(Sambungan ke-5) Siapakah Bart D. Ehrman yang menulis buku “Misquoting Yesus” ?

Ini masih postingan sambungan Kata Pengantar dari Bart D. Ehrman di bukunya “Misquoting Yesus”. Sekarang sambungan ke-4.

Hal yang saya alami ini adalah perubahan besar, dari membaca Alkitab sebagai pembimbing yang tidak bisa salah untuk iman, kehidupan, dan masa depan kita, menjadi menganggapnya sebagai buku yang sangat manusiawi, berisi pandangan-pandangan sangat manusiawi, yang banyak di antaranya berbeda satu sama lain dan yang tidak satupun darinya menyediakan bimbingan yang tidak bisa salah untuk kehidupan kita.

Hal itu adalah perubahan cara berfikir yang akhirnya saya buat, dan yang terhadapnya saya sekarang berkomitmen penuh.

Tentu saja, ada banyak orang Kristen yang memang sejak awal tidak pernah menganut paham bahwa Alkitab harus dibaca secara harfiah, dan menurut mereka, pandangan demikian adalah bias dan kurang berpemahaman (belum lagi aneh dan tidak ada hubungannya dengan persoalan iman-mengimani(.

Namun, masih ada banyak orang yang menganggap Alkitab seperti itu.

Kadang-kadang, saya melihat stiker yang tertempel di bemper mobil berbunyi “Allah bersabda, aku percaya, dan selesailah sudah.”

Tanggapan saya biasanya adalah, Bagaimana jika Allah tidak bersabda? Bagaimana jika buku yang Anda anggap berisi firman Allah ternyata hanya berisi firman manusia? Bagaimana jika Alkitab tidak memberikan jawaban pasti atas berbagai pertanyaan zaman modern ini – aborsi, hak-hak wanita, hak-hak kaum homoseksual, keunggulan agama, demokrasi gaya Barat, dan semacamnya?

Bagaimana jika kita harus memikirkan sendiri cara menjalani kehidupan dan apa yang harus kita percayai, tanpa menganggap Alkitab sebagai suatu objek sembahan – atau sarana yang menyediakan sambungan langsung untuk berkomunikasidengan Yang Mahakuasa?

Ada alasan-alasan yang jelas untuk berfikir bahwa, sesungguhnya, Alkitab bukanlah bimbingan yang tidak bisa salah untuk kehidupan kita: antara lain, sebagaimana telah saya sebutkan, sering kali kita (sebagai cendekiawan, atau hanya sebagai pembaca biasa) bahkan tidak tahu apa kata-kata asli Alkitab yang sesungguhnya.

Tulisan terkait:

  1. Siapakah Bart D. Ehrman yang menulis buku “Misquoting Yesus”
  2. (Sambungan ke-1) Siapakah Bart D. Ehrman yang menulis buku “Misquoting Yesus”
  3. (Sambungan ke-2) Siapakah Bart D. Ehrman yang menulis buku “Misquoting Yesus”
  4. (Sambungan ke-3) Siapakah Bart D. Ehrman yang menulis buku “Misquoting Yesus”
  5. (Sambungan ke-4) Siapakah Bart D. Ehrman yang menulis buku “Misquoting Yesus”
  6. (Sambungan ke-5) Siapakah Bart D. Ehrman yang menulis buku “Misquoting Yesus”
  7. (Sambungan ke-6) Siapakah Bart D. Ehrman yang menulis buku “Misquoting Yesus”

Video terkait:

  1. Video Kuliah Bart D. Ehrman, pengarang “Misquoting Jesus”, di Stanford University, How Bible Tainted 1/10
  2. Video Kuliah Bart D. Ehrman, pengarang “Misquoting Jesus”, di Stanford University, How Bible Tainted 2/10
  3. Video Kuliah Bart D. Ehrman, pengarang “Misquoting Jesus”, di Stanford University, How Bible Tainted 3/10
  4. Video Kuliah Bart D. Ehrman, pengarang “Misquoting Jesus”, di Stanford University, How Bible Tainted 4/10
  5. Video Kuliah Bart D. Ehrman, pengarang “Misquoting Jesus”, di Stanford University, How Bible Tainted 5/10
  6. Video Kuliah Bart D. Ehrman, pengarang “Misquoting Jesus”, di Stanford University, How Bible Tainted 6/10
  7. Video Kuliah Bart D. Ehrman, pengarang “Misquoting Jesus”, di Stanford University, How Bible Tainted 7/10
  8. Video Kuliah Bart D. Ehrman, pengarang “Misquoting Jesus”, di Stanford University, How Bible Tainted 8/10
  9. Video Kuliah Bart D. Ehrman, pengarang “Misquoting Jesus”, di Stanford University, How Bible Tainted 9/10
  10. Video Kuliah Bart D. Ehrman, pengarang “Misquoting Jesus”, di Stanford University, How Bible Tainted 10/10

Leave a Comment