(Sambungan ke-2) Siapakah Bart D. Ehrman yang menulis buku “Misquoting Yesus” ?

Ini postingan sambungan ke – 2 Kata Pengantar dari Bart D. Ehrman di bukunya “Misquoting Yesus”

Kesadaran itu selaras dengan masalah-masalah yang sedang saya hadapi seiring semakin dalamnya penelitian saya terhadap manuskrip-manuskrip Perjanjian Baru yang masih bertahan hingga sekarang.

Di satu pihak, orang mengatakan bahwa naskah-naskah asli Alkitab diilhami, tetapi kenyataannya adalah kita tidak memiliki naskah-naskah asli itu – mengatakan bahwa naskah-naskah itu terilhami tidaklah banyak membantu, kecuali saya bisa memulihkan naskah-naskah aslinya.

Selain itu, sebagian besar orang Kristen di sepanjang sejarah gereja tidak memiliki akses untuk membaca naskah aslinya, sehingga keterilhaman naskah-naskah itu dipertanyakan.

Kita bukan hanya tidak memiliki naskah-naskah aslinya, kita juga tidak memiliki salinan pertama dari naskah aslinya.

Kita bahkan tidak tidak memiliki salinan dari salinan naskah aslinya, atau salinan dari salinan dari salinan aslinya.

Yang kita miliki hanyalah salinan yang dibuat lama kemudian – sangat lama kemudian.

Dalam banyak kasus, salinan-salinan itu dibuat berabad-abad kemudian. Dan, salinan-salinan itu berbeda satu dengan yang lainnya, danbagian yang berbeda berjumlah ribuan.

Sebagaimana kita akan lihat dalam buku ini, salinan-salinan itu berbeda satu dengan yang lainnya dalam begitu banyak bagian sehingga kita bahkan tidak tahu berapa banyak perbedaan yang sebenarnya ada.

Mungkin hal itu bisa lebih mudah dipahami dengan perbandingan berikut: jumlah perbedaan yang terdapat di antara manuskrip-manuskrip kita lebih banyak daripada jumlah kata-kata dalam Perjanjian Baru.

Sebagian besar dari perbedaan itu sama sekali tidak penting.

Banyaknya jumlah perbedaan demikian semata-mata menunjukkan bahwa para penyalin di zaman dahulu tidak lebih hebat kemampuan mengejanya daripada kebanyakan orang dewasa ini (dan mereka tidak memiliki kamus, apalagi perangkat lunak untuk memeriksa ejaan).

Meskipun demikian, apa arti dari semua perbedaan itu? Jika ada pendapat yang bersikukuh mengatakan bahwa Allah mengolhami kata-kata Alkitab, apa gunanya jika kita tidak memiliki kata-kata Alkitab tersebut?

Dalam beberapa kasus, sebagaimana akan kita lihat, kita benar-benar tidak bisa yakin bahwa kita telah memulihkan naskah aslinya secara akurat. Bagaimana kita bisa tahu arti kata-kata Alkitab jika kita bahkan tidak tahu apa kata-katanya!

Hal itu mengganggu pandangan saya terhadap pengilhaman, karena saya menyadari bahwa kalau Allah bisa mengilhami kata-kata Alkitab dahulu, pastilah Ia juga bisa melestarikannya. Jika Ia ingin umat-Nya bisa membaca firman-Nya, pastilah Ia akan memberikannya kepada mereka (dan bahkan mungkin memberikannya dalam bahasa yang mereka pahami, bukan bahasa Yunanyi dan Ibrani).

Fakta bahwa kita tidak memiliki kata-kata itu pastilah memperlihatkan, menurut saya, bahwa Ia tidak melestarikannya untuk kita.

Dan jika Ia tidak melakukann mukjizat tersebut, tampaknya tidak ada alasan untuk berfikir bahwa ia telah melakukan mukjizat yang sebelumnya, yakni pengilhaman kata-kata itu.

Tulisan terkait:

  1. Siapakah Bart D. Ehrman yang menulis buku “Misquoting Yesus”
  2. (Sambungan ke-1) Siapakah Bart D. Ehrman yang menulis buku “Misquoting Yesus”
  3. (Sambungan ke-2) Siapakah Bart D. Ehrman yang menulis buku “Misquoting Yesus”
  4. (Sambungan ke-3) Siapakah Bart D. Ehrman yang menulis buku “Misquoting Yesus”
  5. (Sambungan ke-4) Siapakah Bart D. Ehrman yang menulis buku “Misquoting Yesus”
  6. (Sambungan ke-5) Siapakah Bart D. Ehrman yang menulis buku “Misquoting Yesus”
  7. (Sambungan ke-6) Siapakah Bart D. Ehrman yang menulis buku “Misquoting Yesus”

Video terkait:

  1. Video Kuliah Bart D. Ehrman, pengarang “Misquoting Jesus”, di Stanford University, How Bible Tainted 1/10
  2. Video Kuliah Bart D. Ehrman, pengarang “Misquoting Jesus”, di Stanford University, How Bible Tainted 2/10
  3. Video Kuliah Bart D. Ehrman, pengarang “Misquoting Jesus”, di Stanford University, How Bible Tainted 3/10
  4. Video Kuliah Bart D. Ehrman, pengarang “Misquoting Jesus”, di Stanford University, How Bible Tainted 4/10
  5. Video Kuliah Bart D. Ehrman, pengarang “Misquoting Jesus”, di Stanford University, How Bible Tainted 5/10
  6. Video Kuliah Bart D. Ehrman, pengarang “Misquoting Jesus”, di Stanford University, How Bible Tainted 6/10
  7. Video Kuliah Bart D. Ehrman, pengarang “Misquoting Jesus”, di Stanford University, How Bible Tainted 7/10
  8. Video Kuliah Bart D. Ehrman, pengarang “Misquoting Jesus”, di Stanford University, How Bible Tainted 8/10
  9. Video Kuliah Bart D. Ehrman, pengarang “Misquoting Jesus”, di Stanford University, How Bible Tainted 9/10
  10. Video Kuliah Bart D. Ehrman, pengarang “Misquoting Jesus”, di Stanford University, How Bible Tainted 10/10

Leave a Comment