Injil sudah tidak asli? hmm.. sepertinya begitu..

Sebelumnya saya mesti minta maaf dulu kalau ada yang merasa judul postingan ini terkesan provokatif..

Menurut saya yang paling penting, gak perlu emosi.. yang penting kalau isi postingan ini gak bener ya silahkan dibuktikan saja toh!

Mari kita ke pokok masalahnya, Injil bisa dikatakan sudah tidak asli karena:

  • Injil yang paling duluan ditulis itu Injil Markus yakni ditulis sekitar tahun 70an Masehi sedangkan Yesus meninggal sekitar tahun 30an.. Coba baca ini deh..
    Pertanyaannya: Apakah isi Injil tersebut 100% sama dengan apa yang dikatakan Yesus ?
  • Injil ditulis oleh orang-orang yang bahkan tidak pernah berjumpa langsung dengan Yesus. Bahkan Paulus yang sempat hidup pada zaman Yesus hidup ternyata tidak pernah bertemu Yesus langsung. Selagi Yesus masih hidup, Paulus sering mengejar-ngejar dan menyiksa pengikut Yesus. Ketika Yesus sudah meninggal, Paulus mengaku bertemu dengan Yesus, dalam perjalanannya ke Damsyik, yang memanggilnya dari langit dan menyuruh Paulus bertobat.
  • Injil yang kita punyai sekarang adalah bukan Injil yang asli dibuat pertamakali oleh penulisnya, tapi hanya berupa salinannya.. Salinan tertua diperkirakan dibuat pada tahun 200an.. Coba baca tulisan ini dan ini
    Siapa yang berani menjamin keasliannya dalam jarak yang panjang seperti itu.
  • Jika kita membaca isi Injil, maka jelas ada perkataan-perkataan yang dibuat oleh penulisnya.

Contoh kata pengantar yang dibuat penulis Injil Lukas:

1:1 Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita,
1:2 seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman.
1:3 Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu,
1:4 supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar.

Contoh kata pembuka dari penulis Injil Yohanes

1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
1:4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
1:5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.
1:6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes;

Contoh Penutup dari penulis Injil Yohanes:

21:25 Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.

Siapa yang menjamin kalau penulisnya tidak menambahkan kata atau kalimat lain yang mungkin dalam bentuk yang tidak begitu kentara?

  • Injil dibuat penulisnya berdasarkan sumber-sumber tertentu, coba baca Lukas 1:3 diatas
    Siapakah yang bisa menjamin keakuratan sumber-sumber yang digunakan para penulis Injil tersebut?

    1:3 Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu,
  • Contoh lain yang terkenal adalah penambahan ayat pada Injil adalah Markus 16:9-20 yang dilakukan oleh penyalin-penyalin Injil.. Coba baca ini, ini dan ini
    Siapa yang bisa menjamin bahwa penyalin-penyalin tidak merubah, menghapus atau menambahkan pendapatnya ke Injil yang dia salin?
  • Mau tambahan referensi lagi? coba baca yang ini dan ini deh..

Singkatnya, siapa yang berani jamin bahwa Injil itu asli dan tidak ada perubahan didalamnya? Selamat berfikir.. Gimana tanggapan Anda?

———-

Tulisan terkait:

  1. Bart D. Ehrman: Pengubahan yang Dimotivasi Kepercayaan Teologis
  2. (Sambungan ke-1) Bart D. Ehrman: Pengubahan yang Dimotivasi Kepercayaan Teologis – Antiadopsionis
  3. (Sambungan ke-2) Bart D. Ehrman: Pengubahan yang Dimotivasi Kepercayaan Teologis – Antiadosetik
  4. (Sambungan ke-3) Bart D. Ehrman: Pengubahan yang Dimotivasi Kepercayaan Teologis – Antiseparasionis
  1. Siapakah Bart D. Ehrman yang menulis buku “Misquoting Yesus”
  2. (Sambungan ke-1) Siapakah Bart D. Ehrman yang menulis buku “Misquoting Yesus”
  3. (Sambungan ke-2) Siapakah Bart D. Ehrman yang menulis buku “Misquoting Yesus”
  4. (Sambungan ke-3) Siapakah Bart D. Ehrman yang menulis buku “Misquoting Yesus”
  5. (Sambungan ke-4) Siapakah Bart D. Ehrman yang menulis buku “Misquoting Yesus”
  6. (Sambungan ke-5) Siapakah Bart D. Ehrman yang menulis buku “Misquoting Yesus”
  7. (Sambungan ke-6) Siapakah Bart D. Ehrman yang menulis buku “Misquoting Yesus”

Video terkait:

  1. Video Kuliah Bart D. Ehrman, pengarang “Misquoting Jesus”, di Stanford University, How Bible Tainted 1/10
  2. Video Kuliah Bart D. Ehrman, pengarang “Misquoting Jesus”, di Stanford University, How Bible Tainted 2/10
  3. Video Kuliah Bart D. Ehrman, pengarang “Misquoting Jesus”, di Stanford University, How Bible Tainted 3/10
  4. Video Kuliah Bart D. Ehrman, pengarang “Misquoting Jesus”, di Stanford University, How Bible Tainted 4/10
  5. Video Kuliah Bart D. Ehrman, pengarang “Misquoting Jesus”, di Stanford University, How Bible Tainted 5/10
  6. Video Kuliah Bart D. Ehrman, pengarang “Misquoting Jesus”, di Stanford University, How Bible Tainted 6/10
  7. Video Kuliah Bart D. Ehrman, pengarang “Misquoting Jesus”, di Stanford University, How Bible Tainted 7/10
  8. Video Kuliah Bart D. Ehrman, pengarang “Misquoting Jesus”, di Stanford University, How Bible Tainted 8/10
  9. Video Kuliah Bart D. Ehrman, pengarang “Misquoting Jesus”, di Stanford University, How Bible Tainted 9/10
  10. Video Kuliah Bart D. Ehrman, pengarang “Misquoting Jesus”, di Stanford University, How Bible Tainted 10/10

29 Comments

  1. Kalok sedari awal nulis Injil make bahasa aslinya, mungkin mingsih bisa bertahan keasliyannya ya boss….

    maaf Om, lama mbalesnya niy.. Abis aku nyari tulisan yang aku udah stabiloin soal bahasa yang dipake untuk nulis Injil gak ketemu-ketemu nih..

    Om, kata ’sedari awal’ itu gak begitu cocok soalnya Injil Markus yang paling tua itu dibuat sekitar tahun 50an Masehi. Jadi gak ada satupun Injil yang ditulis pada saat Yesus masih hidup atau 1 s.d. 5 tahun setelah Yesus meninggal.

    Btw, masalah utamanya adalah: kalau Injil (kabar gembira) itu adalah semua yang disampaikan Yesus maka Injil itu isinya gak cuma itu tapi udah bercampur dengan cerita2/kisah2 tentang kehidupan Yesus dan pendapat2 penulis atau penyalinnya.. Padahal, penulis Injil itu bukan saksi mata kehidupan Yesus..

    Jadi sumber-sumber penulisannya sangat beragam, mulai dari saksi mata, buku (baca: injil) yang lain, dan pendapat pribadi.. Nah masalahnya teknik penulisannya tidak memungkinkan kita untuk mengetahui, menelusuri dan membedakan isi dari satu/beberapa ayat di Injil itu berasal dari sumber yang mana.. misal saja cerita Yesus berjalan diatas air, itu kalau berdasarkan cerita saksi mata maka siapa saksi mata tersebut? gitu lho.. jadi karena susah ditelusuri asal muasalnya maka kita sulit untuk meyakini bahwa sumber penulisan suatu ayat/beberapa ayat itu adalah sumber yang valid atau enggak..

    Alkitab itu kan gak cuma berisi Injil Om.. Nah tulisan yang lain selain Injil itu menurut saya benar-benar berisi pendapat orang lain terhadap Yesus.. Misal surat Paulus kepada jamaat di kota A, B, C dan seterusnya..

    (eh, angselinyah makek bahasa apah, yah ??? Ibrani kah ??? Arab, kah ??? Nyang pasti bukan bahasa Indon kan ??? Apalagee boso jowo kayak Mbah Google ituh….) ;)

    Ada pendapat yang beragam Om,

    Bahasa yang digunakan Yesus sehari-hari adalah bahasa Aramaik.. ada perbedaan pendapat tentang bahasa yang digunakan Injil Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes..

    Misal, kita gak bisa bilang bahwa Unjil Yohannes dibuat pakai bahasa aramik karena Injil Yohanes baru dibuat tahun 110an Masehi sedang Yesus meninggal tahun 30anMasehi dan tinggal di daerah yang berbeda.. Atau, Lukas penulis Injil yang bukan orang Yahudi, mungkinkah dia menuliskan Injilnya dalam bahasa aramik.. dst..

    Tapi, yang jelas, salinan Injil tertua yang dimiliki sekarang itu ada yang versi Yunani, versi Latin, versi Koptik dan versi Suriah..

  2. 2
    Ajie Says:

    Injil bukan suara gaib yang langsung dicatat seperti quran. Injil merupakan buku sejarah keselamatan. Injil merupakan dokumentasi hidup yesus yang datang dari berbagai sumber seperti layaknya Hadis Suci.

    bukan maksud OOT nih tp setahu saya mungkin sebagian hadis juga ada yang gak asli.. saya gak bilang semuanya lho!

    siapakah yang bisa menjamin 100% sebuah kitab adalah adalah asli. adakah bukti netral (diluar bukti islam) yang masuk akal kalo suara yang didengar muhamat adalah suara jibril bukan suara jin ifrit??? nggak akan bisa!

    no comment deh.. OOT
    Kayaknya lebih baik dikasih argumentasi aja deh isi blog ini gak usah kesana kemari.. ;)

    Jalau mau, Mati aja! baru bisa melihat segala sesuatu dengan nyata!

    setuju! sambil nunggu mati, bisa gak kita memastikan iman kita lewat logika ? gak usah pusingin orang lain..

  3. 3
    Ajie Says:

    Cari bukti netral untuk bandingin agama!!! (kalo berani siihhh…)
    baca : kafir-cinta-tuhan.blog.com

    Apa iya netral ? kalau udah ada unsur penafsiran pastilah gak netral..
    bahkan sejarah aja bisa gak netral.. maka kita harus cari dan pilih yang faktanya kuat dan argumentasinya masuk akal..

    Misal ditemukan suatu tulisan kuno. Jika dilihat dari isi tulisannya seolah-oleh dia berasal dari abad ke-1 Masehi. Nah pendapat itu subyektif kan?
    Kalau mau gak subyektif, ya gunakanlah metode ilmiah yang paling akurat untuk memperkirakan umur kertas tersebut.. Misal hasilnya adalah bahwa kertas tulisan kuno itu berasal dari abad ke-5

    Tapi, jika tulisan kuno itu adalah bagian dari Alkitab, apakah terus kita bisa memutuskan secara keseluruhan bahwa tulisan kuno itu tidak asli ?
    Sulit sekali, kenapa? karena kita tidak memiliki tulisan aslinya, sehingga kita gak bisa membandingkannya.. bener gak?
    Bisa saja tulisan itu disalin dari salinan yang lebih tua dan salinan tua itu berasal dari tulisan aslinya.. walaupun tulisan itu baru dibuat pada abad ke-5.. who knows?

    Atau misal situasinya kita balik, misal hasil penelitian ilmiah menunjukkan bahwa kertas itu berasal dari abad ke-3.. lalu apakah kita bisa menganggap bahwa tulisan itu sesuai dengan aslinya sementara kita gak pegang aslinya?

    Jadi menurut saya, gak apa-apa kamu gak sepakat dengan saya atau saya gak sepakat dengan kamu.. ya kan? gak usah maksa2in deh.. dan gak usah emosi2an deh..

    Btw, kenapa mesti gak berani sih baca kafir-cinta-tuhan.blog.com ? saya masukkin ke blog roll tuch..
    Coba lihat blogroll saya deh.. isinya beragam kan?

    Saya sudah baca beberapa artikelnya, sepintas kelihatannya penulisnya dari temen2 unitarian dech.. apa kamu juga? atau kamu gak sadar kalau blog itu punya temen2 unitarian? maap deh kalau salah.. namanya juga ’sepintas kelihatannya’

    GBU..

  4. 4
    Ben Shalom Says:

    Saya jadi ingat ada satu ayat yang aneh…

    “pada mulanya adalah MONYET, MONYET itu bersama-sama dengan SAYA dan MONYET itu adalah SAYA”

    SAYA=MONYET

    :) :) Cara berfikir yang praktis!

    Logika yang aneh….

    Iya.. ngada-ngada banget or maksa banget..

  5. 5
    Hamba Allah Says:

    Saya hanya bisa mengatakan bahwa Injil yang asli atau sebenarnya adalah Injil/Al’kitab yang ada dalam diri manusia yang dilindungi oleh roh/ruh kudus yang Maha Suci yang tidak pernah terjamah atau tersentuh oleh campur tangan manusia yang penuh dengan dosa, mari kita pahami bersama bahwa Al’kitab menjelaskan dan mengajarkan kita untuk berbuat kebaikan dan cinta kasih sesama manusia agar lebih mengenal dan bersyukur akan Sang Pencipta, sebab percuma saja kalo kita hanya bisa membaca tapi tidak memahami makna yang tertulis dalam Al’kitab, sebab bagi saya tingkah laku dan perbuatan kita untuk percaya kepada Tuhan YME/Allah hanya bisa dilakukan dengan hati nurani yang terdalam dan ikhlas tanpa memandang apapun juga untuk berbuat baik kepada sesamanya dan saling mengasihi, itulah Injil yang menurut saya paling benar.

  6. 6
    ibrahim Says:

    jika anda memakai logika dalam mempersoalkan injil yang anda bahas adalah dalam bahasa indonesia sebagai pedoman, mungkin akan lebih akurat jika anda mempelajari injil dalam bahasa Gerika (Yunani) (kodex Vaticanus) untuk perjanjian baru supaya anda tidak meragukannya.

    Coba kamu cari tahu, menurut para ahli codex Vaticanus itu asli atau salinan? Setahu saya, itu hanyalah salah satu salinan Injil yang asli.

    Coba kamu cari tahu lagi, kira2 codex vaticanus itu di salin/ ditulis di tahun berapa? Berapa jauh dari tahun wafatnya Yesus?

    apakah anda bisa?

    Wah saya gak bisa tuh.. apakah kamu bisa?

    kalau sudah terjemahan kedalam bahasa indonesia, bahasa inggris atau bahsa lainnya ini akan tergantung dengan makna dalam bahsa terjemahanny, maka sampai kapanpun tidak akan ada habis-habisnya,karena apa pikiran manusia terbatas,

    Betul setuju.. tapi codex vaticanus itu bukan asli.. masih ada lagi yang lebih asli, yaitu yang pertama kali ditulis.

    Tau gak sih kamu kalau ke-4 injil aja ditulis di tahun yang berbeda-beda.? Injil yang paling duluan ditulis itu Injil Markus, yakni ditahun 70an..

    mungkin anda pakar komunikasi yang hanya berlogika sepanjang hari,

    Tebakan kamu gak tepat.. saya bukan pakar komunikasi..

    Saya punya iman juga kok dan saya mendapatkan iman seperti iman saya sekarang ini melalui proses logika..

    memahami sebuah injil bukan dengan logika, jika kita hanya dengan logika maf kata Tuhan itu jadi tidak ada karna tidak seorang pun dapat melihat dengan mata jasmani. darimana kita yakinbahwa Tuhan itu ada ya karen dengan iman dan keyakinan . bukan pakai logika.

    Saya percaya ada Tuhan karena pakai logika. Saya akhirnya memilih Tuhan yang bukan manusia, juga melalui logika.

    Menggunakan logika tidak harus menggunakan mata jasmani. Coba, kamu bisa kan berfikir sambil memejamkan mata?

    kita bandingkan dengan apa yang menjadi polemik antara mana duluan ayam apa telor, silahkan anda berlogika .

    Kalau saya berlogika, maka jawabannya mudah sekalai: Tergantung keinginan yang bikin! Terserah Dia lah mana yang mau diduluin..

    Kalau dijawab pake iman gimana?

    Bahasa injil tidak menggunkan bahasa logika tetapi bahsa yang kesusastraannya sangat tinggi atau dengan bahsa kias.

    Saya juga ngerti bahwa Injil banyak menggunakan kiasan. Makanya kamu harus memahami bahwa Yohanes 1:1 (Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.) itu adalah kiasan. Bukan maksudnya Firman itu sama dengan Allah atau sebaliknya.

    Ini ide dari rekan Ban Shalom (atau siapapun Anda) di komentar sebelum komentar kamu:

    Coba kita ganti kata Firman dengan Monyet dan kita ganti kata Allah dengan saya, supaya kamu tahu kalau itu cuma kiasan aja:
    “Pada mulanya adalah MONYET; MONYET itu bersama-sama dengan SAYA dan MONYET itu adalah SAYA.”

    saya baca dalam artikel pendukung

    ” memahami kemungkinan ……yesus menyembuhkan mata org buta dan membutakan mata yg sdh melihat. percayalah pada-Nya

    Aduh kejam banget deh.. pake butain orang segala.. :) Peace ah..

    Btw, gak logis deh mesti percaya bahwa seorang manusia itu Tuhan hanya karena dia bisa menyembuhkan orang buta dan membutakan mata yang sudah melihat.. Apa hubungannya?

    Kalau suatu ketika ada Satan menjelma menjadi manusia terus dia berkata: “sembahlah saya karena saya Tuhan mu! Gak percaya? Nih saya sembuhkan orang yang buta dan saya butakan orang yang melihat..” Gimana dong ?
    Kan lebih baik percaya karena ada alasan logisnya? ya gak sih?
    ini saya copy dari artikel anda.

    Oke.. trus maksudnya gimana nih?

    kita mempunyai dua mata jasmanai yang melihat isi dunia ini, tetapi kita juga punya mata hati (apa benar ada mata hati secara logika) jika ada ya dimana tetapi mata hatilah yang diberikan kepada manusia untuk melihat kebenaran injil, dan bukan pada mata yang ada dikepala anda karena itu terbatas.

    Gini, Kita bisa dapat masukan dari seluruh panca indra dan anggota tubuh kita. Nah hati dan logika digunakan untuk menyimpulkan dan merespon dalam bentuk sikap atau pemahaman.

    Kalau menurut saya, jangan hanya menggunakan hati saja atau akal saja. Gunakan kedua-duanya, karena kedua-duanya saling melengkapi kekurangan masing-masing.

    Kalau kamu menggunakan salah satunya, maka kemungkinan kamu akan salah menyimpulkan dan mengikuti yang salah. Contoh: Dahulu kala ketika gereja memahami bahwa matahari dan planet2 itu beredar mengelilingi bumi, itu pakai logika gak? gak kan, makanya jadi fatal salahnya.

    Atau misalkan, Lucifer menyamar jadi manusia dengan penampilan fisik yang sama persis denganpenampilan Yesus yang kita kenal sekarang ini, lalu dia menunjukkan banyak keajaiban, yang dia akui sebagai mukjisat, seperti yang pernah diperbuat Yesus.

    Apakah kamu dengan serta merta meyakini bahwa Lucifer yang sedang menyamar itu adalah Yesus yang sebenarnya? Apakah anda tidak tertarik untuk menggunakan logika dulu sebelummeyakininya?

    bertobatlah dari logika anda,

    saya justru harus bertobat kalau menuhankan manusia.. saya cuma mau menuhankan Tuhan..

    Dan saya tidak menuhankan manusia karena menggunakan logika

    sekarang pertanyaan sipa yang menjadi hakim pada hari kiamat menurut kepercayaan anda ?

    Logika saya bilang pastilah Tuhan.. Pelaksananya bisa aja bukan Tuhan secara langsung

    jika anda tahu sipa yang anda akan turut logika anda atau apa ?

    Mula2nya dari logika dulu, biar gak sesat.. baru yakini dengan hati..

    Saya gak mau memaksa hati saya untuk meyakini sesuatu yang tidak logis..

  7. 7
    islan Says:

    Saya seorang muslim, saya tertarik dengan pembahasan yang ada di blog anda, begitu menariknya sebagai sebuah pencerahan.

    Terimakasih udah tertarik.. Silahkan posting asal jangan diluar maksud tujuan blog ini ya..

    1. Ada yang ingin saya tanyakan nih bolehkan…?
    Didalam kitab kami diterangkan bahwa yesus mempunyai sahabat2 yang dinamakan hawariyin, bener ga sih ? klo bener namanya siapa saja ?

    Saya gak begitu ngerti soal itu, tapi sepertinya, mungkin lho, yang dimaksud sahabat2 atau hawariyin itu mungkin adalah murid Yesus yang 12.

    2. Trus apakah mereka menulis apa2 yang diucapkan oleh yesus sebagai ucapan tuhannya atau juga mencatat setiap perbuatan maupun perkataan yesus ? (dalam islam namanya hadits) klo ada bisa ngasih referensi bwt membacanya nga

    injil ditulis oleh penulisnya jauh setelah yesus wafat. Sumber yang digunakan k-4 injil itu termasuk berasal dari saksi mata.. gak jelas juga saksi mata ini bener-bener saksi mata langsung atau tidak, yang jelas injil tertua yang duluan ditulis itu injil markus yang ditulis sekitar 40an tahun setelah Yesus wafat.

    Kalau dibaca isinya, maka lebih dekat pada cerita-cerita tentang Yesus pada saat Yesus masih hidup.

    Kalau tertarik ingin mengetahui tentang masalah penulisan Injil, coba beli buku Misquoting Jesus karangan Bahr D Ehrman dah diterjemahkan dan diterbitkan oleh Gramedia.

    Sebelum beli, bisa juga baca postingan2 saya yang terkait..

    Atas pencerahannya saya haturkan terima kasih.

    Sama-sama

  8. 8
    andreas Says:

    disitulah mujizat itu. dimana semua seakan tidak mungkin. tapi semuanya itu benar.

    Saya gak ngerti yang kamu maksud mukjisat itu yg mana ya?
    Coba baca lagi tulisan yang kamu komentarin ini deh..

    Kalau menurut saya, Injil itu berisi kisah2 tentang peristiwa2 yang dikumpulkan penulisnya untuk menjadi buku.. Jadi semacam buku sejarah atau buku cerita gitu.. Coba baca Lukas berikut:
    1:1 Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita,
    1:2 seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman.
    1:3 Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu,
    1:4 supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar.

    Dan penulisan buku tersebut tidak bisa lepas dari penafsiran dan pemahaman penulisnya terhadap kisah yang dia dengar tentang peristiwa-peristiwa tertentu yang pernah terjadi sebelumnya.

    Inget lho, Yesus wafat sekitar tahun 30 dan Injil Markus ditulis sekitar tahun 70an. Artinya, setelah 40tahunan Yesus wafat, semua peristiwa yang dialami Yesus sejak lahir sampai wafat telah menjadi kisah yang tersebar dimana-mana tetapi dengan perbedaan disana-sini sehingga akhirnya penulis injil Lukas menelitinya kembali dan menulisnya sekitar tahun 80-100 atau lebih dari 50 tahun setelah Yesus wafat.

    Jadi, Injil Lukas itu sudah bercampur juga dengan penafsiran penulis Injil Lukas itu sendiri.

    Jadi, apa dasar logikanya sehingga kamu bilang “tapi semuanya itu benar…”

    Masak iya sih, kata ‘mukjisat’ bisa tepat / pas / cocok untuk digunakan sebagai dalih kebenaran Injil sementara fakta bagaimana Injil ditulis ternyata seperti diuraikan diatas ?

    kalau kita mencari kesalahan dan ketidakwajaran, maka semua tampak salah dan palsu.

    Kita tidak sedang mencari-cari kesalahan dan ketidakwajaran yang sebetulnya tidak ada TETAPI menyampaikan kesalahan dan ketidakwajaran yang memang ada…

    Tidak adakah argumen lain, yang logis, selain dengan menyatakan bahwa itu mukjisat atau penulis injil diilhami roh kudus, agar kita dapat meyakini kebenaran isi Injil 100%?

    tapi bagi yang percaya, akan tampak kebenaran didalamNya.

    maksutnya percaya kepada siapa? percaya kepada apa?

    Apa yang dimaksud dengan “tampak kebenaran didalamNya” sementara yang tampak adalah fakta sejarah penulisan Injil yang ternyata seperti itu ?

    (tambahan: untuk apa kita mencari kesalahan atau kelemahan agama lain? itu membuktikan kita ragu akan kebenaran keyakinan kita sendiri?)

    Saya tidak mencari kesalahan atau kelemahan agama lain lho, sekarang ini saya kebetulan punya pemahaman bahwa Yesus cuma manusia, bukan Tuhan.

    Saya bukannya ragu terhadap yang saya pahami itu, cuma buat jaga2, takut kalau ternyata pemahaman saya itu benar2 salah.. maklum namanya manusia kan punya kelemahan..

    Dengan blog ini, saya siap untuk berubah kembali jika ternyata apa yang saya fahami sekarang ini tentang Yesus adalah salah.

    Tuhan Yesus memberkati

    “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.”

  9. Lagi bahas tentang Injil ya ….
    mari berkunjung ke blog saya .

  10. 10
    freddy sutanto Says:

    Dari sekian banyak blog yesusmanusia yg sy kunjungi ini, sy dpt menangkap tujuannya, yaitu :

    1. Penyangkalan secara total mengenai Yesus Kristus sebagai Tuhan pencipta alam semesta.

    2. Dengan prasuposisi itu, penulis blog ini berharap bhw kekristenan yg sdh ada puluhan abad itu akan runtuh, karena itu merupakan fundamental dari ajaran kristen.

    Nah, jadi muncul pertanyaan jika memang Yesus Kristus itu bukan Tuhan alias hnya manusia biasa, dan Injil atau Alkitab itu bukan asli :

    1. Bisakah anda buktikan bhw makam Kristus itu ada, dan tulang2nya ada, kan dia hnya manusia biasa? Kan manusia gak mungkin naik ke sorga sblm dia mati..

    2. Dgn prasuposisi itu, berarti cerita tentang penyaliban Kristus bohong dong.. Nah, bagaimana mnrt anda sebenarnya Kristus mati jika tdk disalib seperti yg tertulis di keempat Injil? Kan dia manusia, jd harus mati kan..

    3. Jikalau semua Alkitab di dunia ini menurut anda bukan asli (PALSU), dapatkan anda tunjukkan mana Alkitab yg ASLI yg isinya benar2 berlawanan dgn Alkitab yg ada sekarang ini, yg isinya benar2 membuktikan secara logis bahwa Yesus Kristus sungguh2 manusia biasa seperti anda dan saya dan bukan Tuhan seperti yg diyakini oleh orang2 Kristen di seluruh dunia? Karena jika anda mengatakan sesuatu itu palsu tanpa menunjukkan yg asli, maka anda melakukan kebohongan yg jauh lebih besar daripada yg Kristus lakukan, mengaku-ngaku Tuhan, pdhl hanya manusia biasa..

  11. 11

    buat bang freddy

    1. bang fedy percaya gak sama konsep homosusios yang digagas bapak2 gereja bahwa yesus 100% Tuhan 100% manusia?
    2.bang fredi percaya kalau Abraham dan Fir’aun itu manusia biasa? dimana makamnya? apa tulangnya Abraham sama Fir’aun masih bisa Anda temukan? Menurut sampeyan, murid Yesus yang dimakamkan atau Paulus, sekarang tulangnya masih ada gak?
    2. bang fredi, anda bisa gak buktikan kalau yesus di alkitab ditulis pernah hidup di bumi, makan, minum maaf…buang air kecil dan besar (dan kemungkinannya kentut), tidur dan lelah, lupa dan pernah mengutuk makhluk lain?

  12. 12
    freddy sutanto Says:

    Buat Bung Ratman,

    1. Sebenarnya sy bertanya ini kpd penulis blog yesusmanusia, bukan anda..Bisa nggak dia menyodorkan bukti yg sahih bahwa ada Injil yg asli, karena dia berani berkata bhw Injil yg sekarang ini semuanya salinan alias palsu.

    2. Apa yg bung Ratman kemukakan sama sekali tdk menjwb pertanyaan saya tuh..Masa pertanyaan dibalas pertanyaan? (he3..)

    3. Ada info menarik, coba baca deh buku ‘Studying of Historical Jesus’ (BakerAcademic, 2002) karangan Darrell L. Bock, seorang Profesor Studi Perjanjian Baru dr Dallas Theological Seminary, alumnus University of Aberdeen, khususnya Chp.3 mengenai Sumber Kritik Injil (Source Criticism). Yg lbh menarik lg, orang ini akan datang memberikan seminar ttg “Christianity vs Jesusanity’ tgl 14 Maret 2009 yad di Manggala Wanabakti, Jakarta. Tentunya ini bisa dijadikan bhn studi banding bagi anda ‘pemuja’ Bart Ehrman yg begitu agnostic. Apalagi Bock benar2 ’sekaliber’ dengan Ehrman, tp dari sisi yg berlawanan.

  13. 13

    hehe…tengkiyu bang fredy…

    emang mas yesus manusia gak nongol2 nih…..lagi ketiduran apa ya?
    kita juga nunggu jawaban yesusmanusia bangun….

    saya emang gak jawab sampeyan kok. saya pengin tanya sampeyan….
    makanya, di awal saya tulis: “buat bang fredy”.

  14. 14
    Joel Says:

    Teman2 kekasih

    apa bila kita membahas satu topik, maka kita harus mengerti terlebih dahulu topik tersebut, setelah kita mengerti, baru kita perlebar dan kita nilai topik tersebut dengan netral. saya akan coba menjelaskan Injil itu apa, dan original injil itu apa.

    Ijil adalah kabar baik, mengapa disebut kabar baik ? karena injil merupakan kabar keselamatan. mengapa manusia perlu selamat ? karena manusia telah jatuh kedalam dosa. kapan kabar keselamatan itu pertama sekali di kumandangkan menurut Alkitab ? ketika adam dan hawa jatu ke dalam dosa di taman eden.

    jadi Injil itu ditulis bukan saat Yeus Kristus datang, tetapi jauh sebelum Ia datang, yaitu sejak awal penciptaan dunia ini.

    Injil tidak pernah berubah dari dulu hingga selama-lamanya.

    kalau ada saudara yang ingin belajar Injil secara sungguh-sungguh dan ingin mendengar kabar keselamatan itu secara bersungguh-sungguh, saya dapat membagikannya.

    telepon saya di 0812 88 34 888 5 atau email saya: sibjoe@yahoo.com

    salam

  15. 15
    Allah YHWH Says:

    Saya ingin memberikan comment.

    terimakasih sudah mau memberikan comment

    Pertama :

    Saya tuntut konsistensi prinsip pemakaian logika dari pribadi pemilik blog ini. Pemilik blog ini sering sekali menganjurkan memakai logika (anti-penjelasan imani), tetapi penulis sendiri juga mengaku 100% masih mempercayai Tuhan yang sudah diproses di logikanya (sang pencipta yang bukan manusia).


    Rasanya saya cukup konsisten untuk menggunakan logika. Saya memahami ada Tuhan karena menggunakan logika. Saya memahami bahwa Tuhan itu bukan manusia juga karena logika

    Bagi saya, itu pun sudah sangat tidak konsisten, dan mempercayai kepada Tuhan yang tidak nampak pun sudah diluar logika manusia yang sangat dijunjung oleh penulis/pemilik blog ini.

    Menggunakan logika itu jauh lebih luas daripada menggunakan penglihatan.. Apakah kamu tidak pernah mengetahui / meyakini sesuatu yang tidak terlihat tetapi secara logika ada?

    Membiarkan keterbatasan otak kita untuk tidak mendefinisikan bentuk atau jenis Tuhan adalah jauh lebih logis dari pada memaksakan diri untuk mendefinisikan bentuk Tuhan seperti manusia atau apapun yang ada di alam semesta ini.

    Jadi saya tangkap ketidak konsistenan dalam cara berpikir secara logikanya. Sebaiknya anda memakai 100% logika manusia saja, (mungkin dengan tidak mempercayai adanya Tuhan – itu lebih tegas).

    Saya ulangi lagi bahwa saya percaya ada Tuhan itu karena menggunakan logika..

    Karena memperdebatkan dasar agama / kepercayaan apapun adalah tidaklah masuk logika kita sebagai manusia yang secara fisik materi masih hidup di bumi.

    Menurut saya, inti / dasar dari agama adalah tentang pemahaman ketuhanannya. Sebetulnya saya tidak terlalu tertarik untuk berargumen cara2 ritualnya sebelum saya meyakini dulu kelogisan pemahaman ketuhanannya.

    Jika kita bisa terima pemahaman ketuhanannya, maka kita akan lebih mudah menerima ajaran2 nya dan ritual2 nya.

    Saya menuntut kekonsistenan anda. Mungkin yang lain juga berpikir hal yang sama ini terhadap anda.

    Saya pikir, saya sudah cukup konsisten. Anda memandang saya tidak konsisten karena tidak memahami bahwa meyakini keberadaan Tuhan itu bisa didapat dari logika..

    Kenapa kok anda bisa seperti itu, karena selama ini anda memang sudah biasa diajarkan bahwa ada dikotomi antara agama dan logika. Konsep ketuhanan yang Anda terima memang tidak bisa difahami dengan akal. Akibatnya, anda menyimpulkan bahwa kalau ada orang yang masih meyakini keberadaan Tuhan adalah orang yang tidak menggunakan logika.

    Banyak orang sekarang yang tidak beragama tetapi meyakini keberadaan Tuhan kok.. Arti atheis secara luas juga mencakup orang2 seperti itu.

    Coba baca postingan ini “Renungan Pergantian Tahun 2008 ke 2009 & Resolusi 2009″
    Hampir sama dengan tema artikel tersebut, logika saya bilang bahwa alam semesta ini tidak ada secara kebetulan tetapi karena ada yang menciptakan! Itulah kenapa saya meyakini keberadaan Tuhan dan sekaligus merasa janggal kalau Tuhan sang pencipta alam harus repot2 jadi manusia untuk menebus dosa umat manusia.

    Yang kedua:

    Sebagaimana yg ditulis oleh pemilik blog ini yaitu saya kutip sbb :

    ————
    “Saya juga ngerti bahwa Injil banyak menggunakan kiasan. Makanya kamu harus memahami bahwa Yohanes 1:1 (Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.) itu adalah kiasan. Bukan maksudnya Firman itu sama dengan Allah atau sebaliknya.

    Ini ide dari rekan Ban Shalom (atau siapapun Anda) di komentar sebelum komentar kamu:

    Coba kita ganti kata Firman dengan Monyet dan kita ganti kata Allah dengan saya, supaya kamu tahu kalau itu cuma kiasan aja:
    “Pada mulanya adalah MONYET; MONYET itu bersama-sama dengan SAYA dan MONYET itu adalah SAYA” “.
    ————-

    Menurut saya, dari komentar penulis blog ini terhadap kalimat tsb (yang mana diambil dari Alkitab/Injil) sangat tidak menunjukkan analisa yang baik dari pemilik/penulis blog ini.
    Anda mengomentari ayat kalimat tsb adalah sebagai suatu “kiasan”. Memang benar, namun saya pikir kiasan tsb tidak ada yang aneh, sejauh saya menggunakan caa pikir polos.

    akan terasa aneh kalau pakai cara pikir polos. Tapi akan terasa masuk akal kalau pakai cara pikir yang sudah bercampur iman.

    Pada mulanya adalah Firman;
    Firman itu bersama-sama dengan Allah
    dan Firman itu adalah Allah.

    Pada saat “Pada mulanya adalah Firman”, pertanyaannya apakah Firman itu benar2 sama dengan Allah ?
    Kalau Firman itu adalah Allah, maka ayat kedua “Firman itu bersama-sama dengan Allah” itu adalah ayat yang gak perlu ada. Dan kita tidak perlu menjadikan Firman dan Allah itu menjadi 2 hal yang berbeda.

    Atau gini, Kalau memang Firman itu memang bukan Allah, maka ayat ketiga menjadi tidak tepat. Mungkin akan lebih wajar menjadi Firman dan Allah itu adalah Tuhan.

    Nah perumpamaan dari komentator Ban Shalom adalah cara ekstrim untuk mengetahui ketidakwajaran logika dari ayat tersebut.

    Saya coba dengan contoh lain:

    Pada mulanya adalah Perkataan;
    Perkataan itu bersama-sama dengan Allah
    dan Perkataan itu adalah Allah.

    Pada mulanya adalah Mulut;
    Mulut itu bersama-sama dengan Allah
    dan Mulut itu adalah Allah.

    dst..

    Terhadap kalimat (ayat) dalam alkitab “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah”, itu kan adalah suatu PERNYATAAN yang dimaksudkan sebagai dasar dari si pembuat kalimat pernyataan tersebut. Tapi dengan penulis menganalogikan dengan perTANYAan untuk menguji hubungan antar kata di dalam kalimat tsb, maka menurut saya, penulis sudah salah (geblek..nih!).

    :) saya geblek ya..
    Kadang2 memang gitu. Anda yang sudah terbiasa dengan cara berfikir iman yang sudah baku akan terkaget2 baca cara befikir saya yang geblek.. Dengan cara geblek, saya berharap anda dapat memahami cara berfikir lain yang saya tawarkan. :)

    Tapi menurut saya, adalah tidak salah kalau saya menguji hubungan antar kata di dalam kalimat tersebut. Kenapa harus dianggap salah? apakah dilarang untuk mempertanyakan hubungan 2 kalimat tersebut? apa dasarnya?

    Kata-kata dalam kalimat tsb yang memang tadinya menunjukkan dua hal atau pengertian yang terpisah, lalu memang dikonklusikan demikian di dalam akhir kalimatnya oleh si pembuat pernyataan!


    Saya faham soal itu, tapi apakah saya tidak boleh bertanya untuk menguji kebenaran hubungan kalimat2 tersebut?

    Nah, cara berfikir saya yang geblek itu ingin menunjukkan bahwa betapa konklusi itu amat sangat maksain banget. Mungkin lebih tepat kalau dibilang bahwa penulis kalimat itu telah melakukan abuse terhadap logika.

    Menurut saya kalimat pertama dan kedua itu lebih dari sekedar “dua hal atau pengertian yang terpisah” tapi benar-benar dua kalimat yang tidak bisa digabungkan! Itu seperti 2 rel KA yang selalu memiliki jarak.

    Saya fikir, 3 kalimat ajaib itu dibuat berdasarkan filsafat / cara berfikir tertentu.. yang dengan mudahnya maksain untuk menghubungkan 2 kalimat yang substansinya berbeda itu menjadi satu kesatuan.

    Jangan berlebih2-an dalam berfilsafat.. Dengan filsafat, apapun akan bisa kita bikin menjadi benar! Saya tidak bermaksud bilang kalau filsafat itu tidak baik. Tetapi kita butuh common sense ketika “membolak-balikkan kata / ide / fikiran”

    Bahwa lalu objectnya -oleh penulis yang lain- diganti dengan “monyet dan saya”, kemudian disimpulkan dengan pertanyaan balik bahwa apakah monyet adalah saya??”, itupun menjadi aneh, iseng, dan terkesan hanya ingin membingungkan para pembaca blog ini. Sebaiknya kita semua hati-hati dalam blogging.


    Lo kan gak ada salahnya menguji kebenaran pernyataan tersebut? Mungkin karena selama ini Anda sudah dibiasakan dengan pemahaman bahwa begitulah Yohanes 1:1 dan tidak perlu diotak-atik maka Anda menganggap tindakan saya yang mempertanyakan hubungan kalimat tersebut itu adalah aneh, iseng, dan terkesan membingungkan pembaca.

    Kalau memang begitu, ya saya mohon maaf kalau saya harus bilang bahwa tidak ada salahnya kok menguji Yohannes 1:1. Bagaimana saya bisa meyakininya kebenaran Yohanes 1:1 kalau saya belum mengujinya.

    Coba baca postingan ini “But What About John 1:1?”

    Jelas-jelas bahwa kalimat tsb untuk menjelaskan konklusi kalimat dengan langsung/tegas bahwa “dan Firman itu adalah Allah”. Sekali lagi pakai logika pikiran yang “polos” dong ! supaya fair dan agar supaya pemilik/penulis blog ini terkesan tidak bertujuan menyesatkan.
    Bukankah begitu?


    Apakah karena konklusi kalimatnya itu langsung dan tegas maka otomatis konklusinya itu adalah benar ?

    Kalau Anda menerima logika dari Yohannes 1:1 berarti anda orang yang polos karena tidak menggunakan logika Anda. Bukan karena Anda sudah menggunakan logika polos, beda kan?

    Kalau Anda mau menggunakan logika polos, maka mulailah bertanya ini dan itu..

    Kalau soal kesan, setiap orang itu bisa berbeda2 kesannya terhadap blog ini. gak masalah kok!

    Kalimat itu memang diucapkan bernada konklusi bukan? pernyataan bukan? logika polos siapapun (asal masih polos) akan menangkap maksud dari kalimat tsb adalah pernyataan konklusi ( kecuali pemilik blog ini memang suka iseng dan gak mau kalah terus ).

    Memang kalimat ketiga itu adalah konklusi, tetapi konklusi yang tidak masuk akal.. Kalau mau menggunakan logika polos, mulailah bertanya ini dan itu.. Kalau belum dan apalagi tidak mau bertanya ini dan itu, maka Anda termasuk orang yang polos.

    Jelas-jelas ada kata “DAN” dan “ADALAH” yang dimaksudkan sebagai suatu pernyataan! “DAN” menunjukkan sambungan rangkaian kalimat sebelumnya, dan “ADALAH” menunjukkan konklusi pernyataannya atau maksudnya.
    Kecuali tidak ada kedua kata tsb di dalamnya. Jadi dalam kalimat tersbut memang dinyatakan bahwa “DAN Firman itu ADALAH Allah” atau “DAN monyet itu ADALAH saya”.
    Misalnyanya : penulis ingin sekali menyatakan bahwa “Pada mulanya adalah Mulutku; Mulutku itu bersama-sama dengan Saya dan Mulutku itu adalah Saya”.
    Lalu bisakah orang lain memakai cara berpikir untuk membalik perNYATAan penulis tsb dgn memberikan TANDA TANYA “Bagaimana mungkin Mulutku/Blogku adalah Saya??”. Lha wong itu kan pernyataan / menyatakan sesuatu, apalagi sifat kalimatnya tegas.

    Ya boleh2 aja lah kita bertanya “Bagaimana mungkin Mulutku/Blogku adalah Saya??” Kan kita mau menguji kebenaran suatu pernyataan! Siapa yang melarang?

    Justru aneh, kalau kita menerima suatu pernyataan dan konklusi tanpa mengujinya sama sekali.

    Saya jadi tertarik untuk bertanya, atas dasar apa sehingga kita tidak boleh mempertanyakan suatu pernyataan ataupun konklusi ?

    Dari hal mengomentari hal tsb diatas, sepertinya perlu saya pertanyakan cara pikir dan logika dari pemilik/penulis blog ini dalam menulis maupun memberikan komentar atas posting orang lain dalam blog ini. Termasuk dalam memberikan komentar pada tema posting yang lainnya.


    Ya pantes aja kalau anda mempertanyakan cara pikir dan logika saya.. La wong Anda biasa menerima pernyataan dan konklusi tanpa melakukan pengujian ?

    Kalau Anda mau menggunakan logika polos, maka mulailah bertanya ini dan itu.. Oke?

    Bagaimana mungkin anda menyuruh orang lain memakai logika yang polos, namun anda sendiri tidak membaca sesuatu dengan kepolosan logika?

    Yang Anda maksud kepolosan logika itu apa? dengan tidak melakukan pengujian? kalau itu bukan logika polos, tapi orang yang polos.. yang gampang menerima pernyataan2 dan konklusi tanpa melakukan pengujian lebih dulu!

    Logika polos itu adalah mencoba memahami sesuatu dengan pertanyaan2 tentang ini dan itu.. dan bahkan seringkali dimulai dengan pertanyaan2 yang terlihat sederhana tetapi sangat fundamental..

    Paham? Kritik ini bertujuan agar blog ini tidak terkesan kacangan.

    Paham Jendral!.. tapi sorry Bos, saya nulis di blog ini gak pernah mikirin kacangan atau tidak kacangan.. Biasalah kalau ada yang bilang kacangan dan biasa juga kalo ada yg bilang tidak kacangan..

    GBU!

  16. 16
    freddy sutanto Says:

    hmm..

    Apa kabar niy..

    trs terang setelah sy membaca blog ini dgn sgala postingannya dr awal sampai akhir, 80% adalah ‘pemujaan’ thdp Bart Ehrman, sang agnostik itu.

    80% ya? wah gak tau tuh cara ngitungnya..

    Sy anjurkan pengunjung blog ini membaca buku ‘Mendongkel Yesus dari TakhtaNya’ karangan Darrell Bock (Gremedia, 2009)..

    Saya juga dah punya kok..

    Ga perlu dijelasin di sini, tp jelas isinya ‘menghajar habis’ semua teori Ehrman di Misquoting Jesus (MJ) yg dipuja habis penulis blog ini tentang kesalahan Injil yg katanya sdh tdk asli (bab.1, Klaim Pertama).

    wah teori Ehrman di smack down ya? Kalau saya baca bukunya, gak juga tuh! apa lagi kalau Ehrman dah ngerespon lagi lewat bukunya.. :)

    Bock menjwb pula kpd publik Indonesia lwt seminar ‘Christianity vs Jesusanity’ 14 Maret yg lalu di Manggala Wanabakti, Jkt.

    iya rame banget tuh seminar…

    Satu hal menarik dr chapter itu, Bart diajar di Princeton Seminary oleh guru/ mentor yg sangat dihormatinya, Dr. Bruce Metzger.
    Sekedar informasi, Metzger adalh ahli kitab perjanjian baru yg paling terkemuka di abad-20 ini. Kita bisa bayangkan, Ehrman yg kita kenal lewat buku MJ aja kita pikir udah pintar banget, apalagi mentornya..

    :) kebenaran tidak diukur dari pinternya orang yang menyatakannya kok.. kan gak semua orang pinter itu benar..

    Tapi, Metzger mengatakan justru dgn mempelajari kritik naskah itu Imannya kepada Yesus dan Kekristenan semakin bertumbuh.

    Nah ini baru berita bagus! masalahnya bagaimana caranya orang awam itu bisa “mendamaikan” hasil kritik naskah dengan iman.. Itu adalah yang mas Fred harus lakukan..

    Masalahnya kemudian tidak bisa langsung dianggap selesai hanya karena Metzger itu adalah guru Ehrman dan iman Metzger itu bertambah karena kritik naskah.. Jangan Anda ‘menyuruh’ orang berhenti berfikir hanya karena Ehrman itu muridnya Metzger..

    Coba jelaskan dengan detil issue per issue.. email postingan setiap issue ke yesus.manusia@gmail.com, nanti saya postingkan.. Atau kalau tidak, nanti saya postingkan dari sudut pandang saya aja..

    Lagipula, seperti di dunia kang auw, Ehrman belajar tidak hanya ke Metzger dan Ehrman juga sudah sampai ke tahapan ilmuwan yang mandiri.. Itu sama aja Mas Freddy langsung dianggap berada dibawah guru sekolahnya.. Belum tentu kan? karena mas Freddy juga sudah berkembang.. Begitu juga Ehrman..

    Jadi, intinya mari kita diskusikan issue nya!

    So ngapain repot2? Injil kanonik jelas dapat diandalkan dan dapat dipercaya.

    Wah kalau ini sih mirip bahasanya tukang jual obat! diskusikan dong detil issue nya

    Blog ini dan semua postingan lainnya bagi saya adalah ‘Jesusanity’, meminjam istilah Bock bagi orang2 yg hny melihat Kristus dari kemanusianNya saja.

    :) .. iya boleh2 aja kok..

    Jujur saja, setelah melihat blog2 ini dan postingannya, sy bbrp bulan ini mencari jwban tentang bukti2 sejarah Kristus. Benar2 hanya mencari fakta dan data. Saya menguji apakah yg selama ini saya percaya itu valid atau tidak. Apakah dia hnya manusia biasa saja ttp memiliki pengajaran yg luar biasa, atau hanya diTuhankan oleh bapa2 gereja Orthodox?

    Wah salut nih kerja kerasnya!

    Jawabannya ada di buku ‘The New Evidence that Demands a Verdict’ karya Josh McDowell (Thomas Nelson, 1999) dan ‘Evidence of Christianity’ dari org yg sama (Thomas Nelson, 2006).
    Sayang tdk ada terjemahannya, ttp dr isinya nyata sy baca bhw Kekristenan bukanlah dongeng, keTuhanan Kristus bukanlah rekayasa konsili Nicea, dan Injil kanonik bukanlah Injil palsu.

    Wah mesti kasih tau penerbit2.. pasarnya bagus nih :)
    Mana bisa saya percaya “bhw Kekristenan bukanlah dongeng, keTuhanan Kristus bukanlah rekayasa konsili Nicea, dan Injil kanonik bukanlah Injil palsu.” kalau belum baca detil isinya..

    Josh jelas menunjukkan fakta logis dan historis tentang Kristus. Semua benar2 berisi fakta akademis Kekristenan. Saya anjurkan tiap pihak yg meragukan Kekristenan membaca buku ini.

    Ada juga buku ‘Against Heresies’ dari Irenaeus. Sy untung smpt pinjam di salah satu teman saya yg seorang pendeta. Buku ini ditulis oleh salah satu bapa gereja abad ke-2. Isinya melawan bidat2 yga beredar pd masa itu, yg somehow masa kini ngetrend lagi, dgn munculnya Injil Yudas, Da Vinci Code, Injil Maria Magdalena, dan Injil2 Gnostik lain.


    Istilah bidat itu memang ditujukan untuk orang lain bukan untuk diri sendiri. Saya juga bisa bilang bahwa trinitas itu adalah bidat kok..
    Kalau Paulus menyampaikan Injil (kabar baik) kepada bangsa lain seperti yang diakuinya berasal dari perintah PENAMPAKKAN YESUS, maka ada dong rasul yang menyampaikan injil kepada bangsa yahudi..

    Kis. 22:21 Tetapi kata Tuhan kepadaku: Pergilah, sebab Aku akan mengutus engkau jauh dari sini kepada bangsa-bangsa lain.”??
    [Tentang: PENAMPAKKAN YESUS yang memerintahkan Paulus untuk pergi ke bangsa-bangsa yang lain]

    Kis. 11:4 Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.
    [Tentang: adanya Injil yang lain]

    Kis. 11:5 Tetapi menurut pendapatku sedikitpun aku tidak kurang dari pada rasul-rasul yang tak ada taranya itu.
    [Tentang: Paulus yang tidak mau kalah dari 12 rasul yang juga menyampaikan injil]

    Mat. 10:5 Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,
    [Tentang: perintah Yesus (bukan penampakkannya lho! tapi Yesus yang masih hidup) kepada 12 rasul untuk menyampaikan injil hanya ke orang yahudi saja]

    Muncul 1 pertanyaan, mshkah kita mengikuti Jesusanity dalam blog2 ini atau Christianity yg apostolic? Jawabannya terserah anda.

    Hanya orang polos lah yang langsung menjawab ya atau tidak hanya gara2 pertanyaan mas Freddy..
    Hanya orang-orang yang berlogika polos aja lah yang mau menyelidiki dulu issue2 detilnya..

    God Bless You
    To God To Be The Glory

  17. 17
    freddy sutanto Says:

    Jesus Interrupted (JI), maksudnya? Setali 3 uang tuh dgn MJ..:-) Dan sdh di ‘interupsi’ balik oleh Dr. Bock wktu seminar 14 Maret mgnai isu kebangkitan Kristus.

    :) saya males komentar kalo mas freddy gak ngomongin detilnya.. silahkan aja menyampaikan kesimpulan2 pribadi.. gak apa-apa kok..

    Lagi2 anda hanya mencomot2 satu ayat saja..Ha3, sy pernah posting di blog Passion of The Christ kalo ga salah, di situ ada pendapat saya mengenai ini. Intinya, semua penafsiran anda lemah, dan tentu saja tdk dapat menggoyahkan Kekristenan yg sdh berdiri berabad2..

    Soal comot ayat:

    Gak selalu bisa disimpulkan bahwa mencomot beberapa ayat dalam situasi diskusi itu artinya lemah.. dan sah2 aja kok dalam berdiskusi kita mencomot beberapa ayat aja.. yang masalah adalah kalau ada beberapa ayat lain yang tidak dicomot itu ternyata bisa menjelaskan ayat2 yang kita comot.

    Jadi, kalau mas Freddy mau serius berdiskusi silahkan utarakan aja ayat2 yang tidak saya comot tapi bisa membantu menjelaskan kepada saya bahwa penafsiran saya tidak tepat karena tidak mencomot ayat2 lainnya yaitu bla bla bla..

    Kecuali kalau mas Freddy emang gak mau serius berdiskusi, dan senengnya cuma menyimpulkan2 aja.. terserah aja..

    Soal menggoyahkan kekristenan yg sdh berdiri berabad-abad

    Saya sudah pernah posting kalau hanya orang gila aja yang bercita2 BISA menggoyahkan kekristenan.. atau bahkan agama lain yang jumlah penganutnya lebih sedikit.. Jadi tenang aja, saya gak segila itu kok dan saya gak bakal punya kemampuan untuk seperti itu kok..

    Dan walaupun gak percaya, saya harus bilang lagi saya gak punya niat seperti itu.. santai aja kalau ada orang yang berbeda pendapat.. :)

    Lagi pula pede aja mas, wong sudah berabad2 kok kan sudah tahan uji.. gak bakalan deh tergoyahkan..

    Mari kita bandingkan, apakah eksplorasi Ehrman dgn kritik naskahnya dpt menandingi kesaksian bapa2 gereja awal seperti : Ignatius dari Antioch, Polykarpus, Irenaeus, dll ttg Yesus Kristus? Sya rasa tidak..

    Saya pikir mau bener2 dibandingkan topik per topik kok langsung disimpulkan ? kok menyimpulkannya pakai perasaan ?

    Sepandai2nya Ehrman mengritik Injil, dia tdk hidup di jaman yg berdekatan dgn Kristus seperti bapa2 gereja yg sy sebutkan tadi. Saya bandingkan kq Against Heresies dgn MJ ato JI (sayg JI blm diterjemahkan) juga jauh bedanya.

    Sedeket2nya Bapa2 gereja itu berapa tahun mas ? bisa seratusan tahun.. gak ada gunanya Mas, kecuali kalo dia kenal Yesus baru berarti

    Postingin aja detil beda antara Against Heresies dengan MJ atau JI mas.. gak usah panik seperti itu.. kalau memang benar, pede aja lah.. gitu aja kok repot..

    Kan berguna juga buat pembaca2 yang lain.. jangan cuma kesimpulan2 pribadi yang gak jelas rujukan detilnya..

    Apa buktinya jika anda katakan ajaran Paulus adalah bidat?


    Saya copas dari jawaban saya sebelumnya.. mudah2an sekarang jadi nyambung..

    Kis. 22:21 Tetapi kata Tuhan kepadaku: Pergilah, sebab Aku akan mengutus engkau jauh dari sini kepada bangsa-bangsa lain.”??
    [Tentang: PENAMPAKKAN YESUS yang memerintahkan Paulus untuk pergi ke bangsa-bangsa yang lain]

    Kis. 11:4 Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.
    [Tentang: adanya Injil yang lain]

    Kis. 11:5 Tetapi menurut pendapatku sedikitpun aku tidak kurang dari pada rasul-rasul yang tak ada taranya itu.
    [Tentang: Paulus yang tidak mau kalah dari 12 rasul yang juga menyampaikan injil]

    Mat. 10:5 Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,
    [Tentang: perintah Yesus (bukan penampakkannya lho! tapi Yesus yang masih hidup) kepada 12 rasul untuk menyampaikan injil hanya ke orang yahudi saja]

    Kredo Kekristenan disusun bukan hanya dari kesaksian Paulus, tp yg utama adalah pengakuan Petrus tentng siapa Yesus (Mat 9 : 18-27)

    Bisa dijelaskan pengakuan Petrus tentang siapa Yesus di Mat 9 : 18-27 ?

    Apapun ayat2 yg anda comot, itu tak bisa mengubah fakta sejarah bahwa Yesus Kristus itu pernah lahir, mati, bangkit dan naik ke surga sebagai satu2 nya Pribadi yg unik dan kehidupanNya menjadi kredo Kekristenan hingga saat ini.

    Jangan disatuin begitu.. Kan saya percaya kalau Yesus Kristus pernah lahir dan mati..
    Kalau soal ‘bangkit’ bisa diargumentasikan, kalau soal ‘naik ke surga’ itu urusan yakin dan gak yakin alias gak masalah kok..

    Silakan anda sampaikan detil2 penyangkalan, tapi fakta sejarah tak dpt anda ubah.


    Makasih makasih :)
    Kalau menurut mas Freddy “fakta sejarah tidak dpt anda ubah”, ya udah santai2 aja Mas..

    Satu lagi, jangan sebutkan nama Tuhan dgn sia2 mas, apalagi hanya untuk membela ‘gnosis’ anda yg salah kaprah..:-)

    Wah jangan melarang seperti itu Mas.. Ini kan Tuhan yang saya yakini yaitu Tuhan yang bukan manusia, Tuhan yang disembah Yesus juga, jadi ya gak sia-sia dong! :)

    God Bless You
    To God to be the Glory

    PS. Maksud God disini adalah Tuhan yang bukan manusia

  18. 18
    baratuktak Says:

    bagus lah klo injil dianggap ga asli lagi…

    Bukan cuma dianggap gak asli tapi memang gak asli lho!

    Kalau lihat fakta sejarah penulisan dan penyalinannya, saya gak bilang bahwa saya gak bisa percaya Injil 100% tapi saya juga gak bisa bilang bahwa saya bisa percaya Injil 100%

    klo ga,,ga mungkin ada tulisan di blog ini,,,
    hehehehehe…

    btul juga.. dan gak bakalan ada komentar kamu

    *ga ada yang mustahil bagi Tuhan*

    Menurut kamu mungkin gak suatu saat Tuhan bunuh diri ? kan *ga ada yang mustahil bagi Tuhan*..
    Gimana ?

    Gak bisa semua kemustahilan itu bisa diimani hanya karena Tuhan maha kuasa..

  19. 19
    neetha Says:

    pikiran manusia tidak akan sanggup mencerna “Tuhan”, siapakah Tuhan itu, diciptakan oleh apa, bla bla bla.. karena keterbatasan sebagai manusia.

    Dalam hal memikirkan bagaimana bentuk Tuhan, saya sangat setuju kalau manusia tidak akan pernah bisa mengetahui bagaimana bentuk Tuhan yang sebenarnya..

    Menentukan siapa Tuhan, bisa dilakukan dengan cara mencari tahu sifat2 dan karakteristik Nya. Misal, Tuhan itu pastilah Maha Kuasa karena alam semesta yang luar biasa ini hanya diciptakan oleh Tuhan yang Maha Kuasa..

    Pikiran manusia itu seperti lubang kecil, sementara firman Tuhan seperti air dilautan. Lubang kecil itu tidak sanggup menampung air dilautan itu khan? hanya dengan iman kamu bisa melihat sesungguhnya kebenaran Yesus.

    Keterbatasan pikiran manusia adalah dalam hal mencari tahu bentuk dan jenis Tuhan. Kalau kamu mengkaitkan pikiran manusai dengan firman Tuhan, itu pendapat yang sudah didasari oleh iman.

    Saya yakin Yesus itu bukan Tuhan.. karena semua ciri2, sifat dan karakteristik manusia ada pada Yesus. Gak ada sama sekali ciri2,sifat dan karakteristik Tuhan pada Yesus. Yesus itu manusia yang lahir dari rahim seorang manusia, berwujud bayi manusia, menangis, pup, lapar, dan seterusnya hingga akhirnya meninggal.

    Untuk meyakini segala sesuatu, kita harus menggunakan sekaligus perasaan dan pikiran yang jernih.. termasuk dalam pencarian Tuhan.

    Yesus mengajarkan Kasih. Kenapa kamu mencari kebenaran akan injil? asli ataulah tidak, injil mengajarkan kita manusia untuk tidak berbuat jahat bukan?

    Yang mengajarkan kasih itu banyak. Budha dan avatar2 lainnya juga mengajarkan kasih. Saya sama sekali tidak mempermasalahkan ajaran kasih dari Yesus kok. Yang didiskusikan di blog ini adalah masalah ketidaklogisan menuhankan seorang manusia…

    Berdiskusi dan menyatakan pendapat walaupun berbeda adalah bukan perbuatan jahat. Kecuali kalau saya menggunakan kata2 cacian dalam diskusi.

    sekarang saya tanya kamu d, anggaplah injil itu palsu, apakah kamu bisa membuktikan yesus itu palsu?

    Saya tidak pernah menyatakan bahwa Yesus itu palsu! saya cuma menyatakan bahwa Yesus itu adalah manusia, bukannya Tuhan.

    injil bukan kitab untuk orang kristen, tp injil untuk semua manusia yg percaya dengan Yesus.

    Pada saat setelah Yesus wafat, ada banyak kabar baik (Injil) yang disampaikan ke masyarakat. Termasuk Injil yang disampaikan oleh 12 rasul kepada orang-orang Yahudi serta berbagai Injil yang disampaikan kepada orang non yahudi oleh Paulus dan orang2 lainnya.

    Coba baca ini:
    Setelah Yesus wafat, siapa aja sih yang menyebarkan ajaran ‘kekristenan’ ? siapa yang bidat ?
    Kisah Paulus: Paulus dan Pemilu…

    Sekedar mengingatkan, Yesus satu”nya manusia yg lahir dr seorang perawan. Ini mukzizat nyata. kalo kamu tanya saya apakah saya punya buktinya? saya hanya akan menjawab kamu dengan 1 kata ajah. Iman!

    Saya tidak mempermasalahkan apakah Yesus itu lahir dari seorang perawan atau tidak.
    Saya cuma bilang bahwa Yesus itu bukan Tuhan tetapi manusia biasa. Salah satu cirinya adalah berbentuk bayi manusia yang lahir dari seorang manusia (terserah perawan atau bukan)

    Saya percaya Yesus, dengan iman saya. Bukan dengan segala bukti yg hrs saya cari.

    Silahkan aja gak masalah kok..
    Kalau saya hanya akan beriman pada Tuhan yang bisa difahami secara logis yaitu sesuatu yang memang pantas dianggap sebagai Tuhan, bukan tuhan-tuhan an..

    Apakah injil palsu atau asli? sama dengan pertanyaan saya ini ke kamu, apakah kamu tau Tuhan kamu, Allah kamu? manusia diciptakan oleh Tuhan / Allah.

    Lalu siapakah yg menciptakan Allah? apakah kamu bisa menjawab saya?


    Ada banyak pertanyaan yang tidak mungkin dijawab oleh akal manusia tentang ciri2, bentuk dan karakteristik Tuhan. termasuk pertanyaan tentang siapakah yang menciptakan Allah, apakah Allah punya keinginan untuk bunuh diri ? apakah Allah punya nafsu seksual ? apakah Allah itu butuh makan dan minum ? apakah Allah itu bisa berubah jenis menjadi jenis manusia ? apakah Allah itu bisa berubah jenis menjadi jenis binatang ? apakah Allah itu bisa berubah jenis menjadi jenis tumbuhan ? apakah Allah itu bisa berubah jenis menjadi jenis planet ? apakah Allah itu bisa berubah jenis menjadi jenis tumbuhan ? apakah Allah itu bisa berubah jenis menjadi jenis matahari ? apakah Allah itu bisa berubah jenis menjadi jenis bulan ?

    Nah saya tidak mau mengimani pada salah satu jawaban dari pertanyaan2 diatas yang memang sudah diluar kemampuan otak manusia. Jawaban atas pertanyaan diatas pasti hanyalah spekulasi tanpa ada landasan logika yang kuat.

    Kita tidak bisa menjawab bahwa Allah pasti bisa melakukan tindakan bunuh diri, berubah jenis jadi matahari, berubah jenis jadi jenis manusia atau apa saja karena Allah Maha Kuasa. Itu hanya spekulasi aja.

    Main langsung percaya terhadap hal2 yang diluar akal adalah tindakan yang sangat tidak logis.

    atau mungkin kamu tidak percaya dengan Tuhan ya?

    Kelihatannya kamu belum baca banyak postingan dan jawaban saya atas komentar2 pengunjung sehingga kamu berprasangka bahwa saya tidak percaya Tuhan.. Coba baca2 lagi deh..

  20. 20
    neetha Says:

    lebi gampangnya ajah ya mas, saya menyakini Yesus satu dengan Allah.

    Ya tidak apa2 kok kalau meyakini Yesus itu satu dengan Allah. Itu kan pilihan masing2.

    Ibaratnya badan manusia, Yesus itu tangannya Allah. khan bagian dr Allah juga toh? jadi kalau saya percaya Yesus, artinya saya percaya Allah juga toh?

    Saya sudah luama sekali mendengar berbagai perumpamaan untuk menjelaskan hubungan Allah dengan Yesus. Tapi, tidak ada yang benar2 bisa menjelaskan hubungan keduanya kok!

    Coba kita diskusikan perumpamaan kamu ini. Pertanyaan saya mudah saja. Apakah tangan Allah itu sama dengan Allah ? Apakah tangan kamu sama dengan kamu ?

    Coba postingin perumpamaan lainnya deh..

    Allah mengirimkan dirinya ke dunia ini sebagai sesosok manusia supaya Dia bisa lebih dekat dgn manusia. itulah Yesus.

    Kalau Tuhan ingin lebih dekat dengan manusia, Sekalian aja cegah supaya dulu Adam dan istrinya tidak harus turun ke bumi, biar Tuhan bisa selalu dekat dengan adam & istrinya beserta anak keturunannya..

    Kalau Tuhan mau menebus dosa turunan umat manusia, kan Tuhan tinggal bikin pengumuman: “Woi semua manusia, dengan ini Saya nyatakan bahwa dosa turunan yang harus kamu tanggung sudah saya hapuskan. Keputusan Saya ini berlaku untuk semua manusia yang sudah mati, yang sedang hidup dan yang akan lahir.”

    Lagi” kalo ditanya ada buktinya ga?? bukti ini bukti itu?? saya jawabnya saya percaya pakai Iman mas..

    Ya boleh2 aja kok langsung percaya tanpa dipikir.. Saya juga pakai iman kok, tapi iman saya tumbuh dari pemahaman yang logis.

    karena mas juga ga mungkin bisa buktikan Tuhan yang mas yakini yaitu “Tuhan yang bukan manusia itu”, yg mas percayai itu juga khan?? apakah ada yg pernah melihat?? apakah ada buktinya?? nah lho koq mas isa percaya?? apakah bukan karena Iman mas?? jd ga da bagus”nya khan cr bukti sana-i.. ????

    Tuhan yang saya sembah itu adalah Tuhan yang bukan manusia yaitu Tuhan yang disembah oleh Yesus. Atau lebih mudahnya bisa disamakan dengan Tuhan Bapa dalam keimanan tritunggal.

    Jadi, pertanyaan kamu tentang “Tuhan yang bukan manusia” bisa saya gunakan juga untuk bertanya kepada kamu “apakah ada ada yg pernah melihat Tuhan Bapa?? apakah ada buktinya?? nah lho koq mbak bisa percaya?? apakah bukan karena Iman mbak?? ”

    Kalau saya percaya akan adanya Tuhan karena melihat keteraturan alam semesta ini yang pasti tercipta dan berjalan bukan karena kebetulan tetapi karena ada yang mencipta. Itu adalah landasan logika saya kenapa saya percaya akan adanya Tuhan yaitu Tuhan Pencipta Alam..

    Jadi saya percaya Tuhan ! tapi tuhan yang bukan manusia.. yaitu Tuhan yang disembah oleh tuhan2 yang lain termasuk disembah juga oleh tuhan Yesus..

  21. 21
    neetha Says:

    Mas bilang : “Kalau saya percaya akan adanya Tuhan karena melihat keteraturan alam semesta ini yang pasti tercipta dan berjalan bukan karena kebetulan tetapi karena ada yang mencipta”

    Apakah saat alam semesta ini dibuat, mas menyaksikan langsung?? kalo ga, artinya ga da buktinya dunk?? Terus mas kok isa bilang ada yg mencipta??? atas dasar apa?? Cuma mungkin?? Feeling??? Terus kok mas bisa sangat meyakini hal ini???
    apakah ini yang maksudnya pemahaman yg logis??

    Bukankah mas bilang “Main langsung percaya terhadap hal2 yang diluar akal adalah tindakan yang sangat tidak logis”. Artinya mas juga ga logis dunk?

    Mas berpegang seperti manusia adanya, rumah ada karena diciptakan. Ini itu ada karena ada yg buat. Selagi itu bisa dilihat, ada bukti dan dasar yang kuat, itu masuk akal. Tp kalo berbicara tanpa ada dasar n bukti itu juga tidak masuk akal khan? Ga logis dunk..

    kalo gitu saya juga bisa bilang dunk, menara eifell saya yang bangun ?? khan saya modal mulut ajah, cuma ngomong.. hehehe… sapa dunk yang percaya?? sangat” ga logis..

    kalo saya ga salah, agama budha meyakini bahwa manusia dan bumi ini tercipta dengan sendirinya ( tanpa ada yg menciptakannya ) terbentuk dengan sendirinya. Info ini saya terima dari teman saya yg beragama Budha.

    Jd bingung lagi dunk kalo terus dikaji, sapa si yg bisa menjawab semuanya?? Tuhan yang mas percaya itu adalah Tuhan yang bukan manusia. Setau saya tidak ada satupun manusia yg pernah melihat Tuhan bukan?? Tuhan yang mas yakini itu, Tuhan yang maha kuasa yg menciptakan alam semesta. Sangat maha kuasa sehingga bisa menciptakan alam semesta bukan? artinya bisa aja dunk kalo Tuhan itu sendiri mau berubah jadi manusia dalam sosok Yesus?? kenapa tidak?? kalo ditanya alasannya apa? Bukan kita dunk yang mengatur rencana Tuhan?? Ato mungkin kalo ditanya buktinya apa? Sama dengan mas juga yg ga bisa membuktikan Alam semesta ini Tuhan yg ciptakan.

    Point saya disini adalah, apapun yang masing” kita yakini, bukanlah untuk diperdebatkan, atau mencari kelemahan masing”. Tuhan yang mas yakini sama dengan yg saya yakini. Saya percaya Tuhan Allah maha kuasa ( walaupun saya tidak pernah melihat ).

    Saya tau Dia yang menciptakan alam semesta tanpa saya tau apakah yg saya yakini ini benar atau tidak karena saya ga pernah melihat terjadinya alam semesta ini seperti apa ( artinya saya percaya bukan hanya dengan sesuatu yg logis, tp saya percaya dengan Iman)

    Mungkin mas lupa keterbatasan kita manusia, atau mungkin mas lupa kalo Tuhan tidak akan pernah bisa kita pikirkan pakai logika kita manusia. Duhh mass.. wong kita kecil banget ga da apa”nya. Masa si iy otak kita ini sanggup mencerma Tuhan dengan logika kita?? ga mungkin dunk.. Ga kuat ne.. tar yg ada error jadinya gila.. ==”

    so mending kita ga ngurusin sejauh itu, karena tugas kita sebagai manusia adalah bagaimana supaya kita bisa menjadi manusia yg baik.

    Yesus satu dengan Allah. Kalo mas tanya saya apakah tangan saya = saya?? saya bisa bilang, tangan saya bekerja, bergerak, karena satu dengan diri saya. Saya mikir tangan saya kekiri, artinya tangan saya akan bergerak ke kiri. Tangan saya luka, saya merasakan sakit. Bukan tangan saya saja yang merasakan khan? tp saya secara keseluruhan merasakan sakit. Jd mas jawab ndiri ajah apakah tangan saya sama dengan saya atau tidak.

    Yesus bukan Tuhan karena dia manusia. Tuhan punya kuasa bisa jadikan apa saja, apalg cuma jadikan diriNya manusia, gampang bgd dunk?? so ga tertutup kemungkinan juga Tuhan menjelma jadi manusia dalam sosok Yesus khan?

    Cuma karena Yesus manusia bukan artinya Dia bukan Tuhan dunk?
    Satu2nya manusia yang bangkit dr antara orang mati, cuma Yesus.
    Satu2nya manusia yang lahir dari rahim seorang perawan cuma Yesus.

    Jadi kenapa mas ragu Yesus satu dengan Allah??? Sama seperti tangan saya dengan saya ndiri??? Apakah ada manusia “biasa” yang bisa hidup lg setelah mati?? apakah ada manusia biasa yang bisa lahir dr rahim seorang perawan??

    Anggaplah Ga da yg bisa membuktikan Yesus itu Tuhan, tp ga da juga khan yg bisa membuktikan Yesus itu bukan Tuhan hanya karena Dia manusia??

    Jadi ga usa dibahas lg dunk mas. Bolak-ik tar juga ngmg na itu” ajah. Yakini aja dengan Iman.
    oc oc.. GBU ^^v

  22. 22
    neetha Says:

    Tambahan Mas, menurut saya tidak perlu lg mencari apakah Yesus itu Allah, atau Yesus itu bukan Allah.

    gene ajah mas lebi gampangnya. Mas meyakini Allah dalam sosok Allah, sedangkan saya menyakini Allah dalam sosok Yesus.

    maksudnya gene, Saya tidak menduakan Dia, saya tidak mengkhianati Dia, saya hanya menyembah Dia satu, yakni Allah kita yg sama, Allah yg mas sembah adalah Allah yg saya sembah juga. Tp plusnya saya, saya bisa membayangkan Allah kita itu bukan dalam satu wujud yg tidak terlihat saja, tp saya juga bisa membayangkan Dia dalam wujud Yesus.

    Misalnya gene, saat saya berdoa, saya menyebut Allah Bapa di surga, atau kadang saya menyebut Tuhan Yesus, tp saya memikirkan satu sosok yg sama, satu zat yg sama, satu sifat yg sama, yaitu Allah ( maap, soalnya saya ga tau menyebut Allah itu zat, ato apa ya? soalnya ga berwujud khan? )
    Saat saya menyebut Allah, saya membayangkan seseorang, atau sesuatu yg saya tau Dia menginginkan saya dekat denganNya. Saya tau Dia berharap banyak sama saya supaya saya bisa hidup sesuai jalanNya. Saya tau Dia yg menciptakan saya. Begitu juga saat saya menyebut Tuhan Yesus, yg saya bayangkan bukan Yesus sebagai sosok manusia, bukan Yesus yg mas ceritakan sbg bayi, sebagai ank yg mau sekolah bla bla bla.. tp yg saya bayangkan adalah sesuatu / seseorang ( kita sebut saja seperti ini kiasannya ya..) yg menginginkan saya hidup dijalanNya sama seperti saat saya membayangkan Allah td.

    Jd apapun rupanya dalam bayangan pikiran saya ( kenapa Yesus? karena iman td ), hati ini tetap mencintai sesosok itu yaitu Allah. saya tidak melihat manusia sebagai Allah, tp saya melihat Allah berwujud manusia. Hanya Allah. Klopun saya menganggap Yesus itu Allah, artinya saya meyakini “Allah kita” itu yg berwujud manusia, bukan manusia yg berubah menjadi Allah. Karena tidak ada satupun manusia yg bisa menjadi Allah, karena Allah itu satu Allah yg esa.

    Jd artinya saya percaya Yesus itu adalah Allah, dalam arti Allah yg berwujud manusia. Bukan manusia yg berubah menjadi Allah.

    Kalo mas bertanya, kenapa kalian melihat Allah hanya dalam sosok Yesus, kenapa tidak dalam sosok nabi” yg lain? Karena dlm alkitab sudah dijelaskan dr awal kelahiranNya sampe kematianNya ( ini yg saya sebut iman tadi ).

    kalo mas bilang lg alkitab palsu, atau ditulis setelah wafat Yesus bla bla bla.. saya jawab mas simple ajah, saya ga perduli mas, mau alkitap itu palsu atau apalha, yg penting Injil mengajarkan kebaikan, pengajaran Yesus tentang kerajaan Allah yg tertulis didalam injil sangat mulia. kalopun cerita Yesus yg diceritakan di Injil itu pun banyak buungnya, saya ga perduli. Saya yakin ada yg bertanggung jwb ats itu. Yg paling penting hubungan pribadi saya dengan Allah. Allah saya paling tau hati saya tidak pernah menduakanNya. Bukankah kita tidak bisa menyembunyikan apapun dr Dia?

    Dalam wujud apapun Dia, saya yakin Dia tau, saya mencintai Dia sepenuh hati sepenuh jiwa saya.
    GBU ^^

  23. 23
    neetha Says:

    dan jangan lupa tidak ada yg tidak mungkin bagiNya, apalg cuma menjadi seorang manusia. ketika mas berkata, apa pantes ato apa mungkin Tuhan kita berubah menjadi bayi lha ato apalha, Tuhan kita sekolah ato apalah, apakah mas sadar artinya mas tdk meyakini Allah sepenuhnya. Apakah begitu sulidnya kha buad Dia untuk menjadi bayi?

    ato mungkin mas bilang napain coba Allah cape” hrs berubah jd manusia? apakah mas sadar artinya mas mulai mencampuri urusan Tuhan? Kenapa mas sbg manusia bertanya apa yang akan dikerjakan Tuhan? atau apa yg pantes dikerjakan Tuhan? apakah mas merasa mas pantes mengatur Tuhan? Kenapa mas yg menilai Tuhan?

    ato mungkin kalo mas bilang suatu hari ada ank bayi br lahir uda bisa ngomong, masa si cuma karena isa ngomong mas pertanyakan kami akankah kami menganggap dia Tuhan??
    Siapapun orangnya, selagi dia mengajarkan kebenaran kerajaan Allah, bukankah harusnya kita yakin Allah pasti ikut turut bekerja didalamnya?
    Selagi misi yg dibawanya adalah ajaran kebenaran, kenapa mas mempertanyakan???? apakah sangat penting buat mas siapakah dia, ank siapa? dr mana? kaya miskin? bukankah yg paling penting Misi yg dijalankannya??

    Kenapa mas mempertanyakan Yesus n menilai Yesus sebagai sosok manusianya?? kenapa mas tidak berpikir bisa saja Allah ku berubah menjadi sosok manusia?? bukan Yesus manusia yg menjadi Allah? tp Allah yg menjadi sosok manusia Yesus.. kenapa kamu biarkan diri kamu manusia bekerja dlm Allah? bukankah harusnya kamu membiarkan Allah yg bekerja dlm kamu manusia?

    Semoga pencerahan mas semakin maju ya.. banyak” berdoa mohon petunjukNya..

    GBU

  24. 24
    baratuktak Says:

    Anda bilang:
    Kalau lihat fakta sejarah penulisan dan penyalinannya, saya gak bilang bahwa saya gak bisa percaya Injil 100% tapi saya juga gak bisa bilang bahwa saya bisa percaya Injil 100%.

    saya jawab:
    jadi 100% gantung dong,,,hehehehehehe…waduh,,,logika yang ga ilmiah….logika itu sifatnya ilmiah loh,,,,jadi selama ne nulis pake blog pake IMAN juga ya? kwakwakwakwakwakwa…
    Koq GA TEGAS seh Mas?
    “Gini aja deh Mas Yesusmanusia,,,mending Saya aja deh jadi Tuhan nya Mas Yesusmanusia,,,kwakwakwa,,,biar 100% tegas dan bisa Mas logika kan ga seperti Tuhan…hehehehehe…saya kan juga ga Mas jumpai sekrang tapi ada,,ada di suatu tempat(jadi bisa Mas cari,,hhhhmmmm,,,klo masalah injil seh aku belum buat,,tunggu aja tanggal maennya…hehehehehe(ampuni aku Tuhan):)”

    Anda bilang:
    Menurut kamu mungkin gak suatu saat Tuhan bunuh diri ? kan *ga ada yang mustahil bagi Tuhan*..
    Gimana ?

    saya jawab:
    Bunuh diri? untuk apa Dia bunuh diri?

    Gak bisa semua kemustahilan itu bisa diimani hanya karena Tuhan maha kuasa..
    *hehehehehe,,,berarti Mas selama ini mengimani Yesus itu sebagai manusia dong? Katanya logika….
    Lho,,,koq ga tegas lagi seh?
    Baca lagi dunkz paragraf yang ada tanda kutipnya (sok gaul deh…)hahahahaha….

  25. 25
    Joel Says:

    Dear All

    salam dalam nama Kristus Yesus

    kalau kita baca di kejadian bahwa ALLAH menciptakan manusia itu sangat sempurna, karena kesempurnaan manusia, ALLAH dapat bertatap munka dengan mereka, tetapi setelah kejatuhan manusia kedalam dosa, ALLAH yang maha sempurna itu tidak dapat lagi bertatap muka dengan manusia, karena akan menghasilkan kemusnahan terhadap ciptaan itu sendiri akibat dosa.

    menurut buku kejadian (mohon bagi yang tertarik dengan topik ini membaca sendiri di dalam Alkitab) ALLAH berfirman “sekali kamu makan buah itu, maka kamu akan mati”, adalah ALLAH maha pengasih yang tidak mau membiarkan ciptaannya mati binasa, oleh karena kasihnya akan dunia ini (yohanes 3:16) maka dia harus berkorban untuk ciptaannya.

    di dalam jagad raya ini, ada 2 pertentangan, antara baik dan jahat (kedua ini tidak digabung menjadi satu) yang tepatnya antara ALLAH dan setan. selama berabad-abad ALLAH telah mengirimkan Nabi untuk mengamarkan manusia agar tidak terlibat dalam kejahatan dan supaya manusia mau menerima opsi yang di tawarkan ALLAH, yaitu hidup kekal di surga, tetapi sangat di sayangkan, manusia bukannya menerima opsi baik tersebut, tetapi malah membunuh para utusan-utusan ALLAH (nabi) (Seorang nabi, tidak pernah merampok, membunuh karena kepentingan diri sendiri, dan bertindak atas petunjuknya sendiri).

    meski manusia itu sangat jahat dan selalu menyakiti hati ALLAH, tetapi karena ALLAH itu kasih, Dia tidak mau membiarkan manusia itu mati tetapi terus menerus menawarkan opsi hidup kekal, dan karena Nabi-nabinya gagal, ALLAH mengutus YESUS yang di sebut KRISTUS untuk menawarkan opsi hidup kekal tersebut, tetapi masalah timbul, apabila YESUS yang disebut Kristus itu turun dari surga dengan keadaan asliNya (wujud asliNya) maka manusia dan seluruh penghuni bumi akan hancur dan musnah.

    Bagaimana caranya ? Yesus Kristus yang merupakan satu kesatuan dengan okmun Ke ALLAHan hanya punya satu cara agar dapat berkomunkikasi langsung dengan manusia, yaitu harus memakai rupa manusia, dan tubuh manusia agar dapat berkomunikasi dengan manusia, tetapi masalah berikutnya muncul, manusia itu sangat hina, hanya debu tanah dan tidak berharga, sedangkan ALLAH adalah kemuliaan dan cahaya yang indah dan kekal, bagaimana mungkin dapat mengambil rupa manusia yang hina dan debu tanah ini?

    Kasih lebih besar dari kemuliaan dan cahaya kekekalan, sehingga oknum ke ALLAHan yaitu Yesus Kristus mengambil rupa manusia untuk menawarkan opsi agar manusia itu jangan larut di dalam dosa sehingga menemui ke musnahan abadi.

    Luar biasa kasih ALLAH, sehingga Dia patut di sembah dan di puji, Dialah ALLAH pencipta langit dan bumi yang sangat bertanggung jawab atas ciptaannya.

    setan mengatakan ALLAH itu tidak adil, dan jauh dari kasih, tetapi setan salah. Yesus Kristus harus menebus manusia dan memotong alibi yang setan coba buat selama ini. Yesus Kristus datang kedunia ini mengambil rupa manusia hina hanya untuk mengunjungi dan mengetuk hati kita. dan sangat tidak di sangka-sangka anggota milis ini malah menertawakanNya, luarbiasa dan pada zaman Yesus Kristus juga sama dengan zaman kita, dan mereka menyalibkannya.

    sangat ironis, ALLAH menawarkan hidup kekal, tetapi manusia tidak tau diri malah menolaknya.

    pertanyaa : kalau Yesus Kristus itu adalah ALLAH, mengapa dia bisa mati?,

    tentu bisa mati, karena Dia telah mengambil rupa manusia hina seperti saya dan saudara. dia mau mati seperti saudara dan saya karena dia kasih kepada saudara dan saya, itu lah sebabnya Yesus Kristus bisa mati.

    Yohanes 3:16 “Karena begitu besar kasih ALLAH akan dunia ini, sehingga Ia mengutus AnakNya yang tunggal, supaya barang siapa yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal”

    “Hati-hatilah menertawakanNya karena Ia adalah ALLAH, suka atau tidak, percaya atau tidak, terima atau tidak, Yesus Kristus adalah TUHAN DAN ALLAH. Amin.

    Joel Siboro

  26. 26
    neetha Says:

    tau ne mas nya..

    katanya mau percaya terhadap sesuatu dengan logika..
    tp ujung” Mas ne bilang lg, kalo dia percaya sama Allah yg tidak terlihat, yg di sembah juga oleh Tuhan Yesus.

    nah dia sendiri ga isa jelasin ne, Allah yg ga terlihat itu seperti apa, dr mana, terbuat dr apa, sapa yg ciptakan bla bla bla..
    nahh artinya mas ne juga khan percaya dengan Allah yg tidak terlihat itu dengan imannya juga.. bukan dengan logika na juga.. karena ga da satu hal pun tentang Allah yg isa dijelaskan dengan logika manusia.

    seperti contoh, alam semesta diciptakan oleh Allah. Kalo dengan logika manusia, ga isa bgd dunk hanya dengan modal ngomong doank kita isa lgs percaya? Pasti minta bukti. Nah ga da juga satupun manusia yg isa buktikan khan??

    Apa bener ne alam semesta diciptakan oleh Allah? ada yg liad ga?? kamu liad ga?? kalo kamu?? kamu?? ga da khan??
    nah jd kita semua yg percaya dengan Allah termasuk saya sendiri, isa percaya Allah yg ciptakan alam semesta make apa coba? make Iman kita khan? dengan Injil juga dunk ( untuk umat kristiani ) karena semuanya tertulis dengan jelas didalam Injil.

    tp yang saya aneh bgd ne, mas ne bisa percaya Allah dengan imannya, tp kok ga isa percaya dengan Yesus make imannya juga? malah Tuhan Yesus selalu dipertanyakan, disangkal dll, hanya karena Tuhan Yesus ntuh berwujud manusia. Mpe tega”nya bilang injil palsu lg. wele wele..

    Ga da juga yg isa jelaskan injil itu palsu, hanya karena injil ditulis pada masa setelah Yesus.
    Seperti contoh paling gampang ne, hari ini anggaplah saya mengatakan n menceritakan kepada temen saya Susi, kalo saya melihat bintang bertuliskan Yesus.
    Nah.. setelah saya menceritakannya ke Susi, sesampe dirumah susi lgs menceritakannya kepada diarinya ( anggap aja susi suka bgd nulis diari ) apa yg telah saya ceritakan ke dia hari ini.

    nah dan waktupun berlalu bertahun” kemudian. Susi juga uda ga tau lg ne letaknya diari ntuh dimana, anggap ajah uda pikun. Tp suatu hari seseorang anggaplah namanya Budi menemukan diary ntuh. N dia menuliskan lg didalam agendanya. Budi menuliskan kalo dia menemukan sebuah buku diary n didalam buku diary itu ada cerita ttg seseorg yg pernah melihat bintang bertuliskan Yesus.
    ( ini contoh doank, mohon jgn dicoment )

    Begitu juga seterusnya, ditulis ditulis n ditulis lg mpe ke generasi selanjutnya mpe berabad” kemudian ( anggap aja begitu, nama nya juga contoh, hahahahah )

    Jd belum tentu kan yg ditulis budi dalam agendanya adalah cerita palsu hanya karena budi menuliskannya setelah zaman setelah saya? bener ga??

    Mas nya minta kita jelasin bukti”nya, mpe ke pemikiran logisnya yg bisa membenarkan kalau Yesus itu Tuhan.
    Kalo kita jawabnya pake Iman, teus dibuktiin pake injil mas nya malah ga caya n bilang isa aja dunk injil ntuh palsu?

    tp kok isa ya mas nya prcaya dengan Allah yg tidak terlihat itu, walaupun dia ndiri ga pernah isa membuktikan apa-apa, bahkan ga da satupun manusia dibumi ini yg pernah melihat n isa membuktikan apa” tentang allah yg tidak terlihat itu?

    mas ne plin plan ahh.. Kalo Yesus aja mesti bukti ini itu, giliran Allah aja ga make bukti apa” isa ajah percaya. Sama ajah mas.. Yesus itu wujud manusianya Allah. Iman dunk ditebelin.. Allah ntuh ga isa dipikir dengan logika manusia kita ini. Jd ga usa buang” waktu d.. Dunt waste ur time.. make ntuh waktu na buat amal sebanyak”nya. Tebelin Iman, jangan malah make buat ginian, kasian lho yg lainnya, Dosa lho menyangkal Tuhan. Masalah genean sensi bgd ne.. terlebih lagi kasian lho masnya.. seolah” seperti menyangkal Allah sendiri. Kalo kita ndiri ga isa menjaga iman kita, aplg org lain?

    Jesus Bless U
    sama seperti
    Allah bless U

    Jesus adalah Allah yg berwujud manusia
    Allah begitu mencintai ciptaanNya sehingga dia rela menjadi manusia yg hina supaya ciptaanNya tidak binasa. Percaya d.. tapi tetep.. make Iman mas.. Semua manusia dimuka bumi ini yg percaya adanya Allah, adanya Tuhan, pasti make Iman. Bukan logika, karena kita tau Tuhan maha tinggi, Allah maha kuasa, begitu dahsyatnya kuasaNya, sehingga kita manusia tidak mungkin bisa menjelaskan segala sesuatunya hanya dengan pikiran kita manusia yg kecil n hina ini.

    Jadi barang siapa yg percaya adanya Allah, yg seiman dengan saya maupun tidak, pokoknya yg percaya dengan Allah, yg meminta bukti logis, tertulis atau apalah ( bla bla n bla ) atau yg menyangkal kalau Yesus itu Tuhan, saya akan berikan bukti tertulis n logis kepada dia kalo benar Yesus itu Tuhan.
    Tapi sebelum saya membuktikan kepada dia, dia harus membuktikan dulu kepada saya kalo Allah ( Tuhan ) yg kita percaya itu bener” Allah yg maha kuasa, Alah yg menciptakan langit dan bumi dan segala isinya dengan logis, tertulis atau apalah ( bla bla n bla juga ).

    karena kalau dia bisa menjawab dengan bukti, logis dan ilmiah kalo Allah maha kuasa benar pencipta langit dan bumi, artinya dia uda menjawab pertanyaan nya sendiri, bener ga Yesus itu Tuhan..
    cari ndiri buktinya mpe dapet. saya yakin mpe maud dateng menjemput juga ga bakal ada bukti logis tertulis atau apalah yg isa membuktikan kalau Allah yg menciptakan langit dan bumi, kecuali dengan iman dan kitap suci.

    Jd artinya saya ga perlu ngasi bukti apa” dunk, kalo mas nya ndiri ga isa buktiin ke saya?

    yahhh, bener Yesus itu Tuhan. Yesus itu Allah yg berwujud manusia ^^
    iman mas imann.. imann imann..

    Demikian.. tQ tQ.. peace ya mas..

    JBU ya..

  27. 27

    dah baca bukunya Richard E. Rubenstein yang judul terjemahannya “Kala Yesus Jadi Tuhan”? terbitan Gramedia loh…….

  28. Yesus Anak Manusia
    ( baca di Injil , Matius 24 : 1-51 )

  29. 29

    wah mas murid yesus, mana jawabannya atas pertanyaanku yg belum dijawab? masih ingat kan? sy tunggu loh….


RSS Feed for this entry

Leave a Comment