Ini masih postingan terakhir sambungan Kata Pengantar dari Bart D. Ehrman di bukunya “Misquoting Yesus”. Sekarang sambungan ke-6 atau terakhir.
Kepercayaan saya berubah drastis setelah saya menyadari hal itu, mengantar saya ke jalan yang sangat berbeda dengan yang pernah saya tempuh sewaktu remaja dan di awal usia dua puluhan.
Saya masih menjunjung Alkitab dan banyak pesannya yang bervariasi – seperti juga saya menjunjung tulisan-tulisan lain yang dibuat sekitar masa berdirinya agama Kristen dan tak lama sesudahnya, tulisan-tulisan dari tokoh-tokoh yang kurang terkenal seperti Ignasius dari Antiokhia, Klemen dari Roma, dan Barnabas dari Aleksandria, dan seperti juga saya menjunjung tulisan-tulisan orang-orang dari agama lain yang hidup disekitar masa itu, tulisan-tulisan Josefus, dan Lusian dari Samosata, dan Plutarkh .
Semua penulis itu berupaya memahami dunia dan keberadaan mereka di dalamnya, dan semuanya memiliki hal-hal yang berharga untuk diajarkan kepada kita.
Adalah penting untuk mengetahui kata-kata para penulis itu, sehingga kita bisa memahami pendapat dan penilaian mereka, dan bagaimana kita harus berfikir dan menjalani hidup sesuai dengan pendapat mereka itu.
Hal itu membuat saya kembali menekuni manuskrip-manuskrip Perjanjian Baru dan kembali berkutat dalam bidang ilmu yang dikenal sebagai kritik naskah.
Saya yakin bahwa kritik naskah adalah cabang ilmu yang menarik dan mengundang rasa penasaran, yang sangat penting bukan hanya bagi para cendekiawan melainkan juga bagi siapapun yang menyenangi Alkitab (tidak soal apakah Anda penganut pembacaan harfiah, baru menganut paham demikian, tidak pernah mau menganut paham demikian, atau cuma sedikit tertarik pada Alkitab sebagai suatu fenomena sejarah dan budaya).
Namun, yang mengejutkan adalah bahwa kebanyakan pembaca -termasuk yang meminati agama Kristen, Alkitab, pengkajian Alkitab, yang percaya bahwa Alkitab tidak salah dan yang tidak percaya hal itu- tidak mengenal ilmu kritik naskah.
Dan tidaklah sulit untuk mengetahui alasannya.
Meskipun kritik naskah sudah digeluti secara akademis selama lebih dari tiga ratus tahun, jarang sekali ada buku yang ditulis tentang topik ini untuk pembaca awam- yakni orang-orang yang sama sekali tidak pernah mendengarnya, yang tidak berbahasa Yunani atau bahasa penting lain guna mempelajarinya secara mendalam, yang bahkan tidak tahu bahwa ada “masalah” sehubungan dengan naskah Alkitab, tetapi yang tertarik untuk mempelajari apa saja masalahnya dan bagaimana para cendekiawan berupaya mencari mencari jalan keluarnya.
Seperti itulah buku ini -sepengetahuan saya, satu-satunya buku seperti itu adalah buku ini.
Buku ini ditulis untuk orang-orang yang tidak tahu apa-apa tentang ilmu kritik naskah tetapi ingin tahu tentang bagaimana para penyalin mengubah Alkitab dan tentang bagaimana kita bisa mengenali bagian-bagian yang mereka ubah.
Buku ini ditulis berdasarkan pemikiran saya selama tiga puluh tahun mengenai subyek itu, dan dari sudut pandang saya yang sekarang, setelah melewati berbagai perubahan radikal berkenaan dengan pandangan saya terhadap Alkitab.
Buku ini ditulis bagi siapa saja yang tertarik untuk mengetahui bagaimana Perjanjian Baru sampai ke tangan kita, bagaimana kita kadang-kadang tidak mengetahui apa kata asli yang dibuat para penulisnya, mengetahui dengan cara-cara menarik apa kata itu kadang-kadang diubah, dan mengetahui bagaimana kita bisa, melalui beberapa metode analisis yang terperinci, memulihkan kata-kata asli itu.
Dengan demikian, ada banyak hal yang menjadikan buku ini sangat pribadi bagi saya, hasil akhir dari perjalanan panjang saya.
Mungkin, bagi orang lain, buku ini bisa menjadi bagian dari perjalanan mereka sendiri.
Tulisan terkait:
- Siapakah Bart D. Ehrman yang menulis buku “Misquoting Yesus”
- (Sambungan ke-1) Siapakah Bart D. Ehrman yang menulis buku “Misquoting Yesus”
- (Sambungan ke-2) Siapakah Bart D. Ehrman yang menulis buku “Misquoting Yesus”
- (Sambungan ke-3) Siapakah Bart D. Ehrman yang menulis buku “Misquoting Yesus”
- (Sambungan ke-4) Siapakah Bart D. Ehrman yang menulis buku “Misquoting Yesus”
- (Sambungan ke-5) Siapakah Bart D. Ehrman yang menulis buku “Misquoting Yesus”
- (Sambungan ke-6) Siapakah Bart D. Ehrman yang menulis buku “Misquoting Yesus”
Video terkait:
- Video Kuliah Bart D. Ehrman, pengarang “Misquoting Jesus”, di Stanford University, How Bible Tainted 1/10
- Video Kuliah Bart D. Ehrman, pengarang “Misquoting Jesus”, di Stanford University, How Bible Tainted 2/10
- Video Kuliah Bart D. Ehrman, pengarang “Misquoting Jesus”, di Stanford University, How Bible Tainted 3/10
- Video Kuliah Bart D. Ehrman, pengarang “Misquoting Jesus”, di Stanford University, How Bible Tainted 4/10
- Video Kuliah Bart D. Ehrman, pengarang “Misquoting Jesus”, di Stanford University, How Bible Tainted 5/10
- Video Kuliah Bart D. Ehrman, pengarang “Misquoting Jesus”, di Stanford University, How Bible Tainted 6/10
- Video Kuliah Bart D. Ehrman, pengarang “Misquoting Jesus”, di Stanford University, How Bible Tainted 7/10
- Video Kuliah Bart D. Ehrman, pengarang “Misquoting Jesus”, di Stanford University, How Bible Tainted 8/10
- Video Kuliah Bart D. Ehrman, pengarang “Misquoting Jesus”, di Stanford University, How Bible Tainted 9/10
- Video Kuliah Bart D. Ehrman, pengarang “Misquoting Jesus”, di Stanford University, How Bible Tainted 10/10


