(Sambungan ke-1) Tambahan nas / ayat pada Injil Markus tentang penampakkan diri Yesus

Ini adalah kutipan catatan kaki yang ada di kutipan tulisan sebelumnya..

Pada tulisan sebelumnya, saya mengkutip tulisan dari buku The Yesus Dynasty, dimana didalamnya terdapat nomor catatan kaki 12 dan 13.

Berikut uraian catatan kakinya:

(12)

Bagian akhir yang ditambahkan ini tidak muncul di dalam dua manuskrip salinan tertua yang kita miliki, yaitu Kodeks Sinaitikus dan Kodeks Vatikanus, yang berasal dari awal abad IV M. Teks ini juga tidak terdapat dalam sekitar seratus manuskrip salinan terjemahan bahasa Armenisa, versi terjemahan Bahasa Latin lama, dan terjemahan Injil berbahasa Siria yang ditemukan di Sinai.

(13)

Alkitab terjemahan bahasa Inggris King James Version, yang diterjemahkan pada tahun 1611 sebelum pemunculan manuskrip-manuskrip salinan yang lebih tua umurnya, mengikutsertakan bagian akhir ini. Ini menyebabkan bagian akhir Markus tersebut sedemikian populer dan dihormati di kalangan pembaca berbahasa Inggris. Versi terjemahan bahasa Inggris yang paling populer saat ini, Alkitab New Internal Version, juga memasukkan bagian akhir ini, namun memisahkannya dengan satu baris kosong setelah Markus 16:8 dan memberikan catatan bagi para pembaca: “Manuskrip-manuskrip salinan awal yang paling reliabel serta saksi-saksi purba lainnya tidak memuat Markus 16:9-20.” Praktik ini diikuti oleh kebanyakan terjemahan lainnya. Bagian akhir tambahan Markus ini tetap dimasukkan ke dalam edisi cetak, namun dengan memberikan catatan yang menyatakan bahwa bagian ini kemungkinan bukan bagian dari teks Injil aslinya

Apakah Anda tidak tertarik membuka Alkitab yang Anda miliki? Mungkin Anda tertarik juga untuk melihat dan membandingkannya dengan Alkitab paling lama yang Anda miliki?

Tulisan terkait:

  1. Tambahan nas / ayat pada Injil Markus tentang penampakkan diri Yesus

One Comment

  1. 1
    melkisedek Says:

    Oh mengenai codex itu ya?
    Memang fakta sih jika dalam markus yang kita baca sekarang adalah ayat-ayat palsu, saya pun sbg seorang katolik tidak mengimaninya. Pastur saya pernah saya tanya mengenai hal ini, tapi jawabannya selalu “iman, iman dan iman”, memangnya kita hidup cuma pake iman doang, logika dan realitas kan juga harus digunakan, kalau tidak digunakan buat apa kita punya otak.

    saya pribadi sih tidak mengimani ayat-ayat tambahan tersebut sebagai salah satu ayat asli, saya cendrung menganggapnya palsu. Bahkan tidak menutup kemungkinan masih banyak ayat-ayat palsu lainnya, contohnya mengenai yudas, sampai saat ini saya tidak percaya jika ia berkhianat. Sebab pada malam perjamuan terakhir Yesus, yudas dan ke 11 rekannya makan bersama, tiba2 Yesus menyebutkan bahwa yudas akan berkhianat di depan mereka, logika-nya adalah jika saya adalah yudas, maka saya pasti akan kaget dan membantah sebab kartu saya sudah terbongkar, tapi dalam bible yang kita baca, kok yudas malah tenang-tenang saja?


RSS Feed for this entry

Leave a Comment