul siang malam berjuta tahun menjelaskan kepadamu dengan bahasa yang sangat sederhana bahkan dengan bahasa yang amat primitip kamu tak akan mengerti. Ini sangat pribadi dan ini adalah rahasia hati saya. Demikian kira-kira pengertian di balik jawaban sang ustaz.
Seorang anak bertanya kepada bapaknya:
“Bapa hendak kemana?”
“Bapa hendak kesawah” Jawab bapanya. Bapaknya tak menjawab: “Saya hendak ke sawah”. Menurut anda, dalam konteks ini, apakah ‘bapa’ dan ’saya’ adalah orang yang berbeda?
Membaca bahkan membaca surat cintapun perlu nalar, kejelian, interpretasi dll. apalagi membaca surat-surat tertentu yang tidak bersifat umum.
ternyata anda orang yg sangat cerdas tapi sayang anda tidak memanfaatkan kecerdasan anda, saya pikir kalau tuha bisa silihat dilukai ataupun dipegang oleh manusia laiinya tidak ada bedanya tuhan sama dengan manusia seperti kita, karena tuhan itu maha segalanya maha yang tidak dimiliki oleh manusia Dia miliki Maha yang tidak bisa dibuat oleh Manusia Dia bisa buat. saya pikir itulah yang benar, apakah mungkin manusia biasa seperti kita membuat wujud tuhan sesuai dengan keinginan kita selanjutnya kita sembah……
wah, salut deh buat gereja unitarian
only one step closer, and say the magic words.
jika yesus diklaim sebagai tuhan, tapi kok penggambarannya di injil begitu penuh misteri, gamang, bahkan kadangkala cenderung kasar ya ? contohnya ada di mat 16:13-23:
Yesus bertanya: siapakah aku ini?
Simon Petrus menjawab : engkau adalah mesias, anak allah yang hidup!
Yesus kemudian berkata :
berbahagialah engkau Simon, sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu melainkan bapak-ku yang di sorga.
dan aku pun berkata kepadamu engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini aku akan mendirikan gerejaku dan alam mau tidak akan menguasainya. kepadamu akan kuberikan kunci kerajaan sorga. apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di sorga, dan apa yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.
lalu Yesus melarang murid-muridnya supaya jangan memberitahukan kepada siapapun bahwa dia adalah mesias.
sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-muridnya bahwa ia harus pergi ke yerusalem untuk menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala, dan ahli-ahli taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.
tetapi kemudian Petrus, karena kecintaannya pada guru-nya, menarik Yesus dan menegurnya, katanya : “tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! hal itu sekali-kali takkan menimpa engkau.
maka Yesus berpaling dan berkata pada Petrus : Enyahlah engkau setan! engkau adalah batu sandungan bagiku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.
—-
sebuah gambaran yang penuh misteri dan gamang.
mengapa Yesus suka menyembunyikan identitasnya sebagai “kristus” terutama ketika dirinya telah diutus oleh “bapak” untuk menghapus dosa-dosa manusia?
bagaimana mungkin yesus sebagai tuhan tidak mengetahui isi hari murid tercintanya Petrus, yang sudah diberi kunci kerajaan sorga, lantas kemudian dipanggil dengan kasar sebagai “setan”? apa nggak ada kalimat yang lebih halus lagi dari itu? seperti itukah gambaran pribadi yesus manusia dan tuhan itu?
think….
Untuk rekan-rekan para pendukung Unitarian jawablah pertanyaan ini:
Bukankah Allah menciptakan segala sesuatunya melalui Firman?
Jika jawabannya YA, maka pertanyaan selanjutnya Jika Firman Allah yang nuzul menjadi daging (LOGOS SARX EGENETO) dalam keadaan azalinya diciptakan, maka dengan Firman yang mana lagi Allah itu menciptakan FirmanNya?
yesussssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssss.
vivi…. vivi cantik
Kita tidak akan memahami siapakah Yesus kalo kita mengabaikan, tidak mengerti Ilmu Kristologi. Ilmu Kristologi adalah sautu bidang kajian tentang siapakah Yesus berdasarkan Al-Kitab.
Dalam Kristologi, Allah Al-Kalimah berdasarkan maksud dan tujuan-Nya telah al-tajasad (incarnate) mengambil sosok tubuh manusiawi yang diberi nama Yesus (bermaksud Akulah Tuhan Al-Mukhalismu, Penyelamatmu) dan disebut atau digelar Kristus (Har-Masyiyah, Yang Dijanjikan, yang Dilantik). Sesudah dia mengambil tubuh manusia, Dia menambahkan satu hakikat kepada Diri-Nya, hakikat al-insan al-kamil, manusia sempurna, tidak berdosa dan tidak pernah berdosa.
Lantaran itu, Yesus selama di alam fana, bumi memilki dua hakikat, Ilahi dan Insani. Bilamana Dia adalah manusia, maka wajarlah Dia diutus, menhadi nabi dan rasul, makan dan minum, diancam, diadili, dikejari, dicobai, berdoa dan bahkan mati, ya mati dikayu salib. Wajarkan, sebab itu tubuh yang fana, insani.
lalu kalo Yesus mati, apakah Allah mati? Tidak sama sekali tidak. Allah tidak mati, dan tidak akan mati bahkan tidak pernah mati! yang mati itu kan tubuh insani-Nya, yang disalibkan kan tubuh insani-Nya, yang berseru2: Ya Allahku, Ya Allahku, mengapakah Engkau meninggalkan Aku.” Teriakan itu kan wajar kalo dilihat dari sisi manusiawi-Nya.
baik, sementara Dia mengambil sosok tubuh manusia, menjadi sama seperti kita- makan, minum, lelah, capek, berdoa dll, apakah Dia kehilangan hakikat keilahian-Nya. Tidak sama sekali tidak. Sementara Dia manusia, Dia tetap Allah. menjadi manusia tidak menghilangkan hakikat keilahian-Nya. Dia tetap Allah, dulu, sekarang dan selama-lama-Nya.
Menjadi manusia, Dia sedikitpun tidak hilang kemahakuasaan-Nya, kemahabesaran-Nya, kemahamuliaan-Nya. Tidak sama sekali tidak. satu titik, satu zarah, satu jirim keilahian, zat dan sfat-Nya tidak HILANG.
Inilah unit, luar biasanya Allah kita. Lantaran itu, kalo sdr2 jumpa ayat-ayat yg seolah-olah Dia tidak manpu, layak_nya seperti Allah, jangan binggung, jangan keliru, itukan sisi manusiawi-Nya.
Nah, ada sdr dlm posting yang menafikan, menyangkal Yesus Maha Tahu, bilamana sdr itu ketemu ayat Yesus berkata Yesus tidak tahu kapan kedatangan-Nya kembali, atau tidak tahu bila dan harinya hari kiamat, inikan wajar kalo Dia katakan dari sosok tubuh manusia-Nya yang tidak Maha Tahu.
Tapi ingat, jangan lihat, baca sisi manusiawi-Nya aja. Bagaimana dengan hakikat ilahi-Nya. Lho, banyak sekali. Kalo Dia tidak tahu bila Dia akan datang, mengapa sih Dia berkata Dia adalah Hakim, Dia akan mengadili bila Dia datang, Dia akan datang dengan malaikat2-Nya? Bukankah ini menunjukkan bahawa Dia Maha Tahu!
Dan yang paling menarik ialah tanda2 ajaib2@ mukjizat yang dilakukan-Nya. Dia menyembuhkan orang, Dia menebabkan orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, Dia membangkitkan Lazarus yang 4 hari udah mati dan telah dikafan@ menjadi mayat busuk hidup kembali, menghentikan angin badai yang dasyhat.
Siapakah Dia ini? Kamu akan bertanya, lho, para nabi dan para rasul bisa melakukan seperti Yesus lakukan? Ya benar tapi separuh benar? Para Nabi dan para Rasul melakukan mukjizat dengan izin Allah, dengan kuasa yang diberikan dan diterima tapi Yesus tidak demikian sdrku, Dia melakukan, mengerjakan semua mukjizat ini bukan dengan izin Allah, atau dengan kuasa yang diberikan atau diterima.
Tidak, sama sekali tidak. Dia sendiri mengatakan bahawa Dia mengerjakan semuanya ini dengan KUASANYA sendiri! Mengapa? Sebab Dia adalah sumber kuasa, asal muasal kuasa, sebab Dia Maha Kuasa, sebab Dia adalah Allah!
Aneh, dalam Al-Quran, Isa dikatakan melakukan mukjizat dengan izin Allah tapi mengapakah mukjizatnya lebih daripada seorang Nabi, Rasul; persis melakukan apa yang bisa lakukan, apa? Mencipta burung dan menghidupkannya. Lho, ini siapa? Mencipta burung dan memberi hidup! Adakah pernah Allah memberi kuasa mencipta kepada para Nabi atau Rasulnya, termasuk Muhammad? Ada? Hanya Yesus.
Mengapa? Ini suatu pertanyaan yang harus dijawab oleh orang Islam, harus direnung! Bukan itu sahaja, Isa dikatakan akan datang menjadi Hakim, Mengadili manusia. Siapakah orang ini. Manusiakah Dia? Mana manusia bisa memiliki sifat Allah seperti menjadi Hakim dan mengadili pada akhir zaman! Ingat baik2, renung baik2. Isa pasti lebih dari seorang manusia, seorang Nabi.
Dia menurut al-Quran dikatakan akan turun dari syurga. Lho, adakah manusia turun dari syurga ke bumi! Sesungguhnya siapakah Dia yang turun dari syurga! Tepuk dada tanya selera.
Keilahian Yesus
1.Menghentikan badai dgn KUASANYA sendiri (Lukas 8:22-25)
2.Menyembuh 10 pesakit kusta dgn KUASANYA sendiri (Lukas 17:11-19)
3.Menyembuh org but dgn KUASANYA sendiri(Lukas 18:35-43)
4.Membangkitkan Lazarus yg 4 hari mati dgn KUASANYA sendiri (Yuhana 11:1-44)
5.Mengatakan Dia bukan dr dunia ini, Dia akan kembali ke arasy-Nya(Yuhana3:13;7:25-36;8 :21-29)
6. Mengatakan Dia ada sebelum Nabi Ibrahim dilahirkan (8:48-59)
7. Dia adalah Jalan, Hakim,Kebenaran, Hidup & Kebangkitan sifat yg hanya dimiliki Allah sahaja (Yuhana 11:25;14:6)
8. Tahu isi hati org kerana Dia Maha Tahu (Lukas 11:17;20:23;Matius 22:18)
9.Mengampuni dosa (Markus 2:5-7;8:1-11)
mungkin bs berkaca pd ajaran agama Islam, Tuhan hanya satu Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, sedangkan Isa (Jesus) hanya seorang nabi sebelum Nabi Muhammad SAW, nabi hanya MANUSIA BIASA yang diberi tugas untuk menyampaikan wahyu kepada manusia.
LEBIH LOGIS KAN??
Cara penafsiran dengan sepot-sepot trus dibelokkan untuk kepentingan sendiri. Payahlah kalo metodenya seperti ini, kekristenan mo dibelokin kemana terserah “teolog” yang punya kehendak, nambah keruwetan saja
Mbak Rini, anda percaya bahwa logika adalah segalanya, sehingga Allahpun dapat anda masukkan dalam logika manusia yang tidak lebih besar dari buah kelapa, kalo itu bisa siapa yang menjadi Allah ? si Mbak ato Allah sendiri.
Dalam iman ada yang namanya misteri, tidak semua dapat dimasukkan otak, bukan karena nda masuk akal, yang benar otak kita kekecilan untuk menerima semua misteri Allah, gitu mbak mari berlogika dengan sehat
untuk saudara djopoed, argumentasi anda bahwa yesus adalah anak ALLAH tidak disertai pembuktian yang kuat,anda tidak mencantumkan ayat mana yang mengatakan hal tersebut?
saya meyakini iman anda tentang TRINITAS karena anda tidak mengerti kitab suci yang sesungguhnya, anda hanya bisa mengikuti dogma gereja tanpa bisa menilai kebenarannya.
mengenai pernyataan dalam kitab suci bahwa suatu saat yesus disalibkan lagi, karena kecerdasan manusia bukan karena menggugat dia sebagai anak ALLAH, tetapi justru ALLAH sendirilah yang menggunakan kecerdasan manusia jaman sekarang bahwa yesus bukanlah anak ALLAH.
ingat 10 perintah ALLAH bunyi yang ke pertama”jangan menyembah kepada siapapun, selain kepada ALLAH mu saja. ini berarti ALLAH tidak mengiginkan kita menyembah kepada siapapun selain ALLAH itu sendiri. yang lain hanyalah hamba atau utusan
marilah kita semuanya umat beragama, baik yang di indonesia maupun di dunia untuk menyerahkan masalah yang menimpa umat manusia, siapapun yesus apakah dia nabi, malaikat, atau anak ALLAH sendiri, hanya ALLAH sendiri lah yang tahu.
yang terpenting bagi kita semuanya, bahwa kebenaran itu bukan hanya sebatas iman tetapi yang terpenting adalah perbuatan yang sesuai dengan kebenaran agama masing- masing. karena pada dasarnya kebenaran itu datangnya dari satu sumber saja, yaitu ALLAH yang maha kuasa.
agama yang ada hanyalah jari- jari ALLAH, sementara tujuannya hanya satu yaitu ALLAH sumber segala kehidupan.
Menurutku Yesus bukanlah Allah, memang Allah/Bapa menciptakan Yesus dr Firman/KalimatNya, dan Firman itu bukanlah keseluruhan Firman yg dimiliki Allah/Bapa yg disampaikan oleh Malaikat kpd Maria, tp hanya satu Firman yg menjadikan Maria hamil, jd Yesus memang diciptakan Allah bukan inkarnasi, Firman Allah turun kpd Maria lewat perantara MalaikatNya.
Jd klo dlm bhs manusia critanya begini, pd suatu masa Allah ingin/berkehendak menciptakan manusia bernama Yesus, mungkin Allah sdh berdiskusi dg para MalaikatNya, kemudian Allah memerintahkan kpd salah satu MalaikatNya utk menyampaikan pesan Allah itu,
krn Malaikat itu makhluk rohani dg kuasa Allah si Malaikat ini berubah wujud menjadi manusia lalu si Gabriel datang kpd Maria, dg sopan Gabriel mengucap salam kpd Maria kemudian Gabriel menyampaikan pesan dr Allah yaitu Kalimat/FirmanNya yaitu bhw dia akan hamil, jd Kalimat Allah yg disampaikan oleh Gabriel itu jd manusia Yesus,
jd Yesus manusia biasa cuma diciptakan dg cara berbeda, Yesus sdh ada dlm pikiran Allah sebelum dia diciptakan bahkan sebelum dunia diciptakan, bukan hanya Yesus tp para Nabi bahkan semua Makhluk ciptaanNya.
salam sejahtera bagimu sekalian.
janganlah kita saling berbantah2an tentang siapa Yesus. baik dia seorang yang beragama kristen maupun islam sebenarnya pasti tahu siapa Yesus. dalam Alkitab maupun AlQuran jelas digambarkan bahwa Yesus adalah manusia yang terkemuka didunia dan diakhirat.
jadi Jelas Yesus bukanlah Allah apalagi mengatakan sbg pribadi kedua dr Allah. ada berapa sih Allah itu?
di Alkitab maupun Alquran disebutkan bahwa Allah itu esa, tiada yang lain. Allah ada dengan sendirinya dan Dia lah yang menciptakan dunia ini beserta seluruh isinya.
dan Yesus adalah utusanNya.