Tambahan nas / ayat pada Injil Markus tentang penampakkan diri Yesus

Senang juga rasanya pas liburan panjang dari Idul Adha – Natal – Tahun Baru 2008 dapet beberapa buku bacaan yang menarik. Salah satunya Dinasti Yesus (The Yesus Dynasty) Karangan James D. Tabor yang diterbitkan tahun 2007 oleh Gramedia dan diterjemahkan oleh Deshi Ramadhani Dosen Tafsir Kitab Suci Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta.

James D. Tabor adalah Ketua Jurusan Studi Keagamaan di Universitas North Carolina di Charlotte Amerika Serikat. Ia meraih gelar Ph.D. dalam bisang studi biblika di Universitas Chicago, dan menjadi pakar Naskah-naskah Laut Mati serta asal-muasal kekristenan.

Buku ini berusaha merekonstruksi kehidupan manusia bernama Yesus yang sesungguhnya hingga wafat di tiang salib..

Berikut saya kutip dari Halaman 287 tentang adanya tambahan ayat pada Injil Markus tentang penampakkan diri Yesus:

Penampakkan diri Yesus

Tiga dari empat Injil Perjanjian Baru melaporkan “penampakkan diri” Yesus untuk mendukung pemahaman bahwa Ia telah dibangkitkan dari antara orang mati: Injil Matius, Lukas, dan Yohanes. Akan tetapi, bagaimana dengan Markus? Di sini kita menemukan salah satu fakta yang paling sering diabaikan dan disepelekan dari kisah kita ini. Walaupun ini mengejutkan, naskah-naskah salinan awal dari Injil Markus sama sekali tidak melaporkan adanya penampakkan diri dari Yesus yang telah bangkit! Markus, sumber injil kita yang paling awal, mengakhiri kisahnya tentang Yesus dengan sebuah makam yang kosong. Titik. Sebenarnya, Injil Markus pada mulanya diakhiri dengan ayat-ayat berikut: “Lalu mereka [dua Maria dan Salome diatas] keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapapun juga karena takut” (Mrk. 16:8). Saya mengatakan “pada mulanya” , karena akhir yang singkat, yang “tidak lengkap” seperti itu tentu saja tidak boleh dibiarkan. Orang-orang Kristen mula-mula pasti merasa resah ketika membaca akhir seperti ini. Kekristenan dibangun di atas pemahaman bahwa Yesus menampakkan diri kepada berbagai individu dan kelompok orang setelah Ia mati. Bagaimana mungkin Markus tidak mencatat apa pun tentang ini!

Inilah yang sebenarnya terjadi: beberapa penyalin manuskrip yang saleh membuat bagian akhir yang baru ketika mereka menyalin Injil ini pada abad IV M, sekitar tiga ratus tahun setelah teks aslinya ditulis! Bagian akhir yang dikarang kemudian ini kini menjadi Markus 16:9-20, namun nas ini sama sekali tidak muncul di dalam salinan-salinan Injil Markus yang lebih tua dan dapat diandalkan. (12)
Bagian ini bahkan tidak lebih dari semacam gado-gado berbagai catatan penampakan diri Yesus yang dilaporkan Matius, Lukas, dan Yohanes. Bagian ini sama sekali tidak memuat bahan independen yang dapat kita perlakukan sebagai khas Markus, serta gaya bahasa Yunani yang mengemuka di sana pun jelas-jelas bukan gaya bahasa Markus. Klemens dari Aleksandria dan Origense, dua orang sarjana Kristen mula-mula yang hidup pada abad III M bahkan sama sekali tidak tahu akan keberadaan dari bagian akhir yang “lebih panjang” ini. Pada masa mereka nas ini sama sekali belum muncul. Eusebius dan Hieronimus, para penulis Kristen yang hidup pada abad IV M menyadari keberadaan nas ini namun memberikan catatan bahwa nas ini tidak muncul di dalam hampir semua manuskrip Perjanjian Baru berbahasa Yunani yang mereka ketahui. Ada dua versi nas akhir “hasil karangan” lain yang disebarluaskan pada waktu itu sebagai alternatif yang lebih pendek bagi bagian akhir yang muncul sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan kepada kita bahwa tidak seorangpun bisa menerima bahwa Markus mengakhiri Injilnya seperti itu; ini terlalu mengejutkan sekaligus problematis bagi iman Kristen.

Terjemahan-terjemahan modern Perjanjian Baru dalam bahasa Inggris menangani masalah dari zaman purba ini dengan berbagai cara. (13)
Kebanyakan dari mereka masih menempatkan nas ini ke dalam teks utama namun menambahkan sebuah catatan kaki yang menunjukkan bahwa dalam manuskrip-manuskrip awal yang keakuratannya dapat diandalkan, Markus mengakhiri Injil ini pada 16:8. Saya ragu bahwa catatan kaki ini pun diperhatikan oleh rata-rata pembaca, sehingga tidak banyak orang menaruh perhatian terhadap akhir pendek yang mengejutkan seperti ini. Terjemahan-terjemahan lainnya mencetak 16:9-20 dalam tanda kurung ganda yang dilengkapi catatan. Versi awal dari Revised Standard Version (RSV) yang diterbitkan pada 1946 menimbulkan kehebohan ketika mereka menempatkan bagian akhir yang tidak asli itu dalam cetakan kecil di dalam sebuah catatan kaki dan terpisah dari teks utama. Yindakan ini memunculkan kegemparan luar biasa sehingga edisi-edisi selanjutnya dari RSV kembali menempatkan akhir tambahan tersebut bersama-sama dengan teks utama, plus sebuah catatan kaki.

Teks awal Markus ini menyampaikan kepada kita bahwa, pada sekitar tahun 70 M, penulisnya tidak menganggap laporan-laporan tentang penampakkan Yesus kepada berbagai individu dan kelompok setelah kebangkitan-Nya sebagai sesuatu yang perlu dimasukkan ke dalam kisah “Injil”. Kalau begit, bagaimana laporan-laporan seperti ini dapat muncul?”

Dari kutipan diatas, ternyata harus diakui bahwa telah terjadi perubahan pada Injil. Contoh diatas adalah untuk kasus penambahan ayat. Mungkin ada lagi kasus-kasus lain yang menambahkan atau bahkan mengurangi ayat.. Wah mesti rajin baca buku nih.. Seru juga ya..

Bagaimana pendapat Anda?

Tulisan terkait:

  1. (Sambungan ke-1) Tambahan nas / ayat pada Injil Markus tentang penampakkan diri Yesus

5 Comments

  1. 1
    aroweli Says:

    iya memang benar beliau adalah manusia, yan terlahir dari rahim suci
    beliau seorang manusia suci dengan membawa misi nubuwah, bukan TUHAN

  2. 2
    ibrahim Says:

    mengapa kitab suci ditulis dalam bahasa manusia?

    Supaya manusia bisa menyalinnya, membacanya, dan memahaminya

    injil ditulis dalam bahasa gerika dan ibrani
    Al Qur’an ditulis dalam bahsa arab?
    apakahada bahasa asli dunia?

    gak tau deh apa ada yang namanya “bahasa asli dunia”

    Btw, saya gak ngerti kaitannya pertanyaan kamu dengan isi postingan saya berjudul “Tambahan nas / ayat pada Injil Markus tentang penampakkan diri Yesus” yang kamu komentarin ini..

  3. 3
    ibrahim Says:

    jika ditulis dalam bahasa manusia berarti supaya orang dapat mengerti baik arti yang tersurat maupun arti yang tersirat didalam kitab suci.

    Setuju.. tapi itu pun akan ada banyak persepsi karena tergantung orangnya

    maka kita tidak lebih bodoh dari otrang yang paling idiot dimuka bumi ini jika kita hanay berdebat antar asli dan tidak asli,

    Gak ngerti euy! apa sih hubungannya antara “otrang yang paling idiot” dengan “jika kita hanay berdebat antar asli dan tidak asli” ?

    yang jelas.. saya hanya menyampaikan hasil pengamatan saya. Mau didebat silahkan, gak juga gak apa2 kok..

    sekarang saya berika analaog. ” saya orang indonesia dan fasih berbahasa urdu,saya berbicara kepada anda secara kasar dalam bahasa urdu, apakah anda mengerti apa yang saya sampaikan? apakah bahasa urdu yang saya pakai asli atau tidak asli?

    tetapi jika saya memakai bahasa indonesia dengan kasar kepada anda maka anda akan lebih jelaskan ? dan mengerti apa yang saya sampaikan. jadi menurut anda manakah yang lebih pokok mengerti bahasa yang dipakai karena maksudnya kita mengerti atau biarlah bahasa yang tidak kita mengerti dan tidak tahu tapi asli bahasa urdu

    Waduuuhh, kayaknya kamu gak nyambung deh dengan maksud isi postingan saya berjudul “Tambahan nas / ayat pada Injil Markus tentang penampakkan diri Yesus” yang lagi kamu komentarin ini..

    Coba baca hati2 dan berulang-ulang deh.. postingan saya tidak bilang bahwa Injil tidak asli karena tidakmenggunakan bahasa yang asli. Bukan itu pointnya!

    Capek deh! Jaka Sembung naik Ojek nih..

    Baca dulu deh postingan saya yang lain2.. hati2 & pelan2 bacanya ya..

  4. 4
    Coky Says:

    Tentunya persoalan “antara asli dan tidak asli” ini berlaku juga dong untuk kitab2 lain…

    aku belum tahu pasti.. Bagus kau coba bantu teliti lah.. sebab aku sudah tak sempat lagi..

  5. 5
    ujangmas Says:

    @Coky
    jangan menggenaralisir bos, apalagi tanpa didukung fakta yg valid secara ilmiah, nanti terkesan omdo
    utk yg punya blog thx


RSS Feed for this entry

Leave a Comment