Mengingat Maria adalah Ibunya Tuhan (Yesus), maka terkadang kita berharap bahwa Maria tidak melakukan hubungan suami istri dengan manusia sama sekali, bahkan sekalipun itu suaminya yang syah.
Tapi coba kita lihat Matius 1:18 yang menurut Alkitab Terjemahan Baru berbunyi sebagai berikut:
Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
Berikut saya kutipkan bahasan Ben Witherington III pada bukunya “Apa yang Telah Mereka Lakukan pada Yesus? Bantahan terhadap Teori-teori Aneh dan Sejarah “Ngawur” tentang Yesus” (2007) halaman 149 paragraf kedua:
Frasa Yunani kedua yang menarik perhatian kita dalam 1:18, yang digunakan untuk menjelaskan hubungan Maria dan Yusuf saat Yesus mulai dikandung, adalah prin e sunelthein, yang biasanya diterjemahkan menjadi “sebelum mereka hidup sebagai suami isteri” atau “sebelum mereka menikah atau sehidup seatap”. (112)
Jika yang dimaksud adalah makna pertama, ayat ini mengisyaratkan bahwa Maria dan Yusuf melakukan hubungan suami isteri setelah Yesus dilahirkan. Jika yang dimaksud adalah makna terakhir, nas ini hanya ingin menyatakan bahwa Maria sudah hamil sebelum menikah. Walau begitu, masih ada pilihan ketiga, yaitu pernikahan dan penggenapannya secara fisik melalui hubungan suami isteri. Sulit membayangkan bahwa seorang Yahudi (atau seorang yahudi Kristen seperti sang penulis Injil) akan memisahkan kedua hal ini, yang terkait dengan komitmen dua orang untuk menikah. Kelihatannya frasa ini ditulis untuk mengisyaratkan bahwa, setelah menikah, mereka melakukan hubungan suami isteri. Dan memang, selanjutnya dalam Injil ini terdapat beberapa ayat yang menyiratkan bahwa Maria dan Yusuf masih memiliki anak-anak yang lain (113)
Lalu kita coba lihat Matius 1:24-25 menurut Alkitab Terjemahan Baru
Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,
tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.
Sekarang kita lihat kembali ke buku “Apa yang Telah Mereka Lakukan pada Yesus? Bantahan terhadap Teori-teori Aneh dan Sejarah “Ngawur” tentang Yesus” (2007) halaman 150 paragraf terakhir sd halaman 150:
Nas ini menyatakan lebih lanjut bahwa Yusuf mengambil Maria sebagai istrinya, “Tapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki”. Perkataan ini telah mengakibatkan kontroversi yang tidak berujung, terutama di kalangan Katolik Roma.
Ayat 25 difokuskan kepada fakta tentang keperawanan Maria sebelum ia melahirkan Yesus. Tapi, mengingat kata kerja disini menggunakan keterangan waktu imperfect, nas inipun berfokus kepada periode ketika Yusuf tidak melakukan hubungan seksual dengan maria — yaitu sebelum Yesus dilahirkan. Keterangan waktu kata kerja imperfect ini kemungkinan menyiratkan terjadinya hubungan seksual di antara Yusuf dan Maria, yaitu Yusuf hanya berpantang melakukan hubungan seksual selama waktu tertentu (berlawanan dengan keterangan waktu kata kerja aorist, yang mengindikasikan sebuah tindakan yang terjadi pada pada titik tertentu, biasanya dimasa lampau) (115)
Status perawan Maria setelah ia melahirkan Yesus kemungkinan disanggah ayat ini. (116) [...]
Jadi, rasanya, sudah sepantasnya lah kalau Maria melakukan hubungan suami -isteri dengan suaminya Yusuf..
Sebagian tradisi kristen meyakini Maria tetap perawan sebelum dan setelah melahirkan Yesus.. artinya tidak pernah berhubungan badan dengan manusia..
Yah itulah repotnya kalau manusia dijadikan Tuhan, akhirnya jadi berkepentingan untuk menjaga status ibunya yang sebetulnya notabene juga manusia..
Gimana pendapat Anda?
Tulisan terkait:



Saya tidak mengerti, kenapa keperawanan Maria di permasalahkan.
Apakah jika Maria Perawan, kita akan masuk surga, atau jika dia sudah tidak perawan, kita akan masuk neraka ?
Jusuf adalah suami dari Maria, adalah hak dia sebagai suami untuk berhubungan badan dengan istrinya, jika pada masa kehamilan Maria, Jusuf tidak berhubungan badan, itu sudah cukup karena itu adalah permintaan Tuhan, tapi setelah itu, bukan urusan kita
oya kl emg prnh berhubungan intim apakah mereka pnya anak lg yaw n yg pasti yesus pnya sodara kandung dnk,,kira2 kl iya dy TUHAN jg g yaw?!
yang dipermasalhkan bukan perawan atau tidak perawan hubungan intim atau tidak. tapi apakah Dia berpengaruh didalam kehidupan anda yakinkan kuasaNya dan buktikan sendiri dalam kehidupan andaBahwa Dia adalah Anak ALLAH. jika tidak temukan tinggalkan tapi kalau temukan hiduplah didalamNYa
Apakah yang menjadikan dasar saudara penulis blog yakin bahwa Yesus itu bapaknya adalah Tuhan?? Mengapa Tuhan memerlukan anak?? Boleh dijawab secara logika atau menggunakan pemahaman agama saudara (Akal adalah Panca Indra)
Apakah yang menjadikan dasar saudara penulis blog yakin bahwa Yesus itu bapaknya adalah Tuhan?? Mengapa Tuhan memerlukan anak?? Boleh dijawab secara logika atau menggunakan pemahaman agama saudara (Akal adalah Indra)